x

Negaranya Lolos ke Piala Dunia, 3 Pemain Bintang Ini Absen Karena Cedera

Jumat, 1 Mei 2026 17:11 WIB
Editor: Redaksi
Aksi Xavi Simons di laga Belanda vs Gibraltar (28/03/23). (Foto: REUTERS/Piroschka Van De Wouw)

INDOSPORT.COM - Piala Dunia 2026 sudah semakin dekat. Setelah bertahun-tahun dinantikan, melewati babak kualifikasi yang panjang, serta diwarnai berbagai cerita besar di dalam dan luar lapangan, para pemain dan pelatih dari seluruh dunia kini memasuki tahap akhir persiapan menuju turnamen sepak bola terbesar tersebut.

Edisi kali ini akan menjadi Piala Dunia terbesar dalam sejarah karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara. Turnamen akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dengan laga pembuka dijadwalkan berlangsung di Mexico City pada 11 Juni 2026. Namun, di tengah antusiasme besar menuju turnamen, sejumlah negara justru harus menghadapi kabar buruk: beberapa pemain bintang dipastikan atau terancam absen karena cedera.

Baca Juga

Bagi para pesepak bola, cedera di fase seperti ini adalah mimpi buruk. Dengan waktu kurang dari dua bulan menuju kick-off, bahkan cedera yang terlihat tidak terlalu serius pun bisa menjadi penghalang besar untuk tampil di Piala Dunia. Beberapa nama besar sudah masuk daftar pemain yang harus mengubur impian membela negaranya musim panas ini, bukan karena kalah bersaing, melainkan karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan.

1. Rodrygo (Brasil)

Brasil memiliki stok penyerang yang melimpah, tetapi kehilangan Rodrygo tetap menjadi pukulan besar. Di bawah arahan Carlo Ancelotti, Selecao membutuhkan pemain yang bukan hanya cepat dan teknis, tetapi juga sudah terbiasa tampil dalam tekanan besar. Rodrygo masuk kategori itu karena pengalamannya bersama Real Madrid di Liga Champions dan pertandingan-pertandingan penting.

Namun, harapan Rodrygo tampil di Piala Dunia 2026 pupus setelah mengalami cedera anterior cruciate ligament atau ACL pada awal Maret. Cedera itu terjadi ketika ia baru saja kembali dari masa pemulihan sebelumnya. Saat membela Real Madrid melawan Getafe, Rodrygo terlihat memegangi lutut kanannya sebelum akhirnya pemeriksaan medis mengonfirmasi kondisi terburuk. Ia harus menepi panjang dan dipastikan melewatkan turnamen.

Absennya Rodrygo juga memiliki sisi emosional tersendiri. Pada Piala Dunia 2022, ia menjadi salah satu eksekutor penalti Brasil saat kalah dari Kroasia di perempat final. Tendangannya saat itu berhasil digagalkan Dominik Livakovic, dan Brasil akhirnya tersingkir secara dramatis. Piala Dunia 2026 semestinya menjadi panggung pembuktian ulang bagi Rodrygo, tetapi kesempatan itu kini harus tertunda.

Masalah Brasil tidak berhenti di Rodrygo. Rekan setimnya di Real Madrid, Eder Militao, juga menghadapi ancaman absen setelah mengalami cedera paha dan harus menjalani operasi. Militao diperkirakan menepi hingga Oktober, membuat peluangnya tampil di Piala Dunia menjadi sangat kecil. Kondisi ini semakin berat karena sang bek tengah sebelumnya juga sempat diganggu cedera lutut serius dalam beberapa musim terakhir.

Selain itu, Brasil juga menunggu kondisi Estevao Willian, talenta muda yang digadang-gadang menjadi salah satu bintang masa depan Selecao. Cedera hamstring yang dialaminya pada April membuat musim klubnya bersama Chelsea berakhir lebih cepat. Jika pemulihannya tidak berjalan ideal, Brasil bisa kehilangan satu lagi opsi kreatif di lini depan.

2. Hugo Ekitike (Prancis)

Jika ada negara yang bisa menandingi kedalaman lini depan Brasil, jawabannya adalah Prancis. Didier Deschamps masih memiliki banyak pilihan elite seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, hingga Desire Doue. Namun, absennya Hugo Ekitike tetap menjadi kehilangan penting, terutama karena sang penyerang mulai mendapat tempat dalam rencana Les Bleus.

Ekitike mengalami cedera Achilles pada April, cedera yang tergolong sangat serius bagi pemain depan yang mengandalkan ledakan, perubahan arah, dan akselerasi. Cedera tersebut membuatnya diperkirakan absen sepanjang sisa tahun 2026, sehingga peluang tampil di Piala Dunia tertutup. Reuters melaporkan, Deschamps mengonfirmasi bahwa cedera itu membuat Ekitike harus melewatkan sisa musim bersama Liverpool dan juga Piala Dunia.

Padahal, Ekitike sedang berada dalam fase naik. Ia baru menjalani debut internasional pada September, tetapi mulai membangun posisi dalam skuad Prancis setelah tampil impresif bersama Liverpool. Dalam musim debutnya di bawah asuhan Arne Slot, ia mencetak 17 gol di semua kompetisi dan bahkan mencetak gol penentu kemenangan Prancis dalam laga uji coba melawan Brasil pada Maret.

Bagi Prancis, absennya Ekitike mungkin tidak langsung merusak struktur utama tim karena mereka masih memiliki banyak opsi menyerang. Namun, dalam turnamen sepadat Piala Dunia, kedalaman skuad sering kali menjadi pembeda. Kehilangan satu penyerang yang sedang percaya diri tetap menjadi kerugian, apalagi ini akan menjadi turnamen terakhir Deschamps sebagai pelatih Les Bleus.

3. Xavi Simons (Belanda)

Belanda datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Setelah mencapai semifinal Euro 2024, skuad Oranje merasa punya dasar kuat untuk bersaing di level tertinggi. Namun, peluang mereka terganggu setelah Xavi Simons mengalami cedera ACL saat membela Tottenham Hotspur melawan Wolverhampton Wanderers pada akhir April.

Cedera tersebut membuat Simons harus menepi panjang dan dipastikan tidak bisa tampil di Piala Dunia. Pelatih Belanda, Ronald Koeman, menyebut cedera itu sebagai pukulan besar bagi timnya. Menurut Reuters, Koeman mulai menimbang beberapa opsi pengganti, termasuk Justin Kluivert dan Guus Til, untuk menutup kekosongan di sektor kreatif.

Simons memang belum sepenuhnya konsisten pada musim pertamanya di Premier League setelah datang dari RB Leipzig. Namun, di level tim nasional, ia berkembang menjadi salah satu pemain yang paling dipercaya Koeman. Keunggulan Simons terletak pada keberaniannya membawa bola, menciptakan peluang dari ruang sempit, dan menghasilkan momen tak terduga ketika serangan Belanda buntu.

Absennya Simons membuat Belanda kehilangan salah satu pemain yang bisa memecah kebekuan pertandingan. Skuad Oranje masih memiliki kualitas, tetapi tidak banyak pemain dengan karakter “game-breaker” seperti Simons. Dalam turnamen pendek, kehilangan tipe pemain seperti ini bisa sangat terasa.

Piala DuniaXavi SimonsPiala Dunia 2026Rodrygo GoesHugo Ekitike

Berita Terkini