x

Mamadou Samassa Dihujani Kritik, Pelatih Persipura Pasang Badan

Sabtu, 29 Juni 2019 14:50 WIB
Editor: Yohanes Ishak
Striker Persipura Jayapura asal Mali, Mamadou Samassa

INDOSPORT.COM - Pelatih Persipura Jayapura, Luciano Leandro tetap membela penampilan striker asingnya asal Mali, Mamadou Samassa yang dinilai bermain sangat buruk saat timnya ditahan imbang Semen Padang dalam pertandingan Shopee Liga 1 2019, Jumat (28/6/19) kemarin.

Menurutnya, kegagalan Persipura meraih tiga poin di laga tersebut bukan hanya tanggung jawab Samassa, tetapi seluruh tim.

Ia juga menilai, eks penyerang Madura United itu memang masih perlu mendapatkan waktu untuk bisa mengembalikan kondisi fisiknya yang masih bermasalah.

Baca Juga

"Kita harus kerjasama dan kita kerja satu tim dan kita tidak bisa salahkan satu orang saja, kita tetap percaya dengan semua pemain yang kerja dan tidak bisa omong soal kondisi fisik dia, karena pelatih fisik sudah ada disini sejak lama,” ungkap Luciano, Sabtu (29/06/19).

“Kita harus tetap kerja agar kondisi Samassa bisa bagus kedepannya. Yang kita tahu waktu latihan dia terus berusaha untuk bisa cepat adaptasi dan pulih.”

Pelatih Persipura Jayapura, Luciano Leandro. Foto: Media Officer Persipura

Ia juga membeberkan alasannya yang tak cepat mengganti Samassa saat timnya tertinggal lebih dulu di laga kontra Semen Padang.

Menurutnya, Samassa dipertahankan agar bisa mengalihkan perhatian lini bertahan Semen Padang dengan kelebihan postur tubuhnya.

"Saya melihat Samassa adalah pemain yang profesional yang sudah lama bermain dan saya pikir dia bisa membantu lawan dalam menyerang.”

Baca Juga

“Kita juga tidak punya Marinus jadi kita pasang Samassa dan kita yakin kita punya pemain cepat yang bisa bantu suplai bola ke dia, makanya kita masih tahan dia," tandasnya.

Bukan tidak mungkin jika nantinya, Mamadou Samassa akan menjadi andalan pelatih Persipura Jayapura, Luciano Leandro di kompetisi Shopee Liga 1 Indonesia 2019.

Persipura JayapuraLuciano LeandroLiga IndonesiaLiga 1Mamadou Samassa

Berita Terkini