x

Apa Kabar Mulyana? Bek Haus Gol Persib Bandung Era Liga Indonesia

Kamis, 21 Januari 2021 19:25 WIB
Kontributor: Arif Rahman | Editor: Indra Citra Sena
Mantan pemain Persib Bandung, Mulyana, yang merasa gelar juara Perserikatan 1993-1994 dan Liga Indonesia 1994-1995.

INDOSPORT.COM - Persib Bandung pernah memiliki bek lokal agresif yang berstatus pemain tertajam tim di Liga Indonesia (LI) 1999-2000 (5 gol), yakni Mulyana. Lama tidak terdengar namanya, apa kabar Mulyana?

Mulyana merupakan pemain Persib era 1990-an hingga awal 2000-an. Dia pertama kali bergabung pada musim pamungkas Perserikatan (1993-1994). Pelatihnya kala itu adalah Indra Thohir.

Baca Juga
Baca Juga

Pada Perserikatan 1993-1994, Mulyana turut mengantarkan Persib meraih gelar juara meskipun saat itu berlabel pemain cadangan. Usianya masih muda dan baru pertama bergabung setelah sebelumnya memperkuat tim Jawa Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIII Jakarta 1993.

"Saya masuk ke Persib awalnya dari PON Jabar 1993, menjejak semifinal di Jakarta, terjaring masuk klub di musim terakhir Perserikatan yang juara, tapi belum inti. Masih cadangan, pelapis," kata Mulyana kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Kamis (21/1/21).

Setelah itu, Mulyana mulai mendapatkan tempat di tim inti memasuki Liga Indonesia 1994-1995. Pelatih Indra Thohir memberinya kesempatan untuk menampilkan permainan terbaik.

Selain bek, Mulyana juga bisa bermain di posisi gelandang, sehingga membuatnya sering mendapat jam terbang. Dia kembali merasakan titel juara di Liga Indonesian 1994-1995.

Pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion Utama Senayan (kini SUGBK), Jakarta, Mulyana masuk dalam skuat inti. Berkat usaha dan kerja keras tim, Persib akhirnya bisa memetik kemenangan 1-0 atas Petrokimia Putra via gol semata wayang Sutiono Lamso.

"Liga Indonesia I, baru inti karena Roy Darwis cedera. Jadi dulu kadang pelapis Roy Darwis kadang pelapis Asep Sumantri di gelandang bertahan," ungkap Mulyana.

Baca Juga
Baca Juga

"Posisi saya ada dua, untungnya itu jadi bermain terus. Dulu mah kan stopper dan gelandang bertahan, dipercaya sama Indra Thohir dari Liga Indonesia I mulai inti," kenangnya.

Legenda Persib asal Subang ini, menutup karier sebagai pemain Persib di Liga Indonesia 2001. Dia mengantarkan tim kebanggaan Bobotoh lolos ke babak 8 besar.


1. Kegiatan Pasca-Pensiun

Skuat Persib Bandung saat menjadi juara di Piala Perserikatan 1990.

Setelah pensiun sebagai pesepak bola profesional, aktivitas sehari-hari Mulyana adalah bekerja sebagai seorang pengajar di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Subang.

"Saya kan di Dinas Pendidikan Subang, sekarang ngajar di sekolah dasar (SD). Jadi PNS, guru di SD dekat rumah di Subang," ujar Mulyana.

"Dulu kan langsung kuliah setelah berhenti main sepak bola, ngambil kelas karyawan, jurusnya PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), jadi beres main bola langsung ngambil kuliah," ucapnya menambahkan.

Baca Juga
Baca Juga

Meski sibuk dengan pekerjaan sebagai pengajar, Mulyana masih sering bermain sepak bola, walaupun sebatas hiburan saja dan silaturrahmi bersama rekan-rekan kerja atau dengan mantan pemain Persib Bandung lainnya.

"Biasanya setiap hari Jumat ada jadwal dari Disdik Subang ada jadwal sepak bola kunjungan ke daerah-daerah, kebersamaan juga," ungkapnya.

"Sama mantan pemain Persib juga masih, kaya pas acara sponsor, jadi silaturrahmi tetap terjaga. Kami terakhir main pas bareng komunitas Jersey di Parongpong, sebelumnya di Purwakarta juga. Senang sih kalau sudah kumpul-kumpul begitu. Nostalgia," tutur Mulyana.

Selain itu, Mulyana sempat beberapa kali menangani tim dan menjadi asisten pelatih di Kabupeten Subang. Ia mengantongi lisensi C Diploma.

"Sudah ambil kursus kepelatihan lisensi C, C Diploma kemarin-kemarin sama kang Deny Syamsudin di Lapangan Lodaya September kalau tak salah. Sama Aang Suparman, Ade Abdillah juga," katanya.

"Dulu sebelum ambil lisensi sudah sempat jadi asisten pelatih Mustika Hadi di Kab. Subang pegang Porda. Pernah juga pegang usia 15 pas Piala Pangdam kalau nggak salah, di Siliwangi kami juara," kenangnya.

Baca Juga
Baca Juga

Dalam waktu dekat, Mulyana berencana membuat sekolah sepak bola yang akan diberi nama SSB Mulyana. Dia sengaja membuatnya untuk berbagi ilmu dan pengalaman sepak bola sekaligus membina anak-anak di daerah sekitar kediamannya.

"Rencananya SSB mau berjalan. Kasihan anak-anak di sini, mumpung liga belum mulai di dekat rumah bikin SSB sendiri. Kemungkinan baru berjalan bulan depan karena kan masih PSBB. Rencana membina anak SD usia 8 tahun sampai 13 tahun paling besar," jelasnya.

Persib BandungBandungPerserikatanIndra ThohirLiga 1Bola IndonesiaBerita Liga 1

Berita Terkini