Reaksi Pemain Barcelona Rayakan El Clasico dan Gelar Juara La Liga: Gavi Minta Vinicius Tutup Mulut
INDOSPORT.COM - Barcelona memastikan gelar La Liga Spanyol kedua secara beruntun dengan cara yang sangat manis. Mereka mengalahkan Real Madrid 2-0 dalam laga El Clasico di Spotify Camp Nou, Senin (11/05) WIB.
Marcus Rashford membuka keunggulan Barcelona lewat tendangan bebas pada menit kesembilan. Ferran Torres kemudian menggandakan skor setelah menerima umpan tumit cerdik dari Dani Olmo.
Kemenangan itu membuat Barcelona mengunci gelar LaLiga ke-29 dalam sejarah klub. Reuters mencatat tim asuhan Hansi Flick tidak lagi bisa dikejar Real Madrid karena unggul 14 poin dengan tiga laga tersisa.
Malam itu terasa semakin emosional bagi Barcelona karena Hansi Flick baru kehilangan ayahnya. Meski berduka, pelatih asal Jerman tersebut tetap mendampingi tim dari pinggir lapangan.
Setelah pertandingan, sejumlah pemain Barcelona menyampaikan reaksi mereka kepada media. Pedri, yang terpilih sebagai pemain terbaik laga, menyebut kemenangan ini terasa seperti kejayaan besar.
“Rasanya seperti kemuliaan. Kami ingin menang di El Clasico demi sejarah,” ujar Pedri, seperti dikutip Football Espana dari Sport.
Pedri mengatakan Barcelona bermain sangat baik dalam pertandingan yang penuh tekanan. Ia juga menegaskan bahwa kemenangan ini harus dirayakan karena momen seperti itu tidak datang setiap hari.
“Kami ingin melakukannya untuk Flick. Ini untuk semua yang sudah ia berikan kepada kami dan untuk kehilangan yang baru ia alami,” kata Pedri.
Bagi Pedri, gelar ini bukan sekadar tambahan trofi. Menang atas Real Madrid untuk mengunci juara membuat pencapaian Barcelona terasa jauh lebih bersejarah.
Frenkie de Jong juga menyebut gelar La Liga Spanyol kali ini sangat istimewa. Menurutnya, merayakan juara di kandang sendiri melawan Real Madrid memberi rasa yang berbeda.
“Semua gelar itu spesial, tetapi yang ini lebih spesial karena kami memenanginya di kandang melawan Madrid,” ujar De Jong.
Gelandang asal Belanda itu juga memberi pujian kepada Flick. Ia menilai Flick sangat penting karena punya ide permainan yang jelas dan memberi kebebasan kepada pemain untuk menunjukkan kualitas.
“Setiap gelar yang Anda menangkan harus dirayakan dengan meriah, apalagi LaLiga. Tentu kami ingin memenangi Liga Champions, itu target kami dan musim depan ada kesempatan baru,” katanya.
Ucapan De Jong memperlihatkan bahwa Barcelona belum ingin berhenti di level domestik. Setelah mempertahankan gelar La Liga, target berikutnya adalah kembali menjadi kekuatan utama di Eropa.
Eric Garcia juga merasakan emosi besar setelah pertandingan tersebut. Bek yang tampil impresif sebagai bek kanan itu mengakui hari kemenangan Barcelona terasa pahit sekaligus membanggakan.
“Ini hari yang sulit karena apa yang terjadi kepada pelatih. Tetapi hari ini kami harus menyelesaikan tugas,” ujar Eric Garcia.
Garcia menyebut Barcelona adalah tim muda yang sedang tumbuh bersama. Bagi pemain yang sejak kecil memahami kultur klub, memenangi gelar dengan cara seperti ini punya arti sangat besar.
“Kami yang sejak kecil berada di Barca tahu apa artinya ini. Kami sebenarnya ingin berada di dua final lain, tetapi kami terus berkembang dan LaLiga menghargai konsistensi,” katanya.
Pernyataan Garcia menggambarkan perjalanan Barcelona musim ini. Mereka mungkin belum sempurna di semua kompetisi, tetapi konsistensi di liga akhirnya memberi hasil besar.
Sementara itu, Gavi menjadi sorotan karena duel panasnya dengan Vinicius Junior. Pemain muda Barcelona itu mengakui sempat meminta winger Real Madrid tersebut untuk diam di lapangan.
“Saya bilang kepada Vinicius untuk diam. Saya pemain yang gampang emosi, dia juga begitu,” ujar Gavi, seperti dikutip Football Espana dari Mundo Deportivo.
Namun, Gavi mencoba meredakan suasana setelah pertandingan berakhir. Menurutnya, ketegangan di lapangan adalah bagian dari sepak bola dan tidak perlu dibawa keluar pertandingan.
“Apa yang terjadi di lapangan tetap di lapangan. Ini sepak bola,” kata Gavi.
Duel Gavi dan Vinicius memang mencerminkan intensitas El Clasico. Pertandingan ini selalu membawa emosi tinggi, apalagi ketika gelar liga dipertaruhkan langsung di hadapan rival terbesar.
Barcelona tampil lebih tenang dan efektif sepanjang pertandingan. Meski Real Madrid sempat mencoba memberi tekanan, pertahanan Barcelona dan kiper Joan Garcia mampu menjaga gawang tetap aman.
Reuters juga mencatat Jude Bellingham sempat mencetak gol, tetapi dianulir. Peluang Vinicius juga gagal mengubah arah pertandingan karena Barcelona tetap disiplin hingga akhir laga.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Barcelona di LaLiga musim 2025/26. Mereka bukan hanya menjadi juara, tetapi melakukannya dengan mengalahkan Real Madrid di laga yang paling bergengsi.
Bagi Flick, gelar ini menjadi penegasan atas proyek yang ia bangun di Barcelona. Reuters menulis bahwa gaya bermainnya yang berani mengambil risiko terbukti efektif sepanjang musim.
Bagi para pemain, malam itu menjadi kombinasi antara sukacita dan penghormatan. Mereka merayakan gelar, tetapi juga mempersembahkan kemenangan untuk pelatih yang sedang menghadapi hari berat.
Pada akhirnya, Barcelona menutup El Clasico dengan pesan kuat. Mereka bukan hanya lebih tajam di lapangan, tetapi juga lebih siap secara mental untuk mempertahankan mahkota La Liga Spanyol.