Tarik Ulur Liverpool dan Juventus, Kenapa Transfer Alisson Berbelit-belit?
INDOSPOR.COM - Alisson Becker terus dikaitkan dengan kepindahan ke Juventus untuk bursa transfer musim panas 2026. Situasi penjaga gawang asal Brazil itu mulai menjadi perhatian setelah Liverpool melepas beberapa pemain senior musim ini.
Kepergian Mohamed Salah dan Andy Robertson, yang memutuskan pergi dari Anfield membuat masa depan Alisson ikut disorot. Kiper utama Liverpool itu kini hanya memiliki sisa kontrak satu musim.
Selama delapan tahun membela Liverpool, Alisson dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia. Penampilannya bersama klub Merseyside itu membuat namanya disejajarkan dengan legenda klub seperti Ray Clemence dan Bruce Grobbelaar.
Juventus disebut serius ingin membawa Alisson kembali ke Serie A. Klub asal Turin itu melihat peluang besar untuk memulangkan mantan penjaga gawang AS Roma tersebut ke Italia.
Liverpool sebenarnya baru mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak satu tahun milik Alisson. Namun, keputusan itu diyakini lebih bertujuan menjaga nilai transfer sang pemain agar tidak pergi secara gratis.
Meski begitu, Liverpool diperkirakan tidak akan mendapatkan dana besar dari penjualan Alisson. Faktor usia yang kini menginjak 33 tahun menjadi salah satu pertimbangan utama bagi klub peminat.
Klub Arab Saudi sebelumnya juga sempat menunjukkan minat kepada Alisson. Namun, Juventus kini berada di posisi terdepan untuk mendapatkan tanda tangan kiper timnas Brasil tersebut.
Liverpool diyakini masih enggan melepas Alisson begitu saja. Pengalaman, kualitas, dan jiwa kepemimpinannya masih sangat dibutuhkan di ruang ganti tim.
Masalah cedera menjadi salah satu faktor yang membuat masa depan Alisson mulai dipertanyakan. Sejak musim 2023/2024, ia telah melewatkan lebih dari 25 persen pertandingan Premier League akibat masalah kebugaran.
Situasi itu membuat Caoimhin Kelleher beberapa kali dipercaya tampil sebagai starter. Liverpool juga sudah mendatangkan Giorgi Mamardashvili sebagai bagian dari regenerasi di posisi penjaga gawang.
Performa Alisson musim ini juga dianggap mengalami penurunan. Persentase penyelamatannya di Premier League hanya berada di angka 63 persen, turun dibanding beberapa musim sebelumnya yang konsisten di atas 70 persen.
Kondisi tersebut membuat Liverpool mulai mempertimbangkan opsi penjualan Alisson. Selain mendapatkan dana segar, klub juga bisa mengurangi beban gaji pemain senior yang rentan cedera.
Meski begitu, banyak pendukung Liverpool tetap menganggap Alisson sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah klub. Namun, perjalanan panjangnya di Anfield diyakini mulai mendekati akhir.
Juventus dinilai bisa menjadi destinasi ideal bagi Alisson jika benar meninggalkan Liverpool. Serie A dianggap memiliki intensitas permainan yang lebih bersahabat untuk menjaga kondisi fisiknya, terutama masalah hamstring yang sering kambuh.