x

Pengurangan 15 Poin Belum Cukup, Juventus Bisa Kena Ban di Kompetisi Eropa dan Denda Rp377 Miliar!

Minggu, 22 Januari 2023 21:21 WIB
Penulis: Stefan Ariel Kristanto | Editor: Isman Fadil
Konsekuensi besar sudah menanti klub Liga Italia (Serie A), Juventus, setelah dikurangi 15 poin, yaitu bisa kena ban di kompetisi Eropa dan denda Rp377 miliar.

INDOSPORT.COM – Konsekuensi besar sudah menanti klub Liga Italia (Serie A), Juventus, setelah dikurangi 15 poin, yaitu bisa kena ban di kompetisi Eropa dan denda Rp377 miliar.

Juventus, yang menunjukkan tanda kebangkitan dan menghuni empat besar klasemen Liga Italia dengan 37 poin dari 18 laga, kini terjungkal ke peringkat sepuluh musim 2022/2023.

Hal ini menandakan bahwa perjuangan Bianconeri untuk meraih gelar Scudetto bisa dibilang pupus karena jarak poin yang cukup jauh itu.

Ya, Si Nyonya Tua terpaut 12 angka dengan rival-rival terdekat mereka di tujuh besar, seperti Lazio, Atalanta, dan AS Roma, sehingga butuh banyak keajaiban agar Juventus bisa kembali ke papan atas lagi.

Memang tidak ada yang mustahil mengintat Liga Italia 2022/2023 masih menyisakan 20 pertandingan lagi namun Nyonya Tua wajib bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Baca Juga

Sanksi pengurangan 15 poin tersebut dijatuhkan pada Juventus buntut dugaan manipulasi laporan keuangan klub, termasuk mengenai besaran nilai transfer sejumlah pemain yang digaet.

Bianconeri pun dikabarkan siap melawan dan mengajukan banding atas keputusan FIGC (PSSI-nya Italia) dalam kasus yang di Italia disebut sebagai plusvalenza itu.

Baca Juga

Petinggi, seperti Andrea Agnelli, Maurizio Arrivabene, Federico Cherubini, hingga Fabio Paratici pun tak luput dari sanksi larangan beraktivitas di pagelaran sepak bola Italia.

Juventus dberitakan memiliki waktu selama 30 hari guna mengajukan banding atas putusan FIGC itu.

Namun, tak cuma pengurangan 15 poin di Liga Italia saja sebab Juventus juga berisiko besar terancam kena larangan tampil di kompetisi Eropa hingga denda senilai Rp377 miliar.

Baca Juga

1. Juventus Bisa Kena Larangan Tampil di Kompetisi Eropa

Para pemain Juventus mengawal ketat bomber Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, di Liga Champions.

Dilaporkan oleh Gazzetta, Juventus berisiko besar terkena larangan tampil di kompetisi Eropa (Liga Champions, Liga Europa, dan UECL) setelah menerima 15 pengurangan poinn di Liga Italia.

Gazzetta menjelaskan bahwa UEFA dapat melarang Juventus untuk ikut serta dalam kompetisi Eropa karena ‘perilaku tidak sportif’ yang muncul dari penyadapan telepon yang ‘mengispirasi’ keputusan FIGC itu.

Nyatanya Bianconeri masih berisiko menghadapi pengadilan olahraga yang anyar atas dugaan pembayaran gaji diam-diam setelah puncak pandemi Covid-19.

Bila Juventus terbukti membayar gaji pemainnya secara diam-diam yang tak ada dalam laporan keuangannya, UEFA akan meninjau perjanjian penyelesaian dengan mempertimbangkan angka-angka baru dalam neraca mereka.

Si Nyonya Tua sebelumnya sempat dedenda 3,5 juta euro pada tahun 2021 lalu karena tidak mematuhi parameter Financial Fair Play (FFP).

Baca Juga

Akan tetapi, denda kali ini bisa meningkat hingga menjadi 23 juta euro atau sekitar 377 miliar rupiah bila raksasa Liga Italia itu gagal memenuhi kriteria keuangan UEFA.

Kriteria keuangan UEFA yang dimaksud adalah untuk tiga tahun ke depan sehingga dapat dilarangan ambil bagian kompetisi Eropa selama lebih dari semusim yang tergantung pada seberapa banyak kekalahan mereka.

Baca Juga

Larangan potensial hanya akan sahih apabila Juventus terkualifikasi kompetisi Eropa yang berarti bahwa jika Bianconeri tidak lolos ke tujuh besar saat ini, hukuman itu tidak akan diterapkan.

Hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa ini tidak akan diterapkan pada 2023/2024, tetapi baru akan dimulai setelah Bianconeri kembali mendapatkan salah satu tiket ke kompetisi Eropa.

Jika sampai terkena larangan UEFA, Juventus tentu disebut merugi mengingat Bianconeri juga tidak akan mendapatkan pemasukan dari kompetisi Eropa.

Baca Juga

Sumber: Football Italia

UEFAJuventusLiga Italia

Berita Terkini