x

5 Momen Gareth Bale yang Bisa Bikin Real Madrid Menyesal Mengusirnya

Rabu, 16 September 2020 22:26 WIB
Penulis: I Made Dwi Kardiasa | Editor: Nugrahenny Putri Untari
Sangat disayangkan, ini lima momen epik Gareth Bale yang bisa bikin Real Madrid menyesal usir sang bintang.

INDOSPORT.COM - Gareth Bale kini kian dekat dengan pintu keluar usai tak lagi dibutuhkan oleh Real Madrid. Berikut lima momen epik yang sejatinya bisa membuat klub raksasa LaLiga Spanyol itu menyesal tendang pemain lawasnya.

Semenjak musim lalu, sosok pemain berkebangsaan Wales itu beberapa kali mencuri perhatian. Bukan karena prestasinya, melainkan kontroversi yang dibawa kala membela Real Madrid baik itu di tingkat domestik maupun pentas Eropa.

Ya, semenjak kedatangan Zinedine Zidane, sosok Bale seolah lenyap dalam skuat utama Los Blancos usai hanya menjadi pemanas bangku cadangan saja. Tak heran, bertingkah konyol selama hanya pemain cadangan, ia berulang kali memanfaatkan keadaan lewat main golf kala tak dibutuhkan.

Baca Juga
Baca Juga

Ironisnya, setelah tujuh tahun berseragam El Real, ia dipaksa untuk dijual setelah Zidane sudah mulai jenuh karena tindak tanduk yang mulai kelewat batas. Padahal sebelum diasingkan dari skuat, pemain berusia 31 tahun ini terkenal pernah persembahkan empat gelar Liga Champions dan tampil sempurna di Timnas Wales.

Kini kisah kepahlawanannya itu pun akan sirna setelah sang bintang akan dipaksa tinggalkan LaLiga Spanyol dengan gabung Tottenham Hotspur atau Manchester United. Real Madrid patut menyesal, ini lima momen yang patut membuat mereka pertimbangkan singkirkan Gareth Bale dilansir BBC.

5. Keperkasaan Tottenham Hotspur

Sosok Bale yang melegenda berawal dari masa baktinya bersama Tottenham Hotspur. Bayangkan saja, saat ia masih berkarier di White Hart Lane, sang winger menjadi sosok kunci kemenangan utama yang harus diturunkan.

Kala datang pertama kali, Bale tak terlalu tampil meyakinkan saat gagal membuat The Lilywhites menang di 24 pertandingan Liga Inggris. Namun statistiknya jauh berbeda pada paruh musim kedua di mana ia mampu tampil menggila saat Spurs menggasak tiga poin kemenangan atas Fulham 3-1 secara dramatis.

Dari Agustus 2007 hingga September 2009, ia sempat meredup sebelum akhirnya Harry Redknapp memberikan kesempatan saat Hotspur menang telak 5-0 atas Burnley. Ingin mengulang lagi kejayaan, tak heran Tottenham Hotspur berminat pulangkan Bale usai disia-siakan Real Madrid.

Baca Juga
Baca Juga

4. Sapu Bersih Penghargaan Individu

Saat masih berada di Tottenham Hotspur, Bale menjadi pemain paling gemilang karena penampilannya yang impresif tanpa cela. Tak heran ia sempat terpilih oleh Asosiasi Sepak Bola Profesional (PFA) sebagai Pemain Terbaik Tahunan pada 2010.

Sekitar dua tahun kemudian, ia yang saat itu baru berusia 23 tahun sukses menyabet penghargaan PFA Pemain Muda Terbaik dan Pemain Terbaik Tahunan dari Asosiasi Penulis Sepak Bola. Hanya Cristiano Ronaldo yang saat itu bela Manchester United yang pernah mendapat hattrick penghargaan itu sebelum dirinya.

Catatan Gareth Bale semasa muda cukup hebat lewat 31 gol baik untuk tingkat klub dan negara. Pencapaian ini kian mengesankan saat ia mencetak skor indah di penghujung musim saat Hotspur menang tipis 1-0 atas Sunderland sebelum akhirnya berpisah ke Real Madrid.


1. Momen-Momen Hebat Gareth Bale Lainnya

Termasuk pemain penting di Liga Champions, ini lima momen yang bikin Real Madrid patut menyesal tendang Gareth Bale.

3. Aktor Penting di Kemenangan Liga Champions dan Pencetak Skor Akhir

Momen ini menjadi saat-saat penting bagi Gareth Bale kala membela Real Madrid. Bagaimana tidak? Sosoknya yang berpengalaman sukses membuat beberapa kali klub memenangkan Liga Champions.

Baru gabung Real Madrid, musim perdananya sukses berbuah juara kompetisi terakbar seantero Eropa (2013-2014). Salah satu penampilan paling ikoniknya ialah mencetak gol kala extra time saat Real melawan rival sekota, Atletico Madrid, dan sukses menutup laga dengan skor 4-1.

Dua tahun kemudian, lagi-lagi pemain asal Wales ini tampil begitu hebat saat ditunjuk sebagai algojo penalti saat Los Blancos mengalahkan Atletico pada 2016 silam. Sempat diistirahatkan di bangku cadangan, ia kembali menggila usai membuat Real Madrid menang di final Liga Champions saat bersua Juventus 2017 lalu.

2. Taklukkan Maicon

Kembali lagi dalam momen ikonik bareng Tottenham Hotspur, sosok Bale sangat menarik perhatian saat membuat bek terhebat pada masanya, Maicon Sisenando, tak berdaya. Kejadian ini berawal saat Spurs berhadapan dengan Inter Milan di babak grup Liga Champions 2010 lalu.

Penjaga gawang Tottenham, Heurelho Gomes, harus tinggalkan lapangan hanya dalam waktu delapan menit dan membuat gawang jadi bulan-bulanan lewat skor 0-4 oleh Inter Milan. Disinilah kedatangan Bale begitu sempurna layaknya pahlawan bagi klub junjungannya.

Bayangkan saja, ia sukses mencetak hattrick pada babak kedua hingga mempermainkan sosok bek kanan terhebat dunia, Maicon, dengan sangat mudah. Meskipun Tottenham Hotspur takluk dengan skor 3-4, insiden ini sukses membuat banyak fans The Lilywhites berharap ia pulang.

1. Pencetak Gol Spektakuler di Liga Champions

Keberhasilan Real Madrid menang Liga Champions terakhir (2018), tak lepas dari peran ikonik sang striker veteran. Pasalnya, pada babak final kontra Liverpool sempat terjadi kejadian bersejarah berupa gol terindah sepanjang masa.

Kondisi imbang sempat menyertai raksasa Spanyol kala melawan tim unggulan Inggris itu dengan skor 1-1. Namun kedudukan imbang tak bertahan lama ketika Bale sukses mencetak gol sepeda hanya dalam waktu tiga menit melalui penggantian pemain.

Tendangan salto dari Bale ini terkesan sangat istimewa karena dilancarkan sejauh 27 meter yang tak bisa dihalau oleh Loris Karius dan sukses membuat Real Madrid perpanjang gelar Liga Champions untuk ke-13 kalinya. Fakta terbaik itu tentu seharusnya membuat Los Blancos mempertimbangkan kehilangan pemain pentingnya.

Real MadridGareth BaleZinedine ZidaneLaLiga SpanyolInter MilanWalesTottenham HotspurLiga SpanyolSepak Bola

Berita Terkini