x

Nasib 3 Pemain PSM Eks Juara Liga Indonesia 99/00: Tangani Timnas hingga Fabregas

Sabtu, 1 April 2023 04:46 WIB
Penulis: Henrikus Ezra Rahardi | Editor: Subhan Wirawan
Sebelum menjadi juara Liga 1 musim 2022-2023, PSM Makassar pernah memiliki skuad bertabur bintang yang menjuarai 1999-2000, inilah 3 di antaranya.

INDOSPORT.COM – Sebelum menjadi juara Liga 1 musim 2022-2023, PSM Makassar pernah memiliki skuad bertabur bintang yang menjuarai 1999-2000, inilah 3 di antaranya.

Seperti diketahui, PSM Makassar kembali menjadi Juara Liga 1 di musim 2022-2023 dan dipastikan usai mengalahkan Madura United pada hari Jumat (31/03/23) malam WIB.

PSM Makassar mampu memenangkan laga dengan skor 3-1 dengan dua gol di antaranya dicetak oleh Willem Jan Pluim, pengatur serangan asal Belanda.

Hanya saja, skuad Juku Eja pada Liga 1 musim ini masih kalah ternama dibandingkan skuad juara Divisi Utama musim 1999-2000.

Inilah 3 pemain yang membawa PSM juara Divisi Utama 1999-2000 yang disebut sebagai skuad bertabur bintang, sebelum kembali juara Liga 1 di musim 2022-2023 dilansir dari berbagai sumber.

Baca Juga

Hendro Kartiko

Salah satu penjaga gawang terbaik Indonesia di masanya dan mampu membuktikan diri bisa mendapatkan gelar juara Divisi Utama musim 1999-2000 bersama PSM Makassar.

Sepanjang karier sebagai pemain sepak bola profesional, gelar juara Liga Indonesia bersama PSM Makassar adalah yang pertama untuk Hendro Kartiko.

Baca Juga

Sedangkan gelar juara kasta tertinggi Liga Indonesia kembali didapat bersama Persebaya Surabaya pada tahun 2004.

Kini, Hendro Kartiko aktif menjadi pelatih kiper dan memulai karier sejak didapuk sebagai staf Milomir Seslija di Arema FC pada 2012 lalu.

Selepas cukup lama menangani beberapa tim Liga 1, seperti Sriwijaya FC, Madura United, hingga PSM Makassar, kini Hendro Kartiko ikut melatih penjaga gawang Bhayangkara FC.

Baca Juga

1. Bima Sakti

Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti.

Pemain lain yang turut andil dalam kesuksesan PSM Makassar menjadi juara Divisi Utama pada tahun 1999-2000 adalah Bima Sakti.

Dikenal sebagai gelandang tengah jempolan, Bima Sakti adalah jimat kemenangan Juku Eja kala itu bersama dengan pemain asing, Carlos De Mello.

Selepas pensiun sebagai pemain profesional, tepatnya pada 2016 usai membela Persiba Balikpapan Bima Sakti banyak berkecimpung sebagai pelatih, terutama untuk timnas Indonesia.

Memulai karier sebagai asisten pelatih dari juru taktik asal Spanyol, Luis Milla, dilansir dari Transfermarkt, Bima Sakti seolah tak hengkang dari timnas Indonesia.

Usai sempat menangani timnas senior sebagai pelatih interim di Piala AFF 2018, Bima Sakti kini diserahi untuk menangani pemain timnas Indonesia U-16.

Baca Juga

Kurniawan Dwi Yulianto

Dikenal sebagai penyerang cepat, Kurniawan Dwi Yulianto adalah salah satu mutiara sepak bola Indonesia di tahun 90-an.

Sempat membela klub Swiss, FC Luzern, karier Kurniawan kemudian berlanjut dengan membela Pelita, sebelum kemudian jatuh ke pangkuan PSM Makassar.

Baca Juga

Ketajaman pemain berjuluk Si Kurus ini seolah menjadi jimat PSM Makassar dalam meraih gelar juara Liga Indonesia musim 1999-2000 dengan mencetak sekitar 15 gol pada 1999-2000.

Kurniawan Dwi Yulianto sendiri sudah pensiun sebagai pemain profesional usai membela Persipon Pontianak pada 2013 lalu.

Sempat menjadi asisten pelatih timnas Indonesia dan menangani klub Malaysia, Sabah, kini Kurniawan Dwi Yulianto didapuk menjadi asisten pelatih klub kasta kedua Liga Italia, Como dan menangani pemain kelas dunia, seperti Cesc Fabregas dan Patrick Cutrone.

Sumber: Transfermarkt

Baca Juga
Kurniawan Dwi YuliantoPSM MakassarHendro KartikoBima SaktiLiga IndonesiaLiga 1Berita Liga 1

Berita Terkini