x

Gara-gara Lockdown, Muller Tertahan 72 Hari di Bandara India

Senin, 8 Juni 2020 18:38 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Akibat pandemi corona hingga munculnya status lockdown, pesepakbola asal Ghana, Randy Juan Muller harus tertahan di bandara India selama 72 hari

INDOSPORT.COM – Wabah pandemi corona yang menyerang berbagai belahan dunia sejak kuartal pertama tahun 2020 membuat beberapa pihak banyak mengalami nasib sial. Salah satunya pesepakbola asal Ghana bernama Randy Juan Muller.

Muller adalah pemain sepakbola berusia 23 tahun yang bermain bagi tim ORPC Sports Club di Kerala yang merupakan salah satu negara bagian India. Ia datang ke negara Barata tersebut pada November 2019 silam.

Kedatangannya ke India untuk mengumpulkan pundi-pundi uang dari keahliannya sebagai pesepakbola. Diakui Muller, ia hanya menggunakan visa yang berlaku selama enam bulan saja demi berkarier di negeri orang.

Baca Juga
Baca Juga

“Saya datang kesini menggunakan visa untuk enam bulan. Kami hanya mendapat bayaran 300-500 ribu Rupiah per pertandingan,” ujar Muller dilansir Mumbai Mirror.

Randy Juan Muller pun mengaku tak banyak bermain. Ia bahkan memutuskan ingin pulang sesaat setelah virus corona menyebar di India sehingga adanya status lockdown. Dari sinilah kesialan menghampirinya.

Usai aturan lockdown ditetapkan pemerintah India, Muller lantas ingin segera kembali ke kampung halamannya, Ghana. Ia telah membeli tiket untuk penerbangan tanggal 30 Maret 2020 dari Mumbai.

Sialnya, Muller datang ke Mumbai terlalu cepat saat itu. Sehingga status lockdown yang telah ditetapkan dan tak adanya tempat tinggal membuat dirinya harus menetap di bandara.

Baca Juga
Baca Juga

“Ketika saya mendengar soal lockdown, saya memutuskan untuk pulang. Saya memiliki tiket pesawat dari Mumbai ke Ghana melalui Kenya pada 30 Maret. Tapi saya terlalu cepat datang ke Mumbai.

“Kemudian lockdown pun ditetapkan dan saya tertahan. Polisi di Andheri berkata padaku untuk pergi ke bandara karena saya tak dapat mendapatkan rumah sewa,” lanjut Muller.

Alhasil Muller harus tertahan di bandara sejak 21 Maret hingga 7 Juni 2020 atau total selama 72 hari. Dengan tak adanya perbekalan dan uang, ia mengandalkan bantuan dari polisi India dan para traveler.

GhanaIndiaBola InternasionalSepak BolaVirus Corona

Berita Terkini