x

Sejarah Tahun Baru Kelabu Barcelona, Babak Belur Dihajar Tim Kurcaci

Senin, 4 Januari 2021 08:05 WIB
Editor: Indra Citra Sena
Bintang Barcelona, Ronaldinho, berupaya melewati pemain Racing Santander dalam pertandingan LaLiga Spanyol, 4 Januari 2004.

INDOSPORT.COM - Momen pergantian tahun kerap menghadirkan mimpi buruk bagi Barcelona. Klub kebanggaan publik Catalan memiliki kecenderungan tersandung dalam pertandingan pertama selepas perayaan tahun baru.

Penyakit ini seolah menyerang Barcelona memasuki milenium ketiga alias 2000-an. Ambil contoh enam tahun terakhir saat keok dari Real Sociedad (0-1; 2015), imbang melawan seteru sekota, Espanyol (0-0; 2016), lalu Villarreal (1-1; 2017), dan Espanyol lagi (2-2; 2020).

Sebagian dari tahun-tahun itu barangkali tidak mengganggu pikiran para suporter mengingat Barcelona sukses merengkuh titel LaLiga Spanyol pada akhir musim (2015, 2016). Momen tahun baru paling kelabu bagi mereka terjadi di pekan ke-17 edisi 2003-2004.

Baca Juga
Baca Juga

Bagaimana tidak? Barcelona selaku raksasa sepak bola Spanyol menyerah tiga gol tanpa balas di hadapan tim semenjana, Racing Santander, 4 Januari 2004. Keberadaan nama-nama top sekaliber Ronaldinho, Luis Enrique, Phillip Cocu, hingga Rustu Recber, seakan tak berarti.

Nama yang disebut terakhir bahkan dianggap bertanggung jawab terhadap keruntuhan mental Barcelona. Kiper berkebangsaan Turki itu melakukan blunder fatal sekaligus menyebabkan terciptanya gol perdana Racing Santander melalui aksi Juanma pada menit ke-51.

Blunder Rustu Recber menurunkan konsentrasi rekan setim dan memudahkan kubu tuan rumah menambah keunggulan menjelang bubaran lewat sumbangsih Mario Regueiro (80') dan Javi Guerrero (84'). Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Racing Santander.

Upaya Presiden Barcelona waktu itu, Joan Laporta, yang mencoba membakar semangat para pemain di ruang ganti sebelum bertanding pun sia-sia. Dia sempat meminta Ronaldinho cs. membawa pulang poin sempurna supaya bisa mengawali tahun secara positif.

"Mari kita awali tahun ini dengan langkah yang lebih baik. Mari kita rebut poin dari markas Racing Santander," ujar Joan Laporta.

Kekalahan 0-3 berandil atas terciptanya rekor jarak poin terjauh kedua Barcelona dengan rival abadinya, Real Madrid, pada era 2000-an. Kedua tim berjarak 18 poin, di mana kubu musuh menempati posisi teratas dan El Barca terdampar di peringkat ke-12.

"Kami sebetulnya bermain baik, tapi gol pertama itu mengubah segalanya. Rustu adalah kiper tangguh. Sulit rasanya menerima kenyataan tentang blunder yang ia lakukan," kata pelatih Barcelona, Frank Rijkaard.

Ada pun jarak terjauh adalah pada pengujung 2002-2003 ketika Barcelona berselisih 22 poin di bawah Real Madrid. Sebuah aib tersendiri melihat rivalitas kedua tim yang begitu mengakar di Negeri Matador.

Situasi Barcelona 2003-2004 barangkali mirip dengan musim ini. Mereka terseok-seok di LaLiga Spanyol 2020-2021 akibat terlalu bergantung kepada seorang Lionel Messi.

Klasemen terkini menempatkan Barcelona di peringkat keenam dan mereka sudah keempat kali menelan kekalahan, masing-masing dari Getafe (0-1), Real Madrid (1-3), Atletico Madrid (0-1), dan Cadiz (1-2).

Baca Juga
Baca Juga

Pertandingan LaLiga Spanyol pertama Barcelona di 2021 adalah menghadapi Huesca, Senin (4/1/21) dini hari WIB. Kali ini mereka bisa lepas dari kutukan apes pada awal tahun lantaran mampu menang meskipun hanya dengan skor tipis 1-0.

Susunan Pemain:

Racing Santander (4-4-2): 25-Ricardo; 22-Moraton, 23-Juanma, 3-Neru, 21-Ayoze; 18-Afek (24-Matabuena 73'), 15-Benayoun (32-Jonathan 89'), 6-Nafti, 8-Moran; 9-Bodipo (10-Javi Guerrero 69'), 11-Riguero
Cadangan: ?
Pelatih: Rijkaard (Bld)

Barcelona (4-3-1-2): 1-Rustu; 2-Reiziger, 4-Marquez (20-Quaresma 66'), 5-Puyol, 12-Van Bronckhorst; 24-Iniesta, 6-Xavi, 8-Cocu; 10-Ronaldinho; 21-Luis Enrique, 36-Sergio Garcia (7-Saviola 75')
Cadangan: ?
Pelatih: Alcaraz

Stadion: El Sardinero (16.500)
Gol: Juanma 51', Regueiro 80', Javi Guerrero 88'
Wasit: Itturalde Gonzalez
Kartu Kuning: Moran (R)
Kartu Merah: -

Real MadridBarcelonaLaLiga SpanyolRonaldinhoJoan LaportaFrank RijkaardLiga SpanyolBerita Liga SpanyolSejarahRacing Santander

Berita Terkini