x

Apakah Sudah Pantas Mamardashvili Gantikan Alisson di Liverpool?

Rabu, 13 Mei 2026 11:33 WIB
Editor: Redaksi
Alisson Becker dan Jordan Henderson cekcok di lapangan pada laga Chelsea vs Liverpool. (Foto: REUTERS/David Klein)

INDOSPORT.COM - Spekulasi kepindahan Alisson Becker ke Juventus mulai memicu perdebatan besar di kalangan pendukung Liverpool. Situasi itu memaksa klub mempertimbangkan masa depan posisi penjaga gawang utama untuk musim mendatang.

Bagi sebagian suporter, melepas Alisson saat performa tim belum stabil dianggap langkah berisiko. Terlebih, Giorgi Mamardashvili dinilai belum sepenuhnya meyakinkan untuk mengambil alih tanggung jawab sebagai kiper nomor satu.

Baca Juga

Menurut pemberitaan dari Liverpool Echo, ada pula yang menilai Liverpool sebaiknya mulai mengambil keputusan tegas. Menjual Alisson sekarang dinilai lebih masuk akal ketimbang kehilangannya secara gratis pada akhir kontrak.

Cedera mulai mengganggu konsistensi penampilan kiper asal Brasil tersebut dalam beberapa musim terakhir. Kondisi itu juga berdampak pada efektivitas distribusi bolanya yang selama ini menjadi salah satu keunggulan utama.

Selama Juventus masih menunjukkan minat serius, pertanyaan soal masa depan Alisson akan terus muncul. Liverpool kini harus menentukan apakah mempertahankannya atau membuka era baru bersama Mamardashvili.

Secara kontrak, Liverpool sebenarnya masih punya ruang untuk menunda keputusan besar itu. Klub telah mengaktifkan opsi perpanjangan satu tahun untuk Alisson.

Meski begitu, keputusan mempertahankannya punya konsekuensi finansial yang tidak kecil. Tidak ada jaminan kontraknya akan kembali diperpanjang setelah masa tambahan tersebut habis.

Sebagai salah satu pemain bergaji tertinggi di skuad, Alisson menyedot anggaran besar klub. Dana itu bisa dialihkan untuk pemain yang lebih muda dan lebih jarang bermasalah dengan kebugaran fisik.

Jika Alisson bertahan, Mamardashvili hampir pasti kembali menjadi pelapis musim depan. Situasi itu bisa menghambat perkembangan sang kiper Georgia dalam mengambil alih peran utama.

Liverpool juga berisiko kesulitan mendapatkan kembali dana 29 juta poundsterling yang dikeluarkan untuk merekrutnya dari Valencia. Jika tak kunjung dipercaya, nilai pasarnya bisa menurun drastis.

Perdebatan ini bergantung pada satu hal penting, yakni apakah performa Alisson benar-benar menurun. Jika tidak, mempertahankannya mungkin tetap menjadi keputusan paling aman.

Statistik Liga Inggris musim 2025/26 memang memunculkan tanda tanya besar. Persentase penyelamatannya turun ke angka 65,1 persen, terendah sepanjang kariernya bersama Liverpool.

Sebelumnya, Alisson tak pernah mencatat angka di bawah 70 persen di kompetisi domestik. Catatan itu memunculkan dugaan bahwa penurunan performa mulai terjadi.

Meski demikian, angka tersebut perlu dilihat dalam konteks permainan tim secara keseluruhan. Liverpool musim ini terlalu sering memberikan peluang matang kepada lawan.

Lemahnya perlindungan lini tengah membuat pertahanan mudah ditembus. Situasi bola mati juga menjadi sumber masalah yang terus berulang.

Karena itu, menyalahkan Alisson sepenuhnya tentu tidak adil. Banyak gol terjadi akibat struktur pertahanan yang buruk, bukan murni kesalahan individu sang kiper.

Di Liga Champions, performanya justru menunjukkan kualitas berbeda. Dalam enam pertandingan, Alisson mencatat persentase penyelamatan sebesar 81,2 persen.

Sayangnya, ia absen pada dua leg penting melawan Paris Saint-Germain akibat cedera. Ketidakhadirannya menjadi kerugian besar bagi Liverpool.

Penampilannya melawan Inter Milan juga menuai pujian tinggi. Meski hanya menghadapi dua tembakan tepat sasaran, aksinya tetap krusial menjaga stabilitas tim.

Sementara pada laga kontra Marseille, Qarabag, dan Galatasaray, tekanan yang diterimanya relatif minim. Lawan hanya mampu melepaskan peluang setengah matang.

Jika dihitung di semua kompetisi, persentase penyelamatannya masih berada di angka 70,4 persen. Angka itu masih tergolong solid untuk standar kiper elite Eropa.

Kesimpulan lebih akurat bisa dilihat dari statistik goals prevented. Data ini mengukur selisih antara jumlah gol aktual yang diterima dengan kualitas peluang lawan.

Melalui metrik tersebut, kontribusi seorang kiper lebih mudah dianalisis. Ini menjadi ukuran yang lebih objektif dibanding sekadar save percentage biasa.

Bila Alisson masih mencatat angka positif, artinya ia tetap menyelamatkan tim lebih banyak dari ekspektasi. Itu akan menjadi alasan kuat untuk mempertahankannya.

Sebaliknya, jika angkanya menurun tajam, Liverpool harus segera bertindak. Klub tak bisa menunggu terlalu lama sebelum menyiapkan regenerasi.

Mamardashvili sendiri sebenarnya memiliki potensi besar. Ia dikenal memiliki refleks cepat dan postur ideal untuk mendominasi area penalti.

Pengalamannya di La Liga bersama Valencia membuktikan kapasitasnya di level tinggi. Namun, tekanan menjadi kiper utama Liverpool jelas jauh lebih besar.

Bermain di Anfield menuntut konsistensi kelas dunia setiap pekan. Tidak semua penjaga gawang muda mampu langsung beradaptasi dengan tuntutan tersebut.

Di sinilah dilema Liverpool semakin rumit. Klub harus menimbang antara pengalaman Alisson dan investasi masa depan pada Mamardashvili.

Keputusan ini akan menentukan arah proyek jangka panjang Arne Slot. Salah langkah bisa berdampak besar terhadap stabilitas pertahanan musim depan.

Jika Alisson hengkang, Liverpool wajib yakin penggantinya siap sepenuhnya. Mereka tak bisa mengambil risiko pada posisi sepenting penjaga gawang.

Sebaliknya, jika Alisson bertahan terlalu lama, perkembangan Mamardashvili bisa terhambat. Klub berpotensi kehilangan aset masa depan yang sangat berharga.

Dalam beberapa pekan ke depan, semua mata akan tertuju pada manajemen Liverpool. Pilihan mereka bisa menjadi salah satu keputusan terbesar musim panas ini.

Untuk saat ini, Alisson masih menjadi pilihan paling aman di bawah mistar. Namun bayang-bayang regenerasi sudah semakin nyata di depan mata.

Bursa TransferLiverpoolAlisson BeckerGiorgi Mamardashvili

Berita Terkini