Nicolo Barella: 'Nyawa' Inter Milan dalam Meraih Scudetto ke-19
INDOSPORT.COM – Jasa seorang Nicolo Barella dalam membuat Inter Milan menggondol Scudetto ke-19 nya tak bisa diabaikan begitu saja. Ia adalah sosok vital di balik kesuksesan yang dirah Nerazzurri.
Inter berhasil merengkuh Scudetto ke-19 usai dipastikan menjadi kampiun Serie A Italia 2020/21. Kepastian Nerazzurri menjadi juara tak lepas dari hasil imbang yang diraih Atalanta.
Atalanta hanya mampu mendulang satu poin dalam lawatannya ke Sassuolo di pekan ke-34. Hasil imbang 1-1 cukup untuk membuat Inter menjadi kampiun Serie A musim ini.
Secara matematis, Inter yang telah mengoleksi 82 poin tak mampu dikejar Atalanta yang ada di tempat kedua dengan 69 poin berkat hasil imbang tersebut.
Dengan perbedaan 13 poin di empat laga tersisa, Inter Milan pun berhak menjadi kampiun Serie A Italia 2020/21 dan mengakhiri dominasi Juventus yang telah merajai ajang ini selama sembilan tahun berturut-turut.
Kredit diberikan kepada Antonio Conte tentunya. Tanpa disadari, Allenatore berusia 51 tahun menjadi sosok yang mengawali dan mengakhiri dominasi di Serie A.
Ia menjadi sosok pertama yang mengawali dominasi Juventus kala menjuarai Serie A di musim 2011/12 yang dilanjutkan suksesornya hingga 2019/20.
Conte pula yang juga mengakhiri dominasi tersebut di musim ini bersama rival abadi Juventus yakni Inter dengan meraih Scudetto pada musim 2020/21.
Selain kredit diberikan kepada Conte, kredit juga diberikan kepada para penggawa Inter yang telah berjuang keras selama hampir satu musim penuh untuk mewujudkan Scudetto pertama dalam 10 tahun terakhir serta mengakhiri dominasi Juventus.
Dari sekian banyak pemain, ada satu nama yang tak bisa diabaikan begitu saja perannya dalam keberhasilan Inter Milan meraih Scudetto ke-19. Ia adalah Nicolo Barella.
1. Peran Vital Nicolo Barella
Dibandingkan dengan nama seperti Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez, nama Nicolo Barella tak begitu diperhatikan perannya.
Maklum, ia hanyalah seorang gelandang tengah dengan kontribusi gol yang minim. Untuk sepak bola modern yang hanya melihat statisik gol dan assist saja, wajar jika peran Barella diabaikan begitu saja.
Tapi tanpa disadari, Barella adalah nyawa dari permainan Inter di bawah arahan Conte.sekilas, sebutan ‘nyawa’ memang terlihat berlebihan. Akan tetapi, itulah fakta yang terlihat di lapangan.
Barella adalah pemain paling vital dalam skema yang dimainkan Conte. Dalam formasi 3-5-2, ia berada di tengah sebelah kanan.
Porsi yang ia mainkan pun begitu lengkap. Barella berperan sebagai gelandang Box to Box dengan kemampuan Playmaking yang baik.
Sebagai gelandang Box to Box, Barella memiliki daya juang dan stamina mumpuni. itu, ia juga memiliki kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya.
Dalam bertahan, Barella mampu melakukan 499 Pressing (tekanan) ke lawan dan menjadi yang terbanyak di Serie A musim ini. Belum lagi dengan jumlah tekel yang ia buat dengan tingkat keberhasilan yang cukup baik yakni 38 tekel sukses dari 55 percobaan.
Sebagai gelandang tengah pula, Barella harus memiliki kemampuan untuk mengontrol permainan dan menjadi penyambung bola dari lini belakang ke lini serang.
Untuk di bagian ini, Barella melakukan perannya dengan baik di mana tingkat kesuksesan operan akuratnya mencapai 85 persen per 90 menit di Serie A musim ini.
Kemampuan Playmaking pemain berusia 24 tahun itu pun tak boleh dianggap remeh. Sejauh ini di Serie A 2020/21, ia melepaskan 43 Key Passes (umpan kunci) dan mencetak nilai xA (Expected Assist) sebesar 4.8 xA.
Dengan catatan itu, apakah melebih-lebihkan jika menyebut Barella adalah nyawa Inter Milan dalam meraih Scudetto ke-19 nya? Tentu tidak. Tanpanya, mungkin Nerazzurri akan kesulitan memainkan permainan yang diinginkan Antonio Conte.