Daftar Penendang Penalti Paling Mematikan di Liga Inggris, Siapa Nomor Satu?
INDOSPORT.COM - Eksekusi penalti sering menjadi momen paling menegangkan dalam pertandingan sepak bola. Di tengah tekanan ribuan penonton dan sorotan jutaan pasang mata, tidak semua pemain mampu menjaga ketenangan dari titik putih.
Namun di Premier League atau Liga Inggris, beberapa nama berhasil membuktikan diri sebagai spesialis penalti dengan tingkat keberhasilan luar biasa.
Data terbaru dari Opta mengungkap daftar penendang penalti terbaik sepanjang sejarah Liga Inggris, sekaligus memperlihatkan beberapa bintang besar yang justru memiliki catatan buruk dari titik putih.
Penyerang Fulham, Raúl Jiménez, kini memegang status sebagai algojo penalti paling sempurna dalam sejarah Liga Inggris untuk pemain dengan minimal 10 percobaan.
Striker asal Meksiko itu sukses mencetak seluruh 14 penalti yang diambilnya tanpa satu pun kegagalan. Rekor tersebut membuat Jiménez melampaui mantan gelandang Manchester City, Yaya Touré, yang sebelumnya mencatat 11 penalti sukses dari 11 percobaan.
Kehebatan Touré tak hanya soal akurasi. Dari 11 penalti yang dicetaknya, tujuh di antaranya menjadi gol kemenangan Manchester City, sementara lima lainnya membuka keunggulan bagi timnya.
Di bawah Jiménez dan Touré, legenda Southampton, Matthew Le Tissier, menempati posisi berikutnya dengan tingkat keberhasilan 96,2 persen setelah mencetak 25 gol dari 26 penalti.
Menariknya, Le Tissier sebenarnya pernah gagal penalti di Liga Inggris. Satu-satunya kiper yang mampu menggagalkan tendangannya adalah Mark Crossley saat menghadapi Nottingham Forest pada Maret 1993.
Namun setelah kegagalan tersebut, Le Tissier sukses mencetak 23 penalti berikutnya tanpa kesalahan.
Bintang muda Arsenal, Bukayo Saka, kini masuk jajaran penendang penalti paling akurat di Liga Inggris.
Saka mencetak 12 gol dari 13 penalti dengan tingkat keberhasilan 92,3 persen. Catatan itu bahkan lebih baik dibanding sejumlah legenda Liga Inggris seperti Harry Kane dan Frank Lampard.
Kane, yang menjadi salah satu striker tersubur Liga Inggris, mencetak 33 gol dari 37 penalti atau memiliki rasio sukses 89,2 persen.
Sementara itu, gelandang Chelsea, Cole Palmer, hampir menyamai rekor sempurna Yaya Touré.
Palmer sempat sukses mencetak 12 penalti beruntun sebelum akhirnya gagal saat penalti melawan Leicester City berhasil ditepis kiper pada Maret 2025.
Nama lain yang juga memiliki rasio tinggi adalah Aleksander Isak dengan 11 gol dari 12 penalti, serta Ivan Toney yang sukses dalam 11 dari 12 percobaan.
Legenda Arsenal, Thierry Henry, juga masuk dalam daftar algojo penalti terbaik Liga Inggris dengan rasio sukses 92 persen.
Henry mencetak 23 gol dari 25 penalti sepanjang kariernya di Liga Inggris.
Menariknya, dua kegagalan Henry bukan karena ditepis kiper. Kedua penalti gagal tersebut terjadi akibat bola membentur tiang gawang saat menghadapi kiper Finlandia, Jussi Jääskeläinen dan Antti Niemi.
Meski tidak memiliki rasio terbaik, legenda Newcastle United, Alan Shearer, masih menjadi pemain dengan jumlah gol penalti terbanyak sepanjang sejarah Liga Inggris.
Shearer mencetak 56 gol penalti dari total 67 percobaan.
Rekor tersebut masih belum mampu dilewati hingga sekarang, meski beberapa pemain aktif seperti Mohamed Salah mulai mendekat.
Di bawah Shearer terdapat nama-nama besar seperti Steven Gerrard, Mohamed Salah, Jamie Vardy, dan Bruno Fernandes.
Bruno Fernandes sendiri telah mencetak 25 gol penalti bersama Manchester United hingga Maret 2026.
Di balik daftar pemain terbaik, Opta juga mencatat sederet nama besar yang memiliki rasio penalti buruk.
Mantan striker Aston Villa, Juan Pablo Ángel, menjadi pemain dengan tingkat keberhasilan terendah untuk kategori minimal 10 penalti.
Ángel hanya mencetak lima gol dari 10 penalti atau memiliki akurasi 50 persen.
Selain Ángel, nama lain yang masuk daftar buruk adalah Wayne Rooney, Paul Pogba, Michael Owen, hingga Riyad Mahrez.
Rooney tercatat gagal dalam 11 penalti sepanjang karier Liga Inggris-nya, jumlah yang sama dengan Alan Shearer, meski Shearer tetap unggul jauh dalam jumlah gol.
Liga Inggris juga menyimpan sejumlah rekor unik terkait penalti.
Pada November 2024, pemain Bournemouth, Justin Kluivert, menjadi pemain pertama dalam sejarah Liga Inggris yang mencetak hattrick penalti dalam satu pertandingan.
Sementara itu, Aleksandar MitroviÄ mencatat rekor buruk setelah gagal empat penalti dalam satu musim bersama Fulham pada musim 2022/2023.
Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa penalti bukan hanya soal kemampuan menendang bola, tetapi juga kekuatan mental, konsentrasi, dan keberanian menghadapi tekanan di level tertinggi sepak bola Inggris.
Daftar Penendang Penalti Terbaik Liga Inggris Sepanjang Masa
Raul Jimenez — 100 persen (14 gol dari 14 penalti)
Yaya Toure — 100 persen (11/11)
Matthew Le Tissier — 96,2 persen (25/26)
Danny Murphy — 94,7 persen (18/19)
Callum Wilson — 94,1 persen (16/17)
James Beattie — 94,1 persen (16/17)
Julian Dicks — 93,8 persen (15/16)
Bukayo Saka — 92,3 persen (12/13)
Thierry Henry — 92 persen (23/25)
Ivan Toney — 91,7 persen (11/12)
Alexander Isak — 91,7 persen (11/12)
Bryan Mbeumo — 90,9 persen (10/11)
Leighton Baines — 90,9 persen (20/22)
Danny Ings — 90,9 persen (10/11)
Gary Speed — 90,9 persen (10/11)
Frank Leboeuf — 90,9 persen (10/11)
Cole Palmer — 90 persen (18/20)
James Milner — 90 persen (18/20)
Peter Beardsley — 90 persen (18/20)
Alexis Mac Allister — 90 persen (9/10)
Joao Pedro — 90 persen (9/10)
Mikel Arteta — 89,5 persen (17/19)
Eden Hazard — 89,5 persen (17/19)
Harry Kane — 89,2 persen (33/37)
Daftar Penendang Penalti Terburuk Liga Inggris
Juan Pablo Angel — 50 persen (5 gol dari 10 penalti)
Steed Malbranque — 60 persen (6/10)
Dwight Yorke — 60 persen (6/10)
Kevin Phillips — 61,1 persen (11/18)
Aleksandar Mitrovic — 61,5 persen (8/13)
Wilfried Zaha — 63,6 persen (7/11)
Paul Pogba — 63,6 persen (7/11)
Michael Owen — 66,7 persen (14/21)
Christian Benteke — 66,7 persen (10/15)
Wayne Rooney — 67,6 persen (23/34)
Teddy Sheringham — 67,7 persen (21/31)
Riyad Mahrez — 68,4 persen (13/19)
Jonathan Walters — 68,8 persen (11/16)
Pierre-Emerick Aubameyang — 69,2 persen (9/13)
Jermain Defoe — 70 persen (14/20)
Romelu Lukaku — 70 persen (7/10)