x

Susah Payah ke Indonesia, 7 Diaspora Malah Dicoret Bima Sakti Jelang Piala Dunia U-17

Senin, 21 Agustus 2023 15:55 WIB
Penulis: Martini | Editor: Indra Citra Sena
Aksi Welberlieskott de Halim Jardim, pemain diaspora dari Brasil yang ikut seleksi Timnas Indonesia U-17 jelang Piala Dunia U-17 2023.

INDOSPORT.COM - Susah payah datang ke Jakarta untuk mengikuti seleksi timnas Indonesia U-17, sebanyak tujuh pemain diaspora malah dicoret jelang Piala Dunia U-17.

Timnas Indonesia U-17 dikejar waktu, sebab Piala Dunia U-17 kini di depan mata. Ajang sepak bola terbesar di kelompok usia U-17 ini akan dihelat mulai 10 November 2023.

Baca Juga

Pelatih timnas Indonesia U-17, Bima Sakti, sejatinya telah melakukan upaya terbaik untuk membangun skuat mumpuni menyambut Piala Dunia U-17.

Bima Sakti memanggil sejumlah alumni timnas Indonesia U-16, menyeleksi pemain dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk memanggil pemain diaspora di luar negeri.

Pertama kali Bima Sakti memanggil enam pemain diaspora. Lima pemain datang ke seleksi ke Kakarta, tetapi empat pemain langsung dicoret.

Mereka adalah Mahesa Ekayanto (Belanda), Madrid Augusta (Belanda), Aaron Nathan Ang (Jerman), dan Staffan Qabiel Horito (Spanyol).

Baca Juga

Hanya Aaron Liam Suitela (Australia) yang bertahan dalam seleksi timnas Indonesia U-17, serta Welber Halim Jardim (Brasil) yang datang belakangan.

Kemudian, Bima Sakti menambah tiga pemain diaspora untuk seleksi timnas U-17. Tetapi ketiganya justru dipulangkan ke negaranya masing-masing.

Mereka yang dicoret adalah Ocean Erwin Lim (Spanyol), Althaf Fawwaz Khan (Amerika Serikat), dan Igor Arungbumi Sanders (Belanda).

Banyak yang heran mengapa Bima Sakti berani memanggil begitu banyak pemain diaspora, tetapi mayoritas dari mereka justru dicoret dari timnas Indonesia U-17.

Baca Juga

1. Kredibilitas Bima Sakti jadi Sorotan

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti.

Kredibilitas Bima Sakti sebagai head coach timnas Indonesia U-17 mulai dipertanyakan, karena ia mencoret pemain diaspora yang memiliki pengalaman bermain di Eropa.

Khususnya Althaf Fawwaz Khan, setelah dicoret dari timnas Indonesia U-17, jebolan akademi Barcelona itu justru mendapatkan beasiswa untuk bergabung di klub Schalke 04.

Baca Juga

Alhasil, banyak penggemar sepak bola mengkritik Bima Sakti melalui kolom komentar akun Instagram INDOSPORT.

"Bisa-bisanya gagal di Timnas tapi dapat beasiswa di klub Eropa. Ada yang salah ini sama scouting PSSI, menilainya dari apa coba," komentar dari akun IG @al_raffi**.

"Sekelas Academy Barcelona, dapat beasiswa di Schalke 04, bisa-bisanya kalah sama pemain-pemain SSB lokal yang nggak jelas juntrungannya dari mana," kata pemilik akun @nopian**.

"Pelatih yang perlu dilatih. Malu woy, percuma aja udah datengin dirtek dari Jerman kalau mental tim yang menyeleksi masih gitu," kritik pemilik akun @mdzak**.

Baca Juga

"Orang yang menyeleksi aja nggak bisa cari yang mana bisa main bola sama yang nggak bisa main. Jangan-jangan cuma menyeleksi yang mau ngasih tip aja ini," timpal @alex**.

"Akademi Barca di Amerika ini penyuplai pemain buat ke MLS dan feeder pemain berbakat ke klub Eropa. Masa kalah sama SSB lokal yang turnamen aja belum tentu ada," tulis @ikyaw**.

Beberapa waktu lalu, pelatih Bima Sakti juga sempat mengklaim bahwa tidak semua pemain diaspora memiliki kualitas, ada pula yang permainannya di bawah pemain lokal.

Hanya saja, pemain lokal masih butuh jam terbang internasional, karena Piala Dunia U-17 akan dihiasi oleh para pemain muda terbaik dari seluruh dunia.

Baca Juga
Timnas U-17Bima Sakti TukimanTimnas IndonesiaPiala Dunia U-17Bima SaktiBerita Timnas IndonesiaTimnas Indonesia U-17Althaf Fawwaz Khan

Berita Terkini