x

Lebih dari Setahun, Piala Indonesia Jadi Turnamen Berdurasi Terpanjang Sedunia?

Selasa, 16 Juli 2019 17:45 WIB
Editor: Coro Mountana
Logo Kratingdaeng Piala Indonesia.

INDOSPORT.COM - Sadarkah anda bahwa turnamen Kratingdaeng Piala Indonesia telah berjalan lebih dari setahun yang membuatnya menjadi ajang berdurasi terpanjang sedunia?

Pada 8 Mei 2018, Piala Indonesia secara resmi digelar kembali setelah sempat vakum sejak 2013 lalu. Antusias akan turnamen ini pun begitu menggebu-gebu akibat kerinduan yang begitu besar sudah tertahan selama lima tahun.

Sayang, antusiasme penikmat sepak bola seketika berubah menjadi kebingungan dan keheranan saat melihat jalannya turnamen yang penuh kemoloran. Piala Indonesia dimulai sejak 8 Mei 2018, tapi baru mencapai final pada 21 dan 28 Juli 2019.

Baca Juga

Artinya, durasi kompetisi Kratingdaeng Piala Indonesia 2018/19 berjalan lebih dari setahun, tepatnya 1 tahun 81 hari. Tak ayal turnamen ini digadang-gadang sebagai turnamen dengan durasi terpanjang sedunia.

Molornya jadwal pernah juga terjadi di Liga Djarum Indonesia (LDI) 2007/08, di mana kompetisi berjalan sejak 10 Februari 2007 sampai 10 Februari 2008, tapi selesai tepat setahun tak seperti Piala Indonesia 2018/19.

Terlebih lagi, molornya Liga Indonesia 2007/08 saat itu bisa dimaklumi karena sedang ada agenda bergengsi seperti Piala Asia 2007. Indonesia menjadi tuan rumah bersama tiga negara ASEAN lain, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. 

Namun, salah satu alasan Kratingdaeng Piala Indonesia 2018/19 menjadi molor tidak lain karena Piala Presiden 2019, turnamen yang sifatnya hanya pramusim saja.

Baca Juga

Setidaknya ungkapan durasi terlama itu dapat dikatakan terbukti kebenarannya bila mengacu pada rata-rata sebuah kompetisi sepak bola berjalan. Contohnya saja ajang Liga Primer Inggris yang berjalan kurang dari setahun dari bulan Agustus ke Mei (8-9 bulan).

Semakin aneh bila melihat penyelenggaraan turnamen Piala Indonesia sepanjang pertengahan 2018 hingga 2019. Turnamen piala seyogyanya berjalan beriringan dengan liga domestik, bukannya molor seperti fenomena belakangan ini.

Sehingga menjadi unik melihat ajang Liga 1 yang sudah berjalan dua musim sejak 2018, ternyata Piala Indonesia baru satu edisi saja belum kelar-kelar. Satu tiket Piala AFC 2020 sudah diperebutkan sejak 2018 di Piala Indonesia.

Jauh lebih dalam mengenai molornya jadwal Piala Indonesia yang terasa begitu aneh, sejatinya pihak paling dirugikan adalah klub peserta. Apa kerugian yang dirasakan oleh peserta?


1. Jadwal Molor, Klub yang Rugi

Aleksandar Rakic berselebrasi usai mencetak gol ke gawang PSM Makassar, (Minggu, 07/07/2019) (Ian Setiawan/INDOSPORT)

Salah satu sosok yang begitu vokal mengkritik jadwal aneh bin ajaib dari Piala Indonesia adalah Dejan Antonic. Pelatih Madura United itu dengan tegas mempertanyakan jadwal yang didapat timnya di semifinal Piala Indonesia kemarin.

"Jadwal ini untuk manusia atau untuk siapa? Anak-anak berlari terus, lalu cedera. Kalau kami main 30 Juni, lalu 4 Juli harus main lagi, seperti apa kami ini? Kenapa sepak bola tidak maju? Karena tim harus bermain setiap tiga hari, tiga hari,” ungkap Dejan beberapa waktu yang lalu.

Memang Madura United sempat merasakan jadwal yang sangat padat dengan bertanding melawan PSM Makassar sebanyak tiga kali dalam waktu kurang dari seminggu. Singkat cerita jadwal padat itu terjadi karena laga Piala Indonesia berdekatan dengan Liga 1.

Pelatih Madura united, Dejan Antonic. Foto: Ian Setiawan/INDOSPORT

Tapi sejatinya apa yang dialami Madura United juga dialami oleh Persija Jakarta dan PSM Makassar yang sama-sama bertanding di Piala AFC, Liga 1, dan Piala Indonesia. Bahkan kedua tim tersebut dengan terpaksa harus menunda jadwal mereka di Liga 1.

Tercatat PSM Makassar harus menunda pertandingannya melawan Persipura Jayapura (pekan ke-4), Arema FC (pekan ke-5), Persija (pekan ke-7), Kalteng Putra (pekan ke-10), dan PSIS Semarang (pekan ke-11).

Sementara itu, Persija Jakarta perlu menunda laga pekan ke-4 (Borneo FC), ke-7 (PSM), ke-10 (Semen Padang), dan ke-11 (Persipura Jayapura).

Jadwal molor dari Piala Indonesia nyatanya berdampak sangat besar kepada klub dan pemain karena ajang yang lain seperti Piala AFC dan Liga 1 juga masih berjalan sehingga kemungkinan ada bentrok jadwal sangat mungkin terjadi.

Nasi sudah menjadi bubur, Kratingdaeng Piala Indonesia sebentar lagi usai, tapi tentu selalu perlu ada evaluasi besar-besaran agar di kemudian hari, jadwal dibuat lebih teratur demi sepak bola Indonesia yang lebih baik.

Persija JakartaDejan AntonicPSM MakassarKratingdaeng Piala IndonesiaMadura United FCJadwal PertandinganLiga IndonesiaLiga 1Piala Presiden 2019Bola Indonesia

Berita Terkini