x

Kisah Sedih Francesco Totti di AS Roma: Pangeran yang Tak Pernah Jadi Raja

Selasa, 18 Juni 2019 14:04 WIB
Editor: Matheus Elmerio Giovanni
Francesco Totti, legenda AS Roma yang terpinggirkan oleh para petinggi klub.

INDOSPORT.COM - Francesco Totti, siapa yang tidak kenal dengan pemain sepak bola legendaris Serie A Italia itu. Kini dia baru saja mundur dari jabatan sebagai Direktur klub AS Roma.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (17/06/19) kemarin, Totti mengungkapkan bahwa dirinya merasa tak dianggap oleh para petinggi AS Roma, khususnya saat memberi saran untuk perekrutan pemain.

Seperti yang baru saja dilontarkan oleh sang legenda kepada media olahraga Italia baru-baru ini. Dia menjelaskan bahwa para petinggi Roma sangat cuek dengan nama-nama yang disodorkan oleh pelatih sebelumnya, Eusebio Di Francesco.

Baca Juga

Disebut-sebut sebagai Pangeran Roma, kisah Francesco Totti hingga akhirnya mengundurkan diri dari AS Roma pun sangat memilukan. Istilah 'Pangeran yang tak pernah jadi Raja' terasa pantas disematkan pada kisah Totti yang menyedihkan.

Ya, sejak bermain dia memang dieluk-elukkan sebagai Pangeran Roma karena statusnya sebagai pemain asli kelahiran Roma dan sukses menjelma hingga memasukkan namanya ke dalam daftar legenda 'Hall of Fame' AS Roma.

Namun setelah pensiun pada tahun 2017 lalu, segalanya bukan makin membaik untuk Totti. Pria yang kini berusia 42 tahun itu malah mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari klub kesayangannya.

Karena perlakuan buruk tersebut, Totti pun terpaksa mengucapkan perpisahan untuk kali kedua kepada AS Roma. Senin kemarin, dia sudah resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Olahraga klub.

Baca Juga

Melihat raut wajah pria yang semasa masih bermain dijuluki Il Capitano saat mengumumkan pengunduran diri terlihat jelas bahwa ini pilihan yang sangat berat untuk meninggalkan AS Roma, klub yang dibelanya sejak remaja.

"Saya tidak pernah berkesempatan untuk mengekspresikan diri. Mereka tak pernah melibatkan dan menginginkan masukan saya kepada klbu," ucap Totti dalam wawancaranya dilansir dari Calciomercato, Selasa (18/06/19) pagi.


1. Rasa Cinta Francesco Totti untuk AS Roma

Francesco Totti diangkat menjadi petinggi klub pada Juli 2017 lalu.

Rasa cinta Francesco Totti untuk AS Roma memang tak perlu diragukan lagi, bahkan bisa dibilang melebihi para petinggi klub sekali pun. Hal ini terlihat dari karier sang legenda semasa masih menjadi pemain.

Sejak usianya masih 13 tahun, Totti sudah bergabung dengan akademi AS Roma hingga tahun 1992 silam. Pada tahun 1992 dia promosi ke skuat AS Roma senior dan memainkan lebih dari 600 penampilan hingga pensiun pada akhir musim 2016/17 lalu.

Bersama AS Roma, Totti pun sudah mempersembahkan satu gelar Scudetto (gelar juara) Serie A Italia 2000/01, dua trofi Coppa Italia musim 2006/07 dan 2007/08 serta dua gelar Supercoppa Italiana tahun 2001 dan 2007.

Baca Juga

Dicatat oleh Transfermarkt, Totti tepatnya sudah memainkan 618 penampilan di Serie A Italia selama 25 musim bermain untuk Roma. Torehan 250 gol dan 98 assist pun sudah diberikan Totti semasa dia bermain untuk Roma.

Rasa cinta Totti pun kembali diungkap oleh sang pemain saat konferensi pers perpisahannya dengan AS Roma pada Senin kemarin. Bahkan dirinya menjelaskan seberapa berat keputusannya itu.

"Kenyataan saya mundur sekarang lebih buruk ketimbang pensiun sebagai pemain. Meninggalkan Roma yang sedang sekarat, saya lebih baik mati daripada meninggalkan klub ini," ucapnya lagi.

Bahkan Totti mengaku siap kembali bergabung dengan AS Roma jika ada pemilik baru yang membeli klub dari genggaman James Pallotta.

Seperti Apa Sebenarnya Jabatan Totti di Roma setelah Pensiun?

Francesco Totti dan Monchi menjabat sebagai Direktur Olahraga AS Roma

Setelah perpisahan yang sangat haru pada pertandingan terakhir Serie A Italia, AS Roma vs Genoa tepatnya pada tanggal 28 Mei 2017 lalu, Totti pun resmi menjabat sebagai salah satu direktur klub.

Tanggal 18 Juli 2017 menjadi momen di mana para tifosi AS Roma merasa bahagia melihat sang legenda kebanggaan kota mereka kembali ke klub, meski mengisi salah satu peran di manajerial klub.

Saat penunjukkannya sebagai Direktur AS Roma, Totti pun mengungkapkan keinginannya untuk tetap bisa memberi kontribusi besar demi kejayaan klub. 

"Saya mengambil peran ini untuk tetap bisa berkontribusi bagi Roma dan membuat tim ini menjadi hebat dan tentunya salah satu yang ditakuti di dunia," ucap Totti dilansir dari ESPN, 18 Juli 2017.

Baca Juga

Melihat Totti yang masih hijau untuk peran sebagai Direktur Klub, Presiden AS Roma James Pallotta menunjuk sosok berpengalaman sebagai tandemnya, yaitu Ramon Rodriguez Verdejo atau akrab dipanggil Monchi.

Sebelum lebih jauh, peran Direktur Olahraga sendiri biasanya diisi para mantan pesepak bola yang tahu persis taktik dan strategi diterapkan di lapangan, ahli negosiasi, khususnya untuk merekrut pemain dan juga punya kemampuan diplomatis yang tinggi untuk menjaga hubungan baik antar klub.

Berbagi peran dengan Monchi yang memang berpengalaman sebagai Direktur Olahraga di Sevilla, sebenarnya Totti tidak mengalami satu masalah yang berarti. Namun, Monchi tiba-tiba mundur hampir bersamaan saat Eusebio di Francesco dipecat pada bulan Maret 2019 lalu.

Francesco Totti, Pangeran Roma yang Terpinggirkan

Legenda AS Roma, Francesco Totti terpinggirkan dan mundur dari jabatan Direktur klub.

Setelah kepergian Monchi dan Di Francesco, Totti yang logikanya mengemban posisi Direktur satu-satunya di AS Roma malah merasakan fakta sebaliknya. Dia merasa tidak dianggap oleh para petinggi Roma.

Bahkan menurut kabar yang beredar, Totti tak diundang duduk bersama saat James Pallotta bersama jajaran petinggi lainnya seperti Franco Baldini memutuskan untuk menunjuk Paulo Fonseca sebagai pelatih anyar mereka musim depan.

Kesedihan ini pun tak butuh waktu lama berubah menjadi kemarahan. Totti yang sebelumnya ditawari jabatan sebagai Direktur Teknik pun ogah menerima dan memutuskan untuk cabut dari AS Roma.

Baca Juga

Keputusan pergi dari Roma tentu saja membuat Francesco Totti akan selalu dikenang sebagai Pangeran Roma, tak pernah menjadi Raja. Hal ini akan selalu terjadi selama kepemilikan klub dipegang oleh para pengusaha yang tidak mencintai kota Roma.

Kacau balau dalam manajemen AS Roma saat ini tentu membuat para Romanisti di seluruh dunia merindukan kepemimpinan era Franco Sensi, keluarga asli Roma yang memang benar-benar tulus mencinta klub berjuluk Giallorossi.

AS RomaFrancesco TottiFans AS Roma IndonesiaRomanistiJames PallottaLiga ItaliaSepak Bola

Berita Terkini