Andai Latih Real Madrid, Massimiliano Allegri Akan Dapat Gaji Segini
INDOSPORT.COM - Teka-teki kemanan Massimiliano Allegri akan melatih musim depan akhirnya terjawab sudah. Pelatih berusia 53 tahun itu akan kembali menukangi Juventus menggantikan Andrea Pirlo.
Seperti diketahui, Andrea Pirlo dipecat oleh Juventus akhir musim ini lantaran gagal membawa tim bersaing memperebutkan gelar, hingga terseok-seok di papan tengah dan nyaris bermain di Liga Europa musim depan.
Sebelum memutuskan untuk melatih Juventus, Allegri sempat menganggur selama kurang lebih dua musim, sejak mengundurkan diri dari Bianconeri pada tahun 2019.
Hal tersebut membuat sejumlah klub berlomba untuk menggodanya bergabung. Sebut saja tim-tim besar yang tertarik kepadanya ada Real Madrid, Manchester United, Chelsea hingga AC Milan.
Namun dari nama-nama tersebut, Real Madrid lah yang paling intens menggodanya. Sebab, mereka akan ditinggal oleh pelatih Zinedine Zidane akhir musim ini.
Bahkan menurut laporan dari Gazzetta Dello Sport, Real Madrid dan Allegri sudah menjalin kesepakatan dan tinggal selangkah lagi ia melatih di Santiago Bernabeu.
Sang manajer hanya diberikan kontrak jangka pendek. Kontrak awalnya berdurasi dua tahun dan bisa diperpanjang tergantung performa sang manajer.
1. Kesepakatan Gagal
Namun gaji yang ia terima cukup besar, di mana ia akan digaji sebesar 10 juta euro per musim di Madrid.
Sayang, kesepakatan tersebut harus pupus karena Massimiliano Allegri didetik-detik akhir justru memilih untuk kembali latih Juventus.
"Selamat kembali ke rumah, Max! Massimiliano Allegri sekali lagi menjadi manajer Juventus. Allegri menemukan kembali bangku cadangan yang ia sangat kenali,"
"Klub yang ia cintai dan juga mencintainya, sebab hari ini sebuah perjalanan baru dimulai bersama, menuju tujuan-tujuan baru," ungkap pernyataan resmi Juventus.
Selama masa kepelatihan Allegri sebelumnya, Juventus dibawanya mendominasi di Liga Italia dengan memenangi lima Scudetto beruntun, plus empat Coppa Italia.
Allegri dan Juventus juga bahu-membahu hingga sukses mencapai final Liga Champions di dua kesempatan, kendati selalu kandas.