x

Menpora Siap Komunikasi dengan Polisi demi Izin Kompetisi

Rabu, 3 Februari 2021 12:35 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Pipit Puspita Rini
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali (tengah), memantau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat.

INDOSPORT.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku siap membantu PSSI menggulirkan kembali kompetisi. Bahkan Menpora siap membantu turut berkomunikasi dengan pihak kepolisian guna memberikan izin kompetisi Liga 1.

Memang hingga saat ini PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator terbentur masalah perizinan dari pihak kepolisian untuk menggulirkan kompetisi. Hingga saat pihak kepolisian belum juga memberikan izin tersebut.

Berbagai cara sudah dilakukan PSSI guna menyakinkan pihak kepolisian agar memberikan izin. Namun, hingga sekarang hasilnya masih nihil dan kompetisi pun belum bisa dijalankan.

Terkait permasalahan kompetisi menjadi salah satu poin yang dilaporkan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan ketika bertemu Zainudin Amali. Mendengar hal ini, Zainudin Amali mencoba membantu dengan turut berkomunikasi dengan pihak kepolisian.

Baca Juga
Baca Juga

"Tapi yang dilaporkan ke kami secara umum, bahwa mereka (PSSI) berharap dapat izin dan protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat. Belum bicara detail, karena kami di intenal akan rapat lagi," kata Zainudin.

"Setelah mendapat laporan dari PSSI, kami akan komunikasi dengan kepolisian. Tentu secara paralel PSSI juga berkomunikasi dengan kepolisian. Jadi itu garis besarnya," kata Zainudin menambahkan.

Sementara itu, Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan tetap meminta doa masyarakat Indonesia agar izin segera didapat. Bila izin sudah didapat PSSI dan LIB bisa langsung menyiapkan kompetisi musim 2021.

"Mohon doanya mudah-mudahan bisa diproses dengan baik. Dan apabila kami sudah mengantongi izin, kami akan melakukan persiapan untuk klub menyongsong kompetisi," ujar Iriawan.

PSSILiga IndonesiaLiga 1PT Liga Indonesia Baru (PT LIB)Mochamad IriawanZainudin AmaliBerita Liga 1

Berita Terkini