x

Dari Buruh Gudang Jadi Juara Liga Inggris, Jamie Vardy Curhat Soal Karier yang Buatnya Kapok

Jumat, 8 Mei 2026 15:08 WIB
Editor: Redaksi
Jamie Vardy, pemain Leicester City. Foto: REUTERS/Carl Recine

INDOSPORT.COM - Legenda Leicester City, Jamie Vardy, mengenang perjalanan kariernya yang penuh lika-liku, mulai dari pekerja pabrik pembuat alat bantu jalan hingga menjadi juara Liga Inggris dan salah satu striker paling ikonik di Premier League.

Dalam wawancara terbarunya untuk sebuah film dokumenter tentang hidupnya, Vardy mengaku perjalanan karier yang ia jalani terasa seperti “keajaiban” yang sulit terulang di sepak bola modern.

“Saya hanyalah orang aneh kecil dalam sistem,” kata Vardy sambil merendahkan diri, seperti yang juga dilansir dari The Guardian

Striker berusia 39 tahun yang kini bermain untuk Cremonese itu menilai jalur kariernya sangat tidak biasa dibanding mayoritas pesepak bola profesional.

“Itu bukan cara yang umum untuk mencapai level ini, bukan? Saya rasa mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, tetapi itu terjadi pada saya dan semuanya membutuhkan kerja keras. Sangat berat, tetapi semuanya sepadan,” ujarnya.

Sebelum menembus sepak bola profesional, Vardy sempat bekerja di gudang pembuat tongkat dan alat bantu jalan sambil bermain di kasta bawah sepak bola Inggris. Ia baru masuk Football League pada usia 25 tahun, usia yang dianggap terlambat bagi banyak pemain.

Namun Vardy menegaskan dirinya tak pernah merasa terlambat berkembang karena sepak bola sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil.

“Semua orang selalu bilang, ‘Kamu baru masuk Football League saat usia 25.’ Tapi saya selalu berpikir, saya sudah bermain sepak bola sejak umur lima tahun.”

“Bukan berarti saya melakukan sesuatu yang berbeda. Saya tetap latihan dan bermain setiap akhir pekan.”

Nama Vardy melambung saat membawa Leicester City menjuarai Premier League musim 2015/2016, salah satu kisah paling fenomenal dalam sejarah sepak bola Inggris. Saat itu Leicester yang sebelumnya hanya berjuang menghindari degradasi justru sukses menjuarai liga melawan klub-klub besar.

Vardy mengungkapkan ikatan antarpemain Leicester saat itu masih terjalin hingga sekarang.

“Kami masih berada dalam satu grup WhatsApp. Kami selalu saling berbicara dan mengetahui kabar satu sama lain. Ikatan yang kami miliki saat itu luar biasa.”

Ia juga memberikan pujian besar kepada mantan pelatih Leicester, Nigel Pearson, yang dianggap membangun fondasi mental tim sebelum akhirnya disempurnakan oleh Claudio Ranieri.

“Nigel sangat bagus membangun fondasi dan membuat semua pemain menjadi dekat satu sama lain. Itu terus terbawa hingga musim berikutnya.”

Vardy bahkan merasa Leicester mungkin tetap bisa juara Premier League andai Pearson tidak dipecat kala itu.

“Apakah kami bisa melakukannya jika Nigel tetap ada? Mungkin saja bisa, karena sebenarnya tidak banyak yang berubah dari musim sebelumnya.”

Di balik kesuksesannya, perjalanan hidup Vardy juga diwarnai kontroversi dan masa sulit. Ia pernah didenda Leicester pada 2015 karena menggunakan bahasa rasis di kasino, sesuatu yang kemudian ia akui sebagai bentuk kebodohan.

Selain itu, Vardy juga pernah menghadapi persoalan pribadi ketika mengetahui identitas ayah kandungnya yang selama ini dirahasiakan.

Meski begitu, Vardy mengaku tidak pernah terpikir mencari bantuan konseling di luar sepak bola karena merasa lingkungan klub sudah cukup membantu kondisi mentalnya.

“Kami punya psikolog yang bagus di Leicester, jadi saya sering berbicara dengan mereka.”

“Masalah biasanya muncul ketika seseorang sendirian dan memendam semuanya sendiri.”

Vardy kini masih ingin terus bermain selama kondisi fisiknya memungkinkan. Cedera sempat menghambat penampilannya bersama Cremonese musim ini, tetapi ia belum berpikir untuk pensiun dalam waktu dekat.

“Kalau kaki saya sudah bilang cukup, maka selesai,” katanya.

Namun ketika ditanya apakah ia tertarik menjadi pelatih setelah pensiun, jawaban Vardy sangat tegas.

“Melatih? Tidak.“Pelatih berada di tempat latihan lebih lama daripada pemain. Saya tidak sanggup.”

Meski menikmati seluruh pencapaiannya, Vardy mengaku tidak tertarik mengulangi seluruh perjalanan hidupnya yang penuh tekanan dan drama.

“Tidak ada penyesalan sama sekali. Tapi kalau Anda meminta saya mengulang semuanya dari awal, saya tidak mau!”

Leicester CityJamie VardyLiga InggrisBerita Liga Inggris

Berita Terkini