3 Pelatih Top yang Terancam Dipecat Lebih Cepat Musim ini
INDOSPORT.COM - Musim 2020/2021 menghadirkan tantangan yang berbeda daripada musim-musim sebelumnya, karena diawali oleh pandemi virus corona, yang tak hanya menjegal persiapan tim, namun juga merusak keuangan klub.
Banyak klub-klub top nan kaya raya yang harus membatasi pengeluarannya di bursa transfer musim panas tahun ini, termasuk juga Real Madrid, yang tidak membeli siapa pun.
Persiapan mereka juga sangat minim, karena klub-klub tidak punya waktu untuk melaksanakan pramusim, imbas dari molornya jadwal pada musim sebelumnya akibat pandemi yang melumpuhkan dunia sepak bola sejak Maret lalu.
Ada beberapa klub yang malah diuntungkan dari situasi ini, namun juga tidak sedikit yang mengalami kerugian karenanya. Kini, ada beberapa pelatih top yang terancam untuk mengakhiri masa baktinya secara prematur. Siapa saja mereka? Simak ulasan berikut.
1. Zinedine Zidane (Real Madrid)
Tidak ada yang menduga bahwa Zinedine Zidane akan masuk dalam daftar ini pada awal musim, sebab ia berhasil mengembalikan trofi Liga Spanyol pada musim 2019/2020 lalu dengan penampilan yang meyakinkan.
Namun demikian, Real Madrid melalui musim yang sulit sejauh ini. Dibantai oleh Valencia di Mestalla pada pekan lalu merupakan kekalahan ketiga dari 11 penampilan di semua ajang pada musim ini.
Sebelumnya, Los Blancos sudah dipermalukan oleh tim promosi Liga Spanyol, Cadiz dengan skor 0-1, dan tim Shakhtar Donetsk yang dihantam COVID-19, dengan skor 2-3 di Liga Champions.
Mereka harus puas berada di peringkat keempat klasemen sementara liga domestik saat ini, selagi baru mengoleksi empat poin dari tiga laga untuk bertengger di urutan ketiga Grup B di pentas Eropa.
Ini merupakan harga yang harus mereka bayarkan setelah tidak melakukan perubahan apa-apa dalam skuat, selain menjual pemain tak terpakai dan menarik kembali pemain pinjaman Martin Odegaard.
2. Ole Gunnar Solskjaer (Manchester United)
Ole Gunnar Solskjaer nampak dinaungi keberuntungan untuk bisa bertahan sejauh ini, sejak ditunjuk sebagai pengganti Jose Mourinho pada Desember 2018 silam.
Awalnya hanya caretaker, Solskjaer dipermanenkan sebagai manajer pada bulan Maret tahun 2019 lalu. Torehannya pada musim lalu sempat gemilang, dengan mengantarkan Manchester United finis di peringkat ketiga Liga Inggris.
Si Setan Merah juga berhasil mencapai babak semifinal pada tiga turnamen berbeda di pentas domestik dan Eropa, meski tidak menghasilkan trofi. Jadi sempat ada harapan baik pada awal musim ini.
Kendati demikian, keberuntungan Solskjaer nampaknya sudah habis pada musim ini. Timnya terjerembab di peringkat ke-14 di klasemen sementara Liga Inggris pada musim ini, setelah hanya meraih 10 poin dari tujuh laga.
United mengalami tiga kekalahan di kancah domestik, dan ketiganya dirasakan di kandang sendiri, yaitu Old Trafford, termasuk ketika dihempaskan dengan skor 1-6 oleh Tottenham Hotspur.
Di Liga Champions, dua kemenangan beruntun atas Paris Saint-Germain dan RB Leipzig sempat memberikan harapan. Namun motivasi Paul Pogba turun lagi setelah ditaklukan oleh Istanbul Basaksehir dengan skor 1-2 pada pekan ketiga.
3. Ronald Koeman (Barcelona)
Barcelona merupakan salah satu klub top yang mengalami kerugian paling buruk akibat pandemi virus corona. Pemasukan utama mereka dari penjualan tiket stadion dan merchandise benar-benar berhenti akibat pandemi.
Ditambah dengan musim nirgelar pada 2019/2020 lalu, maka tidak ada uang hadiah yang didapatkan oleh La Blaugrana. Imbasnya, mereka pun harus melego banyak pemain top, dengan gaji yang besar.
Arthur Melo ditukar Miralem Pjanic ke Juventus demi menyeimbangkan neraca keuangan klub. Selagi Arturo Vidal, Luis Suarez, dan Ivan Rakitic dilepas dengan harga murah demi meringankan tagihan gaji klub.
Hasilnya di lapangan cukup berdampak. Selagi memenangkan ketiga laga di Liga Champions, Barca tercecer di peringkat kedelapan klasemen sementara Liga Spanyol, dengan hanya memenangkan tiga dari tujuh lagi dan menderita dua kekalahan di antaranya.
Ronal Koeman telah disalahkan atas krisis yang sedang terjadi, meski tentu ada faktor dari pemain. Hal itu membuatnya sangat berisiko untuk kehilangan pekerjaan di tengah musim.