Aksi Babe Cabita Parodikan Cristiano Ronaldo Geser Coca-Cola Jadi Bahan Meme Media Asing
INDOSPORT.COM - Cristiano Ronaldo sedang mendapat sorotan dunia karena menyingkirkan dua botol Coca-Cola saat konferensi pers jelang laga Portugal vs Hungaria di Euro 2020.
Aksi Cristiano Ronaldo itu membuat para komedian seluruh dunia saling berlomba membuat video parodi termasuk ada dari Indonesia yaitu Babe Cabita.
Dalam video yang diunggah Babe Cabita di Instagram pada Kamis (17/6/2021), dirinya berlagak seperti Cristiano Ronaldo saat sedang menjalani jumpa pers.
Di akhir video, para penonton dibuat tertawa terpingkal-pingkal karena Babe Cabita malah berubah menjadi tukang kasir di sebuah super market.
"Ini bedanya Cristiano ronaldo dengan babecabito," tulis Babe Cabita dalam keterangan di Instagram.
Video parodi dari Babe Cabita langsung viral bahkan mejadi bahan meme media asing bernama Football Memes di media sosial, Facebook.
Media tersebut menyebut kalau video parodi dari komedian asal Indonesia itu sejauh ini masih menjadi yang terbaik dibanding dengan video parodi lainnya.
"Yang terbaik sejauh ini," tulis Football Memes.
Sementara itu, setelah Cristiano Ronaldo menyingkirkan botol Coca-Cola, perusahaan minuman Amerika Serika tersebut langsung mengalami penurunan harga saham sebesar 1,6 persen.
Saham Coca-Cola, yang dihargai 56,1 US Dollar, turun menjadi 55,22 US Dollar setelah tindakan mega bintang Portugal itu. Nilai pasar Coca Cola juga turun sebesar 4 miliar US Dollar atau sekitar 57 triliun rupiah dalam beberapa jam.
1. Ronaldo Dapat Ancaman dari UEFA
Aksi Cristiano Ronaldo yang sengaja menyingkirkan botol Coca-Cola langsung membuat UEFA geram. UEFA langsung menyampaikan himbauan kepada tim peserta Euro agar hal serupa tidak terulang.
"UEFA mengingatkan tim bahwa partnership adalah bagian tak terpisahkan dari turnamen dan menjaga pengembangan sepak bola di penjuru Eropa, termasuk untuk sektor usia dini dan wanita," tulis UEFA.
Tidak hanya UEFA, direktur turnamen Euro 2020, Martin Kelly, juga menyampaikan pernyataan keras. Dirinya menyebut kalau bukan tidak mungkin sanksi bakal dijatuhkan, meski itu tidak berlaku untuk personal pemain.
"Kami tidak akan pernah menghukum atau mendenda pemain langsung dari sisi UEFA, kami melakukan ini selalu melalui federasi, lalu mereka yang akan melihat untuk kemudian bertindak," ujar Martin Kelly dilansir dari The Sun.
"Kami punya regulasi yang sudah ditandatangai oleh federasi," ucapnya menambahkan.