Mengungkap Rahasia Sukses Fred di Manchester United
INDOSPORT.COM - Fred sukses menjelma jadi pemain penting di lini tengah Manchester United, sejak kedatangannya di Old Trafford tiga tahun silam.
Pemain asal Brasil itu diboyong The Red Devils dari Shakhtar Donetsk pada musim panas tahun 2018, dengan mahar 47 juta poundsterling (Rp875 miliar) dan dikontrak selama lima tahun.
Namun sang gelandang sempat mengalami kesulitan untuk beradaptasi di skuat Setan Merah. Bahkan sempat dirumorkan akan dilepas pada musim panas 2020.
Namun hal tersebut batal karena sepanjang musim lalu, ia berhasil membayar kepercayaan pelatih Ole Gunnar Solskjaer yang memainkannya sebagai gelandang reguler menggantikan Paul Pogba yang pada saat itu mengalami cedera.
Performa impresif tersebut ternyata mampu dipertahankan oleh Fred hingga musim ini, dimana ia tampil konsisten dan jadi andalan di lini tengah bersama Scott McTominay.
Sejauh ini, Fred telah bermain di 34 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Meski belum mencetak gol, namun ia sudah menyumbang satu assist.
Jurnalis Manchester Evening News, Dominic Booth, membuat ulasan yang menarik soal peran Fred pada musim 2020/2021 ini. Dia melihat pemain asal Brasil itu sedang didesain untuk menjadi Park Ji-sung baru oleh Solskjaer.
"Fred tidak akan selalu menarik perhatian, dia tidak memiliki bakat untuk mencetak gol dan dia bukan gelandang Brasil yang penuh skill," kata Booth.
"Solskjaer memandangnya dengan cara yang mirip dengan pandangan Sir Alex Ferguson tentang Park Ji-sung," imbuh Booth.
Ji-sung dikenang fans United karena etos kerjanya yang tinggi. Dia mendapat julukan 'Three Lungs' karena tidak pernah berhenti mengejar lawan ketika itu memang menjadi tugasnya.
"Meskipun dia pemain terkenal, dia setuju untuk dipakai sebagai anjing penjaga," ucap Andrea Pirlo tentang legenda sepak bola Korea Selatan itu.
1. Rahasia Sukses dan Peran Fred di Man United
Salah satu laga yang membuat Fred mendapat sorotan adalah kala Manchester United menang 2-0 lawan Manchester City, di pekan ke-28 Liga Inggris pada Minggu (07/03/21) lalu di Stadion Etihad.
Pemain berusia 28 tahun itu diangap sukses mematikan para pemain tengah kreatif Man City, sehingga aliran bola The Citizens ke depan tidak berjalan dengan baik.
Pengaruh besar Fred dalam laga tersebut pun membuat pakar Liga Inggris yang juga mantan pemain Manchester United, Paul Scholes, merasa kalau dia adalah pahlawan kemenangan Setan Merah.
"Fred dan McTominay memiliki tugas berat, tetapi Anda bisa melihat betapa ketat dan kompaknya mereka. Tidak ada ruang untuk Manchester City di sana," tutur Scholes dikutip dari Mirror.
"Fred dan McTominay memenangi bola dan berhasil mematahkan servis Manchester City dengan baik. Ini bekerja dengan sempurna."
"Para pemain terbaik City jelas adalah Kevin De Bruyne dan Ilkay Guendogan. Jadi jika Anda menghentikan mereka, Anda akan menghentikan City. Anda harus mengatakan bahwa mereka tidak benar-benar berpengaruh pada permainan."
Keberhasilan Fred memberikan pengaruh besar dalam derbi Manchester dan juga menjadi salah satu pemain penting di Manchester United tentu memiliki rahasianya sendiri.
Menurutnya faktor kebugaran tubuh adalah rahasianya. Fred merasa bahwa untuk bisa berkontribusi kepada tim, dia harus memiliki fisik yang bagus.
"Umur saya sudah 28 tahun, jadi bagus untuk merawat tubuh. Tubuh saya adalah alat kerja saya, bukan?," ucap Fred seperti dilansir dari Manchester Evening News.
"Jadi apa yang saya lakukan dengan pelatih kebugaran penting bagi saya untuk berkembang di lapangan."
"Kami banyak ngobrol dengan pelatih kebugaran klub untuk menyeimbangkan latihan," ujar Fred.
"Semua yang saya lakukan di pusat latihan klub, tidak saya lakukan di rumah. Saya dan pelatih juga menjaga pola tidur," sambungnya.
"Saya punya sekelompok orang untuk menganalisa tidur saya dan segalanya," tukas Fred.
Fred jelas tidak punya umpan ajaib seperti Kevin De Bruyne. Dia tak piawai mencari celah mencetak gol seperti Bruno Fernandes. Tapi, Fred bisa membuat lini tengah Man United bertenaga dan berada di setiap jengkal lapangan.