x

Warga Maluku Rayakan Kemenangan Belanda di Piala Dunia, Begini Sejarah 'Mesra' Mereka

Rabu, 30 November 2022 11:28 WIB
Penulis: Martini | Editor: Prio Hari Kristanto
Belanda sukses ke babak 16 besar usai kalahkan Qatar di laga akhir Grup A Piala Dunia 2022 (Foto: REUTERS/Alberto Lingria).

INDOSPORT.COM - Sejumlah masyarakat Maluku turut merayakan kemenangan Belanda atas Qatar di Piala Dunia 2022.

Belanda sukses membungkam tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar, dengan skor 2-0 dalam matchday ketiga di Grup A yang dihelat di Stadion Al Bayt, Selasa (29/11/22).

Pada laga Belanda vs Qatar tersebut, dua gol De Oranje datang dari Cody Gakpo (menit 26') dan Frenkie de Jong (menit 49').

Dengan kemenangan ini, Belanda berada di puncak klasemen akhir Grup A Piala Dunia 2022 dengan mengemas tujuh poin, diikuti oleh Senegal yang kini meraih enam poin.

Sementara pada peringkat ketiga, ada Ekuador yang meraih empat poin, dan di posisi dasar klasemen ditempati oleh Qatar yang gagal mendapatkan angka satu pun.

Baca Juga

Dengan hasil ini, Belanda dan Senegal menjadi tim keempat dan kelima yang telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar. 

Siapa sangka, di balik kemenangan Timnas Belanda ini, masyarakat di Ambon, Maluku, juga ikut merayakannya dengan pawai menggunakan kendaraan bermotor.

Baca Juga

Mereka pawai dengan membawa atribut Timnas Belanda, seperti bendera dan kaos berwarna oren khas Negeri Kincir Angin.

Aktivitas penggemar sepak bola asal Timur Indonesia ini juga diunggah melalui akun Twitter resmi Timnas Belanda, @OnsOranje.

Baca Juga

1. Sejarah Kedekatan Maluku dan Belanda

Keziah Veendorp, Stefano lilipaly, dan Giovanni van Bronckhorst memiliki darah Maluku meski lahir di Belanda.

Influencer atau pegiat sejarah, Saddam Husein, melalui akun Twitter @mazzini_gsp mengungkapkan 'hubungan mesra' antara masyarakat Maluku dan negara Belanda.

Menurutnya, hubungan Maluku dan Belanda sudah harmonis sejak masa kolonialisme atau bisa dikatakan masa penjajahan.

"Salut untuk ikatan yang sejak empat abad masih terjalin antara Belanda dan Maluku," tulisnya melalui akun Twitter @mazzini_gsp.

"Bermula dari kedekatan faktor agama, di era kolonial orang Maluku terutama yang beragama Kristen sering mendapat keistimewaan dari Belanda. Mulai dari tempat tinggal, karier dan gaji yang lumayan."

"Elite Hindia Belanda sering memberi lahan tempat tinggal bagi orang-orang Maluku jika mereka merantau ke luar daerah."

Baca Juga

"Selain itu, banyak pilihan profesi yang aksesnya dengan mudah diberikan oleh pemerintah Kolonial. Menjadi tentara KNIL, pegawai, artis, olahragawan hingga pelaut."

"Faktor lain yang memicu kedekatan ini, saat Indonesia resmi berdaulat lewat KMB 1949, banyak orang Maluku yang memilih menjadi warga negara Belanda dan pindah dari Indonesia."

Baca Juga

"Tentunya orang Ambon yang sekarang memiliki keluarga di Belanda, punya ikatan batin, pun sebaliknya," jelas @mazzini_gsp.

Fakta ini bisa menjawab mengapa banyak pemain sepak bola keturunan Maluku di Belanda, salah satunya adalah Stefano Lilipaly yang kini naturalisasi menjadi WNI.

Beberapa pemain berdarah Maluku yang juga sukses menjadi pesepak bola dunia dengan seragam Timnas Belanda, di antaranya adalah Nigel De Jong, Roy Makaay, Giovanni van Bronckhorst, dll. Sebagian dari mereka menjadi andalan di Piala Dunia.

Baca Juga
BelandaPiala DuniaPiala Dunia 2022MalukuSejarahTrivia Piala Dunia 2022

Berita Terkini