x

Dilirik Inter Milan, 3 Alasan Yann Sommer Banjir Tawaran Meski Main Buruk di Piala Dunia 2022

Selasa, 27 Desember 2022 20:00 WIB
Editor: Subhan Wirawan
Apa yang membuat sejumlah klub top Eropa termasuk Inter Milan, rela bersaing demi dapatkan kiper gaek Yann Sommer yang bahkan tampil buruk di Piala Dunia 2022.

INDOSPORT.COM – Apa yang membuat sejumlah klub top Eropa termasuk Inter Milan, rela bersaing demi dapatkan tanda tangan kiper gaek Yann Sommer yang bahkan tampil buruk di Piala Dunia 2022.

Jelang dibukanya bursa transfer bulan Januari mendatang, nama Yann Sommer memang mendadak jadi perbincangan sejumlah direktur klub Eropa.

Pasalnya, kiper berusia 34 tahun tersebut tengah diincar beberapa tim top seperti Inter Milan, Manchester United hingga Bayern Munchen.

Kemampuan Yann Sommer sendiri di bawah mistar gawang sejatinya tidak terlalu mentereng, lantaran sang pemain hanya memperkuat Borussia Monchengladbach yang notabene cuma tim papan tengah di Liga Jerman.

Sejak datang ke Liga Jerman dari FC Basel menuju Gladbach pada 2014 silam, Yann Sommer dianggap sebagai salah satu bintang top lantaran mampu membawa klubnya tiga kali finis di empat besar.

Baca Juga

Meski statusnya belum bisa disejajarkan dengan legenda-legenda Die Fohlen seperti Jupp Heynckes atau Allan Simonsen, namun tidak dapat diragukan lagi jika Yann Sommer adalah salah satu pemain paling berpengaruh di Borussia-Park era modern.

Di ajang Piala Dunia 2022, penampilan Yann Sommer juga tidak terlalu mencolok bahkan di pertandingan terakhir dirinya sempat dipermalukan Portugal.

Baca Juga

Menghadapi Portugal pada babak 16 besar, Yann Sommer yang menjadi kiper utama Swiss harus tersingkir dengan skor telak 6-1.

Hasil tersebut jadi kekalahan terbesar Swiss sepanjang gelaran Piala Dunia 2022, sekaligus tim dengan angka kebobolan terbanyak di babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Namun, meski gagal bawa negaranya lolos ke semifinal Piala Dunia 2022 bahkan terbantai setengah lusin gol oleh Portugal, nama Yann Sommer tetap laris di bursa transfer dan membuat banyak klub Eropa siap bersaing demi mendapatkannya.

Berikut INDOSPORT rangkum, tiga alasan mengapa Yann Sommer yang tampil buruk di Piala Dunia 2022 tetap berhasil menarik perhatian klub top Eropa pada bursa transfer nanti:

Baca Juga

1. Kaya Pengalaman

Pemain Swiss merayakan gol ketiga mereka di Piala Dunia 2022 dengan Granit Xhaka dan Denis Zakaria REUTERS-Hannah Mckay

Alasan pertama adalah karena Yann Sommer kaya pengalaman mentas di kompetisi Eropa. Selain di Liga Swiss yang jadi negara kelahirannya, Yann Sommer juga lama berkarier di kasta teratas Liga Jerman.

Tercatat, Yann Sommer sudah sembilan tahun memperkuat Borussia Monchengladbach dengan torehan 272 laga di Bundesliga.

Yann Sommer hanya kurang dua pertandingan untuk menyamai catatan Michael Klinkert sebagai pemain urutan ke-10 yang paling banyak bermain buat Borussia Monchengladbach di Bundesliga.

Selain di kompetisi domestik, Yann Sommer juga punya menit bermain cukup banyak di ajang Liga Champions hingga level internasional bersama Timnas Swiss.

Berbekal pengalaman tersebut, Yann Sommer diprediksi bakal jadi penjaga gawang serba guna untuk tim-tim yang bermain di beberapa kompetisi dalam semusim.

Baca Juga

Cocok Sebagai Pelapis
Berikutnya adalah kemampuan Yann Sommer yang cocok dipakai sebagai alternatif kiper utama. Dengan usia yang sudah mencapai 34 tahun, memang sangat riskan buat Yann Sommer bermain reguler.

Namun berkaca dari jam terbangnya yang sangat banyak, bahkan di musim ini dirinya selalu turun sebagai starter hingga pekan ke-10 Liga Jerman, membuat Yann Sommer bisa jadi opsi andai kiper utama alami cedera.

Baca Juga

Kondisi inilah yang coba diterapkan Inter Milan. Dengan hengkangnya Samir Handanovic yang merupakan kiper utama dalam beberapa musim terakhir, Inter Milan kini tidak lagi punya penjaga gawang senior yang punya banyak pengalaman tanding.

Akan sangat beresiko buat Inter Milan, jika mereka memaksa memainkan Alex Cordaz yang jarang diturunkan dalam dua musim terakhir untuk gantikan peran Onana sebagai kiper utama.

Untuk itulah, Inter Milan sangat ngebet datangkan Yann Sommer sebagai sosok pengganti Samir Handanovic. Bukan hanya sebagai pelapis, namun juga bisa menjadi mentor buat Andre Onana serta para kiper muda Inter Milan lain.

Baca Juga

2. Statistik Masih Oke

Kiper Swiss Yann Sommer di Piala Dunia 2018.

Terakhir adalah statistik permainan Yann Sommer yang masih sangat oke, meski saat ini usianya susah memasuki 34 tahun.

Melansir dari laman Fbref.com, disebutkan bahwa sepanjang musim 22/23 ini Yann Sommer mampu melakukan 47 kali save dan membantu Borussia Monchengladbach hanya menelan dua kekalahan saat dirinya tampil di Bundesliga.

Selain itu, sampai sekarang Yann Sommer juga masih memegang rekor sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak (19) dalam satu laga liga Jerman.

Berbekal kualitas yang masih sangat baik, tak heran jika Yann Sommer laris manis dan jadi incaran banyak klub top Eropa pada bursa transfer mendatang.

Baca Juga

Ditambah harga yang murah serta potensi mendapatkannya secara gratis, membuat Yann Sommer semakin jadi primadona jelang dibukanya transfer window Januari nanti.

Bursa TransferManchester UnitedInter MilanYann SommerPiala Dunia 2002Liga Italia

Berita Terkini