Eksklusif LaLiga: Curhat Eks Real Madrid Rasakan Persaingan El Clasico
INDOSPORT.COM - Eks Real Madrid yang kini menjabat sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan Internasional LaLiga, Fernando Sanz, berbagi pengalamannya bermain melawan Barcelona di El Clasico secara ekslusif kepada INDOSPORT. Berikut penuturannya.
Tulisan ekslusif dari Fernando Sanz mengenai el clasico dibuka dengan keanehan yang ia rasakan lantaran pertandingan Barcelona vs Real Madrid pada Sabtu (24/10/20) harus tanpa penonton sesuai protokol corona.
"El Clasico pertama musim LaLiga 2020/21 semakin dekat. Ini sangat unik karena ini adalah pertama kalinya tim-tim bertemu sejak pandemi COVID-19 mempengaruhi kehidupan sehari-hari di Spanyol. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tidak akan ada penggemar yang bersorak di stadion untuk pertandingan ini, tapi saya yakin bahkan mungkin ada lebih banyak penggemar daripada biasanya yang menonton lewat televisi."
Meski demikian, Fernando Sanz percaya kondisi saat ini tidak mengurangi intensitas persaingan di el clasico, terutama faktor pelatih Ronald Koeman dan Zinedine Zidane yang dalam masa pembentukan tim di mana baik Barcelona maupun Real Madrid mulai percaya pada kualitas pemain muda.
"El Clasico adalah pertandingan klub terbaik di dunia, dan itu tidak berubah, bahkan di saat-saat new normal ini. Kita akan melihat proyek baru Ronald Koeman yang menarik menghadapi Zinedine Zidane dan soliditas brilian dari timnya."
"El Clasico akan menjadi duel Lionel Messi melawan Sergio Ramos. Antoine Griezmann akan melawan Karim Benzema. Masa depan sepak bola akan saling berhadapan, dengan Ansu Fati, Trincao, Vinicius Jr dan Rodrygo.
"Ini adalah dua klub paling berharga di dunia dan dua klub dengan pendukung terbaik di dunia. Tidak ada pertandingan atau liga lain atau acara seperti itu di dunia. Tidak ada pertandingan lain yang bisa menyatukan bintang sebanyak El Clasico."
1. Kisah Fernando Sanz sebagai Penonton El Clasico
Menjadi suporter Real Madrid sejak kecil, Fernando Sanz bercerita pengalamannya menyaksikan el clasico langsung di stadion Santiago Bernabeu.
"Saya ingat pergi dengan saudara saya dan ayah saya untuk menonton Clasicos di Stadion Santiago Bernabeu. Pertandingan ini sudah menjadi pertandingan yang sangat menarik saat itu, dengan semangat di lapangan dan kegugupan di tribun. Saya telah menjadi anggota Real Madrid selama 40 tahun, tetapi Anda tidak pernah bosan dengan El Clasico."
"Ini adalah pertandingan yang selalu pantas untuk ditunggu. Apakah Anda menang atau kalah, Anda pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk setelah hadir di pertandingan yang menjadi pusat dunia selama beberapa jam, mengingat-ingat momen terbaik dengan adrenalin yang masih melambung tinggi."
"Saya sering mengalami sakit tenggorokan karena terus bersorak, sekaligus berdebat tentang taktik dengan saudara dan ayah saya. Ini selalu menjadi pertandingan yang berlangsung selama dua pekan – tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah pertandingan."
El Clasico Paling Spesial versi Fernando Sanz
Bagi Fernando Sanz, el clasico paling spesial adalah saat ia melakoni debutnya di pertandingan superklasik Liga Spanyol tersebut, terpatnya pada Februari 1997.
"Dari semuanya, El Clasico yang paling spesial bagi saya adalah yang terjadi pada Februari 1997 di Bernabeu ketika saya melakukan debut El Clasico. Fabio Capello memasukkan saya dengan 15 menit tersisa dan itu 15 menit yang luar biasa!"
"Ronaldo Nazario, pemain nomor 9 terbaik dunia pada saat itu, melawan saya, bersama dengan Luis Figo, Luis Enrique dan Pep Guardiola. Di samping saya adalah orang-orang hebat seperti Roberto Carlos, Fernando Redondo, Clarence Seedorf dan Predrag Mijatovic. Hanya dengan mendengar nama-nama tersebut, mudah untuk menerka seberapa besar El Clasico dulu."
"Saat Anda berada di lapangan, Anda merasa terhormat. Anda sedang ditonton oleh jutaan orang dan Anda pasti dibuat iri oleh banyak orang yang ingin berada di sana bermain pada pertandingan yang Anda nikmati pada saat itu. Spanyol berhenti untuk El Clasico."
"Dalam kasus saya, setelah melewati semua kategori junior di Real Madrid hingga mencapai tim senior, bermain di El Clasico berarti mewujudkan impian masa kecil. Itu adalah impian saya ketika saya menjadi penonton di tribun yang mendukung Santillana, Juanito, dan tim legendaris Quinta del Buitre. Kemudian, tiba-tiba, dukungan untuk saya datang dari tribun yang sama. Saya berusia 23 tahun saat itu dan tidak mudah tertidur malam itu setelah pertandingan."
"Dalam cerita saya, bermain di El Clasico berarti puncak dari karier saya sebagai lulusan akademi Real Madrid, dan itu adalah salah satu momen terbaik dalam karier saya."
El Clasico Panggung Bintang Sepak Bola
Menurut Fernando Sanz, tidak ada yang berubah dari pertemuan antara Barcelona dan Real Madrid sejak dulu hingga sekarang, yakni para bintang sepak bola dunia berada di panggung bertajuk el clasico.
"Bintang kelas dunia yang memilih untuk bergabung dengan Real Madrid atau FC Barcelona karena ingin bermain di El Clasico di LaLiga. Anda menyadari apa artinya menjadi bintang sepak bola saat Anda bermain di El Clasico."
"Dari tujuh pemain terbaik sepanjang masa, enam dari mereka pernah bermain di pertandingan ini. Hanya Pele yang tidak pernah beraksi di El Clásico, tetapi Alfredo Di Stéfano, Johan Cruyff, Diego Maradona, Zinedine Zidane, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo semuanya pernah bermain di pertandingan ini."
"Ada alasan mengapa ini menjadi pertandingan klub terbaik di dunia. Meskipun kami tidak semua berada di sana untuk pertandingan akhir pekan ini untuk pertama kalinya sejak saya menyaksikannya di Bernabeu, kegembiraan menonton El Clasico selalu ada," tutup Fernando Sanz.