Donald Trump Kritik Harga Tiket Piala Dunia 2026, Match Amerika vs Paraguay Tembus Rp17 Juta
INDOSPORT.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik langka terhadap FIFA terkait harga tiket Piala Dunia 2026. Kritik itu muncul setelah ia diberi tahu bahwa tiket laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay bisa mencapai sekitar 1.000 Dollar AS.
Trump biasanya berada di sisi yang sama dengan Presiden FIFA Gianni Infantino menjelang Piala Dunia 2026. Namun, untuk urusan harga tiket, ia mengakui bisa memahami keluhan para suporter.
“Saya tidak tahu harga itu. Saya tentu ingin berada di sana, tetapi sejujurnya saya juga tidak akan membayarnya,” kata Trump kepada New York Post.
Pernyataan itu merujuk pada harga tiket untuk laga Amerika Serikat melawan Paraguay. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026 di Los Angeles.
Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen dimulai pada 11 Juni dan berakhir pada 19 Juli 2026.
Kritik terhadap harga tiket Piala Dunia memang terus menguat dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah kelompok suporter menilai struktur harga yang diterapkan FIFA terlalu mahal dan semakin menjauhkan turnamen dari pendukung biasa.
Football Supporters Europe bahkan menyebut kebijakan harga tiket FIFA sebagai “pengkhianatan besar”. Organisasi tersebut juga mengajukan gugatan ke Komisi Eropa pada Maret terkait harga tiket yang mereka nilai berlebihan.
Kontroversi semakin besar setelah platform penjualan ulang resmi FIFA menampilkan tiket final dengan harga sangat tinggi. Tiket final Piala Dunia 2026 sempat muncul di FIFA Marketplace dengan harga lebih dari 2 juta Dollar AS per lembar.
Infantino sebelumnya membela kebijakan harga tiket tersebut. Ia mengatakan harga tinggi mencerminkan besarnya permintaan untuk menyaksikan Piala Dunia di pasar Amerika Serikat.
Menurut Infantino, FIFA harus menyesuaikan diri dengan pasar hiburan Amerika. Ia juga menyinggung bahwa aturan di Amerika Serikat memungkinkan tiket dijual ulang dengan harga jauh lebih tinggi dari harga awal.
“Kalau ada orang memasang tiket final di pasar penjualan ulang seharga 2 juta Dollar, itu tidak berarti harga tiketnya aslinya 2 juta Dollar,” ujar Infantino.
Ia juga menambahkan bahwa belum tentu ada orang yang benar-benar membeli tiket dengan harga tersebut. Infantino bahkan berkelakar akan membawakan hot dog dan Coke sendiri jika ada pembeli tiket final seharga 2 juta Dollar AS.
FIFA menyatakan sebagian tiket fase grup masih tersedia dengan harga di bawah 300 Dollar AS. Infantino membandingkan harga tersebut dengan biaya menonton pertandingan olahraga kampus atau pertandingan profesional di Amerika Serikat.
Namun, perbandingan itu juga menuai kritik. Sejumlah laporan media Amerika menyebut pertandingan olahraga kampus tertentu masih bisa ditonton dengan harga jauh di bawah 300 Dollar AS.
Perbedaan antara harga tiket resmi dan harga jual ulang menjadi inti perdebatan. Di satu sisi, FIFA melihatnya sebagai konsekuensi pasar, tetapi di sisi lain, suporter menilai Piala Dunia semakin sulit dijangkau.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah karena diikuti 48 negara. Dengan skala turnamen yang lebih besar, permintaan tiket memang diperkirakan sangat tinggi.
Namun, komentar Trump menunjukkan bahwa masalah harga tidak hanya datang dari kelompok suporter. Bahkan, pemimpin negara tuan rumah utama pun mulai memberi catatan terhadap kebijakan FIFA.
Bagi FIFA, Piala Dunia 2026 bisa menjadi turnamen paling menguntungkan secara komersial. Tetapi bagi banyak fans, tingginya harga tiket bisa mengubah pesta sepak bola dunia menjadi tontonan yang hanya mudah diakses kalangan tertentu.