x

Mourinho Ungkap Satu-Satunya Kekalahan yang Buat Dirinya Menangis

Sabtu, 2 Mei 2020 22:32 WIB
Penulis: Yosef Bayu Anangga | Editor: Isman Fadil
Manajer Tottenham, Jose Mourinho, dikenal arogan dan kerap bertingkah kontroversial. Namun ia pernah menangis ketika tim yang dipimpinnya mengalami kekalahan.

INDOSPORT.COM – Manajer Tottenham, Jose Mourinho, dikenal arogan dan kerap bertingkah kontroversial. Namun ia pernah menangis ketika tim yang dipimpinnya mengalami kekalahan.

Jose Mourinho diketahui kerap bertingkah unik ketika tim yang diasuhnya mengalami kekalahan di sebuah laga. Ia pernah mencolok mata asisten manajer Barcelona, Tito Villanova, ketika Blaugrana mengalahkan Real Madrid yang ia pimpin. Tidak jarang pula pria Portugal itu mengkambinghitamkan wasit atau pemain atas kekalahan yang ia terima.

Namun, rupanya ada satu kekalahan yang begitu melukai hati Mourinho sehingga membuatnya menangis sesuai laga. Momen itu terjadi ketika ia masih memimpin Real Madrid, yang dikalahkan Bayern Munchen di Liga Champions 2011/2012.

Baca Juga
Baca Juga

Ketika itu, Los Blancos sukses menembus babak semifinal Liga Champions untuk berhadapan dengan raksasa Bundesliga, Bayern Munchen. Namun, pada akhirnya mereka disingkirkan Munchen lewat adu penalti setelah Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Sergio Ramos gagal mencetak gol di babak tos-tosan itu.

“Musim itu, Real Madrid adalah tim terbaik di Spanyol dan Eropa,” kata Mourinho kepada Marca. “Itulah sebabnya sulit bagi kami untuk melupakan kekalahan dari Bayern Munchen di Liga Champions.”

Ketika itu Madrid memang menjadi yang terbaik di Spanyol dengan mengangkangi Barcelona untuk menjuarai LaLiga. Mereka bahkan mencetak rekor poin terbanyak di LaLiga dengan meraih 100 poin dan mencetak 121 gol.

“Malam ketika Bayern menyingkirkan kami di Liga Champions lewat adu penalti adalah satu-satunya momen di dalam karier saya ketika saya menangis setelah mengalami kekalahan.”

Baca Juga
Baca Juga

Lebih lanjut, Mourinho mengaku ketika itu bukan hanya dirinya saja yang menangis, tapi juga asistennya ketika itu yakni Aitor Karanka.

“Saya mengingat momen itu dengan sangat baik. Saya dan Karanka berada di luar rumah saya, di dalam mobil, menangis. Rasanya sangat berat karena pada musim itu, musim 2011/2012, kami adalah tim terbaik di Eropa.”

Meski demikian, ia tetap bangga dengan pencapaiannya menjuarai LaLiga musim itu. “Mengakhiri dominasi Barcelona dan melakukannya seraya mencatatkan rekor poin tertinggi dan gol terbanyak membuatnya terasa sangat penting karena kami melakukannya dengan cara terbaik,” pungkasnya.

Real MadridBarcelonaJose MourinhoLiga ChampionsBayern MunchenTottenham HotspurBola InternasionalBerita Liga Spanyol

Berita Terkini