Alasan Mengapa Pemain Filipina Paling Laku di Liga 1 2023: Rasa ASEAN, Kualitas Eropa
INDOSPORT.COM - Klub-klub Liga 1 banyak yang mencomot pemain asal Filipina untuk menutupi kouta pemain asing ASEAN. Lantas apa yang membuat mereka banyak diminati?
Liga 1 2023/24 akan bergulir mulai 1 Juli mendatang. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator telah menetapkan jadwal selama semusim yang diawali pertandingan Persija Jakarta vs PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.
Liga 1 2023 akan memakai format baru yakni kompetisi reguler dengan 34 pertandingan dan dilanjut dengan championship series dari empat tim teratas kompetisi reguler.
Kompetisi reguler dimulai 1 Juli 2023 hingga 28 April 2024 dengan sistem home away. Lalu championship series pada 4-26 Mei 2024 dengan sistem knockout tapi dimainkan dua leg (home & away) yang mempertemukan empat klub teratas di reguler series.
Di championship series, tim peringkat empat akan melawan peringkat pertama di musim reguler. Lalu peringkat kedua akan bertemu peringkat ketiga. Pemenangnya akan bermain di partai final.
Selain format yang berubah, satu hal yang turut menarik perhatian adalah regulasi pemain asing.
Klub diizinkan merekrut 5+1 pemain asing (empat bebas, satu Asia + satu kuota ASEAN) dan seluruhnya dapat dimainkan dalam setiap pertandingan.
Terobosan paling baru adalah penggunaan kuota pemain ASEAN dengan alasan bisnis. Hal ini pun membuat klub berlomba-lomba mendapatkan pemain dari negara tetangga yang punya kualitas mumpuni.
Sejauh ini, sudah ada beberapa klub yang sudah penuhi kuota pemain ASEAN seperti Borneo FC, PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persita Tangerang, PSM Makassar, Madura United, PSS Sleman, Persik Kediri, Barito Putera dan Bali United.
Dari 11 klub tersebut, pemain Filipina paling laku atau paling banyak direkrut klub Liga 1 dan memperkuat Persita, Persik, Barito Putera, Persib, PSS serta PSM.
Persita amankan bek tengah Christian Rontini, Persik (Simen Lyngbo), Barito Putera (Mike Ott), Persib (Daisuke Sato), PSS (Anthony Pinthus) dan PSM (Kike Linares). Lima nama awal bahkan anggota Timnas Filipina.
1. Alasan Pemain Filipina Laku Keras
Jika ditelisik, enam nama tersebut memang berkewarganegaraan Filipina, tapi kualitas mereka bisa dibilang level Asia bahkan Eropa. Itu karena para pemain itu adalah keturunan atau mix blood.
Christian Rontini berdarah Italia dan pernah bermain di Serie D, Simen Lyngbo kelahiran Norwegia dan sempat beraksi di kasta ketiga, Mike Ott punya hubungan dengan Jerman serta sempat beraksi di kasta keempat.
Lalu Daisuke Sato punya darah Jepang dan pernah bermain di Liga Jepang, Rumania dan Norwegia. Anthony Pinthus kelahiran Swiss dan sempat berkarir di kasta keempat serta Kike Linares yang membela sejumlah klub Spanyol, negara kelahirannya.
Dengan demikian, klub Liga 1 yang mendatangkan para pemain tersebut bisa dibilang cerdik karena 'bisa' punya lima pemain asing (bebas) tanpa melanggar aturan.
Itu tentu jadi keuntungan tersendiri lantaran kualitas sejumlah nama dari Filipina itu bisa saja di atas pemain dari negara ASEAN lainnya.
Beberapa diantaranya bahkan multi posisi, yang tentu jadi kabar baik untuk pelatih masing-masing klub.
Sejauh ini, memang baru Daisuke Sato dan Mike Ott yang membuktikan kualitasnya di Liga 1. Itu karena keduanya bermain di Indonesia sejak musim lalu dan diperpanjang kontrak karena tampil apik.
Daisuke mainkan 31 pertandingan bersama Persib dengan catatan dua gol. Dia bisa beraksi di beberapa posisi, baik bek tengah, bek kiri, sayap kiri dan gelandang.
Sedangkan Mike Ott tampil 27 laga bersama Barito Putera dan berhasil ceploskan empat gol serta tiga assist. Ia bermain di pos gelandang serang dan dan gelandang tengah.
Oleh sebab itu, patut ditunggu aksi Rontini, Simen Lyngbo, Anthony Pinthus dan Kike Linares. Seharusnya mereka tidak kesulitan karena pernah bermain di Eropa dan Asia Tenggara.
Rontini selain masih berusia 23 tahun, tapi juga mahir mainkan beberapa posisi dari bek tengah, bek kanan dan gelandang bertahan.
Begitu pula dengan Simen Lyngbo yang bisa ditempatkan di bek tengah, bek kanan dan kiri.
"Tentu tidak ideal jika hanya mengandalkan satu pemain di posisi tersebut dan tim pelatih merekomendasikan Simen Lyngbo untuk mengisinya,” kata Direktur Persik Kediri, Arief Syaifuddin menyoal kedatangan Simen Lyngbo.
“Selain itu, Simen juga dapat bermain di beberapa posisi lainnya dan kita harapkan kehadirannya bisa meningkatkan performa tim ke depannya,” imbuhnya.
Sementara Kike Linares bisa bermain sebagai bek tengah dan bek kanan. Sedangkan Anthony Pinthus adalah penjaga gawang.Jika ditelisik, enam nama tersebut memang berkewarganegaraan Filipina.
Tapi kualitas mereka bisa dibilang level Asia bahkan Eropa. Itu karena para pemain itu adalah keturunan atau mix blood.