Respons Stefano Cugurra Soal Pemain Jadi Bintang Iklan
INDOSPORT.COM - Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, tak mempermasalahkan pemain menjadi bintang iklan. Namun penggawa Serdadu Tridatu harus mengikuti aturan soal waktu pembuatan iklan.
Banyak pemain kini dalam sorotan menyusul aktivitasnya di luar lapangan. Mayoritas dari mereka kini dipercaya brand nasional maupun internasional untuk jadi bintang iklan.
Situasi ini sejatinya hal biasa dalam sepak bola modern. Pemain memiliki market potensial untuk memasarkan produk. Namun hal itu dipermasalahkan suporter ketika prestasi di klub menurun.
Penggawa Persija Jakarta menjadi salah satu contohnya. Saat prestasi klub anjlok musim ini, aktivitas sebagai bintang iklan mulai dipermasalahkan. Bentangan spanduk dari suporter The Jakmania tersaji kala Persija diimbangi Bhayangkara FC 1-1, 10 Agustus lalu.
Penggawa Macan Kemayoran sejatinya bukan satu-satunya klub yang laris diburu brand tertentu. Penggawa Bali United juga tak kalah banyak. Hanya saja, hal itu tak jadi masalah karena Bali United kini bertengger di peringkat satu Shopee Liga 1 2019.
Teco sebagai pelatih pun menyadari situasi ini. Dalam sepak bola modern, banyak perusahaan ingin memaksarkan produk lewat pemain. Situasi ini bukan saja terjadi di Indonesia, tapi seluruh dunia.
"Saya tahu di Bali United ada beberapa pemain yang punya kegiatan seperti ini. Mereka ikuti intruksi kita, jadi tidak mengganggu tim," ucap Teco.
"Pertama, pemain tidak boleh meninggalkan latihan untuk kegiatan iklan ini. Kedua, saat pemain baru saja main, dalam kondisi lelah dan butuh istirahat, pemain juga tidak boleh ada acara iklan," lanjut Teco.
"Waktu ada hari libur, terserah mereka mau ambil video, foto atau apa pun. Seperti kemarin kita libur, itu bebas. Tapi ketika program sudah jalan, mereka tidak boleh," pungkasnya.