x

Bali United, Menggairahkan Sepak Bola dan Menginspirasi Pulau Dewata

Senin, 1 Juli 2019 15:00 WIB
Penulis: Nofik Lukman Hakim | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
Para wisatawan luar negeri saat memberikan dukungan pada Bali United dalam laga lawan PSIS Semarang di tribun selatan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (22/6/2019).

INDOSPORT.COM - Pulau Bali kini bukan saja kaya akan wisata budaya, spiritual dan keindahan alam. Sepak bola sudah layak dimasukkan dalam daftar kekayaan yang dimiliki Pulau Dewata.

Tak bisa dipungkiri, kehadiran Bali United benar-benar membangkitkan gairah sepak bola di provinsi dengan delapan kabupaten dan satu kota ini. 

Jersey maupun pernak-pernik Bali United bukan saja dikenakan di stadion, saat Bali United bertanding. Dalam aktivitas sehari-hari pun, warga dengan bangga menggunakan atribut Bali United.

Baca Juga

Bahkan, jika mau mengitari wilayah Kuta Selatan, yang memerlukan waktu dua jam untuk sampai ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, bendera besar berlogo Bali United banyak dikibarkan. Artinya, Bali United sudah dibanggakan sebagai salah satu identitas masyarakat Pulau Bali.

Sepuluh tahun lalu, siapa yang akan berpikir bahwa wisatawan mancanegara akan memasukkan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai salah satu tujuan wisata. Ketika berpikir untuk berangkat ke Gianyar, sudah pasti Ubud yang menjadi tujuan utama.

Para pendukung Bali United menyaksikan laga melawan PSIS Semarang, dari Bali United Cafe. Dari face yang berada di bawah tribun barat ini, pengunjung bisa langsung menyaksikan pertandingan.

Namun, yang terjadi kini sungguh jauh diluar dugaan. Para turis ini bukan sekadar duduk manis di bangku VIP. Mereka bahkan datang mengenakan seragam Bali United dan duduk di antara suporter Bali United. Mereka ikut bersorak kegirangan saat Bali United mencetak gol.


1. Manajemen Bali United, Gebrakan Sepak Bola Indonesia

Cantiknya penampilan Bali United Cafe, yang berada di komplek Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Kesuksesan Bali United tak bisa dilepaskan dari kejelian keluarga Tanuri. Pieter Tanuri sudah mendapat ilmu tentang pengelolaan sepak bola saat masih jadi bagian tim Persib Bandung. Bersama sang adik, Yabes Tanuri, Bali United sukses dikembangkan, bukan saja soal 90 menit di lapangan hijau, namun 24 jam dalam sepak bola dan bisnis.

Keberanian menyewa Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi gebrakan luar biasa. Belum ada dalam sejarahnya klub sepak bola di Indonesia, ikut permak stadion.

Kalau sekarang datang ke stadion, tampaklah bahwa Bali United bukan sekadar berpikir sepak bola. Lebih besar dari itu, manajemen Bali United turut memikirkan bagaimana agar tim Serdadu Tridatu bisa hidup sejahtera.

Baca Juga

Megastore, Playland dan Cafe menjadi representasi dari gebrakan mengelola klub sepak bola di Indonesia. Bali United bisa menjadikan stadion sebagai pusat kegiatan klub dan penggemar, semuanya terintegrasi. Terobosan yang sudah dilakukan Bali United ini selalu diidam-idamkan klub di Indonesia. 

Makanya, setiap klub yang bertandang ke markas Bali United, tujuannya bukan hanya bertanding, melainkan juga belajar tentang pengelolaan klub. Klub-klub besar di Indonesia belajar dari klub yang baru berdiri tahun 2015 lalu. 

Baru-baru ini, Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi, mengakui hal itu. Bahwa PSIS juga ingin mengintegrasikan sepak bola dan bisnis dalam satu tempat, yakni Stadion Jati Diri Semarang. Stadion ini sedang dalam tahap renovasi, dengan sumber dana berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga

"Banyak yang bisa kami tiru dari markas Bali United, cafe dan store terintegrasi salah satunya. Walaupun bukan stadion besar tetapi fasilitas sangat lengkap, PSIS yang sedang renovasi stadion akan banyak ambil ide dari Stadion Dipta terkait fasilitas sepak bola modern," kata Yoyok Sukawi dalam wawancara pada 23 Juni 2019.

Belum juga klub-klub Indonesia bisa mengadopsi soal integrasi sepak bola dan bisnis di stadion. Bali United sudah berlari kencang dengan masuk dalam pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Bali Bintang Sejahtera Tbk sebagai pemilik sekaligus pengelola Bali United melepas 33,33 persen saham ke publik.

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) pemilik klub sepakbola Bali United telah resmi mencatatkan sahamnya di papan perdagangan bursa saham.

Pada awal pelepasan, harga saham berada dilevel Rp175 per lembar. Sempat naik menjadi Rp422 pada Rabu (19/6/2019), dalam perkembangannya harga saham dengan kode BOLA berada dilevel Rp370 pada penutupan Jumat (28/6/2019).

Dari kalangan bisnis, kenaikan tajam saham Bali United masih dinilai sebagai euforia. Namun bila dilihat dari kaca mata sepak bola, apa yang dilakukan Bali United benar-benar berani. 

Bali United menjadi tim pertama di Asia Tenggara yang berani melangkah ke pasar modal. Tentu bagi masyarakat Bali, apa yang dilakukan Bali United sudah menjadi prestasi, diluar keberhasilan-keberhasilan Pulau Dewata soal wisata yang dilirik dunia.


2. Membuka Pandangan Mengenai Sport Tourism

Para pendukung Bali United menyaksikan laga melawan PSIS Semarang, dari Bali United Cafe. Dari face yang berada di bawah tribun barat ini, pengunjung bisa langsung menyaksikan pertandingan.

Bali selama ini dikenal dengan wisata budaya, spiritual dan keindahan alam. Keberhasilan Bali United membuka pandangan mengenai pengembangan sport tourism.

Bila dalam usia empat tahun Bali United sudah menarik wisatawan mancanegara datang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, bukan tak mungkin kedepannya wisatawan luar negeri datang ke Bali untuk menikmati sajian sport tourism.

Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali, Ketut Suardana, menilai Pemprov Bali harus mulai melirik pengembangan sport tourism.

Baca Juga

Cara paling singkat ialah pembenahan fasilitas olahraga yang ada di Bali. Menurut pandangan Ketut, fasilitas olahraga di Bali harus berstandar internasional. Dengan begitu, Bali akan percaya diri mendatangkan atlet-atlet terbaik dunia.

Singapura sudah melakukannya. Klub-klub besar Eropa hadir dan bertanding di Singapura, yang notabene kalah gemerlap dalam hal antusias penonton dibanding Indonesia.

Kedatangan Manchester United yang akan bertanding melawan Inter Milan pada 20 Juli 2019 mendatang, sudah pasti menarik wisatawan luar negeri, yang tak lain merupakan fans setia Man United maupun Inter Milan.

"Satu klub di Inggris bernama Chelsea saja memiliki tiga puluh lapangan berkualitas. Ini baru klub, bukan provinsi atau negara. Maksud saya bukan berarti pemerintah Bali harus melakukan hal itu juga. Paling tidak kita bisa mencari kesamaan, apa yang bisa kita samakan, untuk berprestasi lebih jauh kedepannya. Baik dalam pengembangan olahraga Bali maupun sport tourism," ucap Ketut Suardana.

Para wisatawan luar negeri saat memberikan dukungan pada Bali United dalam laga lawan PSIS Semarang di tribun selatan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (22/6/2019).

Menambah Kekayaan Pulau Dewata

Paling tidak, untuk sekarang Bali United sudah bisa dibanggakan. Tak berlebihan jika menyebut Bali United menambah kekayaan yang dimiliki Pulau Dewata. Keberadaan Bali United menjadi salah satu alasan bagi masyarakat untuk berkunjung ke Bali.

Sekarang pun, menjadi pesepakbola menjadi salah satu impian anak-anak di Bali. Bisa dilihat lapangan-lapangan sepak bola dipenuhi aktivitas bermain sepak bola. Mereka dengan bangga mengenakan seragam Bali United. Bisa jadi, anak-anak ini suatu saat akan menggantikan Andhika Wijaya, sebagai putra asli Bali yang membela tim Serdadu Tridatu.

"Tentunya bangga dengan kemajuan-kemajuan yang dilakukan Bali United, setiap tahun prestasinya naik terus," ucap Andhika Wijaya.

BaliSport TourismBali United

Berita Terkini