x

Mengenaskan, Liga 1 Jadi Salah Satu Kompetisi dengan Kualitas Terburuk di Asia

Selasa, 4 Juli 2023 18:47 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Kompetisi kasta teratas Indonesia, yakni Liga 1, harus menerima kenyataan menjadi salah satu kompetisi terburuk di Asia.

INDOSPORT.COM – Kompetisi kasta teratas Indonesia, yakni Liga 1, harus menerima kenyataan menjadi salah satu kompetisi terburuk di Asia.

Seperti yang diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki fanatisme besar terhadap sepak bola dibanding negara-negara Asia lainnya.

Fanatisme terhadap sepak bola ini tercermin dari dukungan masif suporter di setiap laga serta banyaknya klub-klub yang tersebar di Tanah Air.

Karenanya, Indonesia sempat menjadi barometer bagi kompetisi-kompetisi Asia lainnya di masa silam, seperti Liga Jepang.

Namun seiring berjalannya waktu, kualitas sepak bola Indonesia mengalami kemunduran yang berujung pada jatuhnya pamor kompetisi dalam negeri di mata Asia atau AFC.

Baca Juga

Masih terekam dalam ingatan bagaimana pada 2008 silam, kompetisi Indonesia Super League atau ISL yang jadi cikal bakal Liga 1, sempat menjadi yang terbaik di Asia Tenggara versi AFC.

Nahasnya polemik di persepak bolaan Tanah Air seperti dualisme hingga pembekuan FIFA membuat sepak bola Indonesia mengalami penurunan drastis.

Baca Juga

Kini, Liga 1 yang menjadi kompetisi tertinggi Indonesia harus puas berada di urutan keenam di liga-liga Asia Tenggara di belakang Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Selain berada di peringkat ke-6 Asia Tenggara, Liga 1 juga harus menerima kenyataan berada di peringkat ke-26 Asia, di belakang Korea Utara.

Apa yang membuat Liga 1 atau kompetisi sepak bola Indonesia mengalami penurunan hingga menjadi salah satu yang terburuk di Asia di mata AFC?

Baca Juga

1. Kiprah Buruk di Level Asia

Starting eleven PSM vs Kaya tidak melakukan salam di awal pertandingan, melainkan tos kepalan di laga ketiga Piala AFC 2020 grup H di Stadion Madya Senayan, Selasa (10/03/20).

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kompetisi sepak bola Indonesia atau Liga 1 berada di peringkat ke-6 Asia Tenggara dan peringkat ke-26 Asia.

Peringkat ini terbilang buruk karena di belakang negara-negara yang secara level berada di belakang Indonesia perihal sepak bola seperti Singapura ataupun Filipina.

Tapi perbedaan terlihat dari kiprah masing-masing klub dan pengelolaan kompetisi dari negara-negara tersebut, sehingga bisa berbicara banyak di Asia.

AFC menaruh Liga 1 di peringkat ke-26 Asia tak lepas dari kiprah buruk klub-klubnya di kancah Asia sejak 2014, atau saat sepak bola Indonesia mengalami gejolak.

Secara historis, kompetisi Indonesia tak banyak mendulang poin dari kesertaan klub-klubnya di level Asia sejak 2014 hingga 2022 lalu.

Baca Juga

Mundur ke belakang, poin kompetisi Indonesia di mata Asia pun sejatinya jauh dari kata baik. Sebagai contoh ada Persibo Bojonegoro yang pernah jadi bulan-bulanan di Piala AFC pada 2013 lalu.

Belum lagi dengan klub-klub lainnya yang tak banyak berbicara di Asia, sebelum akhirnya PSM Makassar menembus final Piala AFC 2022 zona Asia Tenggara.

Baca Juga

Karena catatan buruk klub-klubnya di level Asia, kompetisi Indonesia pun tak bisa mendulang poin untuk mempertahankan status liga terbaik di Asia Tenggara.

Maka tak mengherankan jika AFC menaruh Indonesia berada di peringkat ke-26, di belakang Korea Utara ataupun Singapura dan Filipina yang klub-klubnya bisa berbicara banyak di Asia.

Lantas, bagaimana perhitungan poin AFC sehingga Indonesia terjun bebas dari liga terbaik di Asia Tenggara menjadi peringkat ke-26 di Asia?

Baca Juga

2. Perhitungan Poin AFC untuk Kompetisi Asia

Logo Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).

AFC memiliki perhitungan poin tersendiri untuk kompetisi negara-negara yang diwakili klubnya di kompetisi-kompetisi Asia seperti Liga Champions Asia dan Piala AFC.

Perhitungan yang jadi prioritas pertama adalah rata-rata poin dari empat tahun terakhir dengan bobot 90 persen dan kemudian diikuti poin dari peringkat FIFA negara tersebut dengan bobot 10 persen.

Sedangkan untuk kiprah klub di level Asia seperti Liga Champions Asia dan Piala AFC, AFC punya bobot sendiri tergantung hasil yang didapatkan setiap laga di kompetisi itu.

Bobot kemenangan di Liga Champions Asia lebih besar ketimbang kompetisi Piala AFC dengan rincian:

- 3 poin untuk kemenangan dan 1 poin untuk hasil imbang di Liga Champions Asia
- 3 poin untuk tim yang melaju ke babak gugur
- 1 poin untuk kemenangan dan 0,3 poin untuk hasil imbang di AFC Cup
- 1 poin untuk tim yang melaju ke babak gugur AFC Cup

Jika sebuah negara punya dua wakil di kompetisi yang sama di fase grup, maka rata-rata poin per tim yang akan digunakan untuk peringkat kompetisi klub.

Lalu bagaimana jika wakil sebuah negara harus melalui babak Playoff? AFC turut memberikan poin bagi tim yang melalui babak Playoff dengan rincian:

- 0,3 poin untuk kemenangan dan 0,15 poin untuk hasil imbang di Playoff Liga Champions Asia
- 0,1 poin untuk kemenangan dan 0,05 poin untuk hasil imbang di Playoff AFC Cup.

Untuk Piala AFC pun memiliki bobot poin berbeda tergantung zona yang digunakan, karena peringkat kompetisi setiap negara dengan rincian:

- Zona Asia Barat/Tengah/Selatan/Timur mendapat 1,6 poin untuk kemenangan dan 0,8 poin untuk hasil imbang
- Zona ASEAN mendapat 0,89 poin untuk kemenangan dan 0,42 poin bagi hasil imbang

AFCLiga Champions AsiaPiala AFCIn Depth SportsLiga 1Indepth

Berita Terkini