x

Transfer Casemiro Jadi Bukti Strategi ‘Licik’ Glazer untuk Bungkam Pendukung Man United

Jumat, 19 Agustus 2022 11:40 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Manchester United dilaporkan segera bungkus Casemiro dari Real Madrid, tetapi siapa sangka transfer ini menjadi strategi ‘licik’ Glazer.

INDOSPORT.COM – Klub Liga Inggris (Premier League), Manchester United, dilaporkan makin dekat memboyong Casemiro dari Real Madrid. Siapa sangka transfer ini menjadi strategi ‘licik’ Glazer untuk membungkam pengkritiknya.

Manchester United membuat gebrakan jelang penutupan bursa transfer, di mana raksasa Liga Inggris itu dilaporkan makin dekat menggaet bintang Real Madrid, Casemiro.

Baca Juga

Dilaporkan oleh berbagai pakar transfer, Manchester United telah mengirimkan tawaran menggiurkan kepada Real Madrid untuk mendapatkan pemain berusia 30 tahun tersebut.

Disebutkan oleh Fabrizio Romano, Man United bersedia menggelontorkan dana 60 juta euro (Rp898 miliar) plus bonus 10 juta euro (Rp149 miliar) demi Casemiro.

Tawaran itu ternyata membuat Real Madrid melunak dan bersedia melepas pemain yang diboyongnya dari Sao Paulo pada 2013 itu.

Baca Juga

Di sisi lain, Casemiro pun ternyata sudah melakukan negosiasi personal dengan pihak Man United melalui sang Direktur Olahraga, John Murtough.

John Murtough melakukan negosiasi secara personal itu saat berkunjung ke kota Madrid, Spanyol, untuk melakukan aktivitas transfernya.

Casemiro menyepakati tawaran personal yang diberikan Man United, di mana gajinya akan naik dua kali lipat dari apa yang diterimanya di Real Madrid.

Baca Juga

Makin dekatnya Casemiro bergabung Man United pun disambut suka cita sebagian pendukung Setan Merah, yang memang merasa timnya membutuhkan gelandang tengah baru.

Namun di sisi lain, sebagian pendukung Man United merasa transfer Casemiro hanyalah sebuah cara bagi Keluarga Glazer selaku pemilik, membungkam mulut para pengkritiknya seperti yang sudah-sudah.


1. Glazer dan Kritik yang Terus Menghantamnya

Avram Glazer, salah satu anggota keluarga Glazer yang menguasai saham klub Liga Inggris, Manchester United.

Sejak akusisinya sehingga menjadi pemilik Manchester United pada 2005, Keluarga Glazer terus dihantam badai kritik dari para pendukung Setan Merah.

Kritik yang ditampilkan pun dilakukan banyak cara, baik itu demo di stadion maupun membuat tim tandingan dengan nama United of Manchester.

Badai kritikan ini nampaknya tak berpengaruh bagi Glazer yang terus menerus mengeruk keuntungan dari kepemilikannya tersebut.

Baca Juga

Namun, kritik-kritik lewat aksi nyata ini ternyata sempat mengguncang Glazer yang pada akhirnya harus turun tangan demi memuaskan hasrat pendukung Man United.

Tanpa disadari, Glazer ternyata punya cara tersendiri untuk terus membungkam para pengkritiknya dengan strategi yang licik tapi jitu.

Strategi ini sudah diterapkan sejak 2014/15, kala Man United mengalami krisis sepeninggal Sir Alex Ferguson yang memutuskan pensiun.

Baca Juga

Strategi yang dimaksud adalah mendatangkan nama-nama besar, yang memuaskan hasrat pendukung Man United sebagai institusi besar secara global.

Tak percaya? Melihat kembali ke musim 2014/15, Glazer selalu mendatangkan pemain bernama besar yang membuat pendukung Man United silau mata, dan langsung tutup mulut.

Bahkan, para pengkritiknya ini justru berbondong-bondong datang ke toko memborong jersey pemain baru Man United, yang kemudian menguntungkan Glazer kembali. Siapa saja contohnya?


2. Bermula dari Musim 2014/15

Angel Di Maria (kiri) saat membela Manchester United

Pemain pertama adalah Angel Di Maria, yang kala itu berstatus Marquee Player. Ia datang pada musim panas 2014/15 dengan harga yang fantastis, yakni 75 juta euro.

Kedatangannya dibarengi dengan nama-nama menjanjikan lainnya, seperti Luke Shaw yang kala itu berstatus bakat muda terbaik di Inggris. Ada pula Ander Herrea, Marcos Rojo, dan juga Radamel Falcao.

Saat Man United di musim tersebut gagal berprestasi, teriakan dan tagar #GlazersOut kembali bergema. Tapi, semua itu mereda di musim selanjutnya.

Baca Juga

Pasalnya di musim selanjutnya Glazer mendatangkan Anthony Martial, peraih Golden Boy 2015 dan juga Memphis Depay yang punya nama besar di Belanda, serta Bastian Schweinsteiger.

Kedatangan ketiganya membuat pengkritik Glazer kembali membisu, meski pada akhirnya pada akhir musim kritikan itu hadir dan kembali dibungkam saat Paul Pogba datang pada musim 2016/17.

Siklus ini berlanjut hingga puncaknya terjadi pada akhir musim 2020/21, di mana Man United jeblok sehingga pendukungnya menggeruduk Old Trafford saat timnya hendak melawan Liverpool pada 2 Mei 2021.

Aksi demo hingga menerobos Old Trafford yang masif itu seharusnya membuahkan hasil dan bisa membuat Glazers cabut dari Man United.

Baca Juga

Tapi, Glazers dengan cerdasnya membungkam kritik masif itu dengan mendatangkan bintang besar seperti Cristiano Ronaldo, Raphael Varane, dan Jadon Sancho, yang membuat para pengkritiknya justru memberi keuntungan kepada mereka lewat penjualan jersey dan merchandise.

Dan pada musim ini, Glazer pun menggunakan taktik yang sama. Usai pasif di bursa transfer dan mendapat tekanan, Man United kini akan mendatangkan Marquee Player sekelas Casemiro.

Akankah kedatangan Casemiro akan kembali membungkam mulut para pengkritik Glazer seperti yang sudah-sudah? Atau kali ini fans Manchester United tidak akan silau mata lagi dan menuntut mundur sang pemilik?

Real MadridManchester UnitedAvram GlazerCasemiroIn Depth Sports

Berita Terkini