Liga 1: Suporter PSS Sleman Tewas di Yogyakarta, Brajamusti Ikut Terseret di Media Sosial
INDOSPORT.COM – Akibat terjadinya insiden tewasnya salah satu juru parkir di Sleman, Yogyakarta, suporter PSIM, Brajamusti, ikut terseret di Media Sosial.
Tagar yang berbunyi #BrajamustiPembunuh tengah menjadi topik hangat, bahkan trending di akun media sosial, twitter pada hari ini Rabu (03/08/22).
Sebagai tambahan informasi, Brajamusti adalah kepanjangan dari Brayat Jogja Mataram Utama Sejati, yang merupakan sebutan suporter fanatik dari PSIM Yogyakarta.
Munculnya tagar tersebut disebabkan dari insiden pengeroyokan yang dilakukan kepada juru parkir di depan Manna Kampus, atau Mirota Babarsari pada Selasa (26/07/22) lalu.
Pengeroyokan tersebut diiringi dengan penganiayaan yang menyebabkan korban terluka parah, dan akhirnya meninggal dunia.
Juru parkir yang meninggal tersebut, sebelumnya sempat di operasi bagian belakang kepalanya. Namun karena kondisinya yang telah kritis, dan parah, korban tidak bisa diselamatkan.
Baru-baru ini, muncul dugaan bahwa pelaku pengeroyokan dan penganiayaan itu diduga adalah oknum suporter PSIM.
Sementara, para pelaku pembunuhan tersebut untuk saat ini telah diamankan oleh pihak Kepolisian di Sleman, Yogyakarta.
Diketehui setelah pihak kepolisian mengamankan sedikitnya lima orang atas kasus penganiayaan, yang menyebabkan seorang juru parkir meninggal dunia.
Akibat pembunuhan tersebut, lantas memunculkan banyak respons yang tak terkendali dari berbagai netizen Indonesia dengan menyerukan tagar #BrajamustiPembunuh.
1. Tuntutan Netizen terhadap Aksi Pembunuhan Tersebut
Kebanyakan netizen Indonesia mengecam pengeroyokan dan penganiayaan yang berbuntut menjadi pembunuhan terhadap juru parkir.
Mereka menyerukan dukungan agar kasus tersebut bisa diusut tuntas, dengan juga menyertakan tagar #BrajamustiPembunuh.
"Jika sepakbola lebih mahal dari pada nyawa maka kami lebih memilih hidup tanpa SEPAK BOLA!! @Brajamusti_YK #bcsberduka #brajamustipembunuh #usuttuntas," tulis @erik**
"Kalian bukan penjahat kalian bukan pelaku tapi kalian pembunuh, PELAKU MACAK KORBAN! #BrajamustiPembunuh," tambahnya
Selain terdapat keprihatinan, namun banyak juga tweet yang mengungkapkan tentang pembelaan terhadap aksi pembunuhan yang terjadi tersebut.
"Kalian bukan penjahat. Kalian bukan pelaku. Kalian Istimewa. Saya lebih respek pada kalian drpd pada ndoro saya !!!" tulis akun @***
“Rung ngucapke salah, wis ngucapke yo isih salah. Sek komen podo galak-galak. Pancen well tenan kok tonggo deso. Nderek belosungkowo kagem alm dan keluarga. Mugi alm khusnul khotimah,” ujar @don***
Namun, postingan di atas juga mendapatkan balasan dari netizen lain, yang menegaskan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh suporter Brajamusti.
“Luih galak kelakuan e konco koncomu mas #Brajamusti Pembunuh” ungkap @Ros***
2. Suporter Pasoepati Kirimkan Karangan Bunga
Komunitas suporter klub Liga 1 Persis Solo, Pasoepati, mengirim karangan bunga tanda duka cita atas kepergian salah satu suporter PSS Sleman yang jadi korban kerusuhan di Yogyakarta.
Klub Liga 1 Indonesia, PSS Sleman, tengah berkabung usai salah satu fans mereka Tri Fajar Firmansyah meninggal dunia lantaran menjadi korban kerusuhan antar oknum suporter di Yogyakarta belum lama ini.
Melalui akun instagram PSS Sleman @pssleman pada Selasa (02/08/22), klub yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo tersebut mengumumkan kabar meninggalnya Tri Fajar Firmansyah.
Menurut informasi, mendiang merupakan tukang parkir yang bekerja di daerah Babarsari, Sleman, Yogyakarta menjadi korban salah sasaran buntut kerusuhan antar oknum suporter yang terjadi di Yogyakarta belum lama ini.
Baca selengkapnya: Suporter PSS Sleman Korban Meninggal di Yogyakarta, Pasoepati Persis Solo Kirim Karangan Bunga