Nasib Liverpool di Persimpangan, Bisakah The Reds Bertahan Tanpa Mohamed Salah dan Andy Robertson?
INDOSPORT.COM - Klub raksasa Liga Inggris, Liverpool, tampaknya benar-benar memasuki fase perubahan besar setelah dipastikan akan berpisah dengan dua pemain senior mereka, Mohamed Salah dan Andy Robertson, pada akhir musim 2025/2026.
Kepergian keduanya membuat banyak pihak mulai mempertanyakan masa depan skuad The Reds serta seberapa besar dampak hilangnya pengalaman di ruang ganti Anfield.
Situasi tersebut semakin menegaskan bahwa masa transisi Liverpool belum selesai. Setelah sebelumnya ditinggal Trent Alexander-Arnold yang hijrah ke Real Madrid musim panas lalu, kini Liverpool kembali harus kehilangan sosok penting yang selama hampir satu dekade menjadi tulang punggung klub.
Tak hanya itu, masa depan Alisson Becker dan Virgil van Dijk juga masih menjadi tanda tanya. Alisson disebut diminati Juventus, sementara Van Dijk akan memasuki tahun terakhir kontraknya setelah berusia 35 tahun musim panas ini.
Mohamed Salah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah modern Liverpool. Penyerang asal Mesir itu sudah mencetak 257 gol dalam 440 pertandingan bersama The Reds dan menjadi figur penting dalam era kesuksesan klub di bawah asuhan Jürgen Klopp hingga Arne Slot.
Di bawah Slot musim ini, Salah menyumbang 46 dari total 214 gol Liverpool di semua kompetisi, atau sekitar 21,5 persen dari keseluruhan gol tim. Statistik itu menunjukkan betapa besarnya ketergantungan Liverpool terhadap kontribusi sang penyerang.
Sementara itu, Andy Robertson juga menjadi bagian penting dalam era kejayaan Liverpool. Bek kiri asal Skotlandia tersebut dikenal sebagai pemain dengan konsistensi tinggi, agresif dalam membantu serangan, sekaligus sosok berpengalaman di lini belakang.
Keduanya merupakan bagian dari generasi emas Liverpool bersama Alisson, Virgil van Dijk, dan Trent Alexander-Arnold yang sukses membawa klub menjuarai Liga Inggris dan Liga Champions dalam beberapa musim terakhir.
Kepergian Salah dan Robertson bukan sekadar kehilangan kualitas individu. Liverpool juga berpotensi kehilangan chemistry yang telah terbangun bertahun-tahun.
Robertson dan Salah tercatat sudah bermain bersama dalam 257 pertandingan Liga Inggris. Jumlah itu menjadi salah satu duet paling sering tampil bersama dalam sejarah kompetisi.
Virgil van Dijk juga sudah bermain dalam 246 laga Liga Inggris bersama Salah, sementara Alisson tampil 236 kali bersama penyerang Mesir tersebut.
Kebersamaan panjang itu membuat Liverpool memiliki fondasi permainan yang sangat kuat dalam beberapa musim terakhir. Kini, fondasi tersebut perlahan mulai terpecah.
Pelatih Arne Slot sebelumnya memang beberapa kali menegaskan pentingnya mempertahankan inti skuad demi menjaga konsistensi performa tim.
Namun perubahan besar tampaknya tidak lagi bisa dihindari. Faktor usia, regenerasi, dan kebutuhan membangun tim masa depan membuat Liverpool mulai melakukan perombakan skuad secara bertahap.
Musim ini sendiri Liverpool mengalami performa yang naik turun. Selain kehilangan Trent Alexander-Arnold dan Luis Diaz, The Reds juga terpukul akibat wafatnya Diogo Jota pada Juli tahun lalu.
Cedera pemain, adaptasi rekrutan baru, hingga performa inkonsisten membuat Liverpool kesulitan menjaga stabilitas sepanjang musim.
Wirtz, Isak, hingga Kerkez Jadi Fondasi Era Baru
Liverpool sebenarnya sudah mulai menyiapkan generasi penerus. Florian Wirtz, Alexander Isak, Milos Kerkez, Jeremie Frimpong, Giorgi Mamardashvili, hingga Hugo Ekitiké didatangkan untuk membangun fondasi baru tim.
Namun para pemain baru tersebut masih membutuhkan waktu untuk benar-benar menyatu dengan sistem permainan Liverpool.
Florian Wirtz misalnya, mulai menunjukkan kualitasnya, tetapi masih beradaptasi dengan gaya bermain baru di Anfield. Situasi serupa juga dialami Alexander Isak yang belum sepenuhnya nyetel dengan rekan-rekan setimnya.
Sementara Milos Kerkez perlahan mulai berkembang sebagai calon pengganti Robertson di posisi bek kiri.
Virgil van Dijk juga menyadari perubahan besar sedang terjadi di Liverpool. Bek asal Belanda itu bahkan mengakui kepergian Alisson suatu saat nanti akan menjadi kehilangan besar bagi klub.
“Selalu akan ada waktunya ketika seseorang pergi, termasuk saya,” kata Van Dijk.
“Kami sudah melalui banyak hal bersama, baik momen positif maupun negatif. Jadi jika itu terjadi, tentu akan menjadi kehilangan besar. Dia sangat penting bagi saya sebagai salah satu pemimpin tim dan menurut saya dia adalah penjaga gawang terbaik di dunia.”
Saat ini Liverpool memiliki empat pemain dengan lebih dari 300 penampilan bersama klub: Salah, Robertson, Van Dijk, dan Alisson.
Namun pada awal musim 2027/2028 nanti, bukan tidak mungkin tidak ada lagi pemain dengan pengalaman sebesar itu di dalam skuad.
Meski begitu, perubahan dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam sepak bola modern. Liverpool kini dituntut membangun generasi baru yang mampu melanjutkan standar tinggi yang telah ditinggalkan para legenda mereka.
Bagi banyak pendukung Liverpool, kepergian Salah dan Robertson bukan hanya soal kehilangan dua pemain besar, melainkan berakhirnya salah satu era terbaik dalam sejarah modern klub.