x

Pep Guardiola Yakin Tak Ada 'Main Mata' dalam Laga Penentu Crystal Palace vs Arsenal

Rabu, 13 Mei 2026 14:34 WIB
Editor: Redaksi
Selebrasi pelatih Manchester City, Pep Guardiola angkat trofi Liga Inggris 2022/2023. (Foto: REUTERS/Carl Recine)

INDOSPORT.COM - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, meminta pihak liga tidak mencampuri keputusan susunan pemain milik Crystal Palace jelang duel kontra Arsenal. Menurutnya, kebebasan penuh harus diberikan kepada pelatih untuk menentukan strategi tim.

Arsenal dijadwalkan bertandang ke markas Palace di Selhurst Park pada pekan terakhir musim ini. Pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu gelar juara Liga Inggris.

Baca Juga

Situasi memanas setelah pelatih Palace, Oliver Glasner, mengisyaratkan kemungkinan rotasi pemain. Langkah itu dipertimbangkan karena Palace akan tampil di final UEFA Conference League tiga hari berselang.

Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran soal integritas kompetisi. Sebagian pihak menilai Arsenal bisa diuntungkan jika Palace menurunkan tim lapis kedua.

Namun Glasner menolak anggapan tersebut dengan tegas. Ia menyebut kritik semacam itu tidak masuk akal.

Guardiola pun membela koleganya tersebut. Ia menilai tidak semestinya ada campur tangan dari operator liga terkait keputusan teknis tim.

“Biarkan pelatih melakukan apa yang harus mereka lakukan. Semakin sedikit Premier League ikut campur dalam keputusan seperti ini, akan lebih baik untuk semuanya,” ujar Guardiola dikutip dari Football London.

Ia menegaskan setiap pelatih memahami kebutuhan timnya masing-masing. Karena itu, keputusan soal rotasi sepenuhnya hak manajer.

City sendiri masih berusaha menjaga peluang juara tetap hidup. Mereka harus menang atas Palace untuk memangkas jarak menjadi dua poin dari Arsenal.

Jika berhasil mengalahkan Bournemouth pada laga berikutnya, persaingan gelar akan berlanjut hingga pekan pamungkas. Guardiola mengaku timnya sudah berpengalaman menghadapi tekanan semacam itu.

Meski begitu, pelatih asal Spanyol tersebut enggan mencari kambing hitam bila gagal menyalip Arsenal. Ia menolak menyalahkan wasit maupun faktor eksternal lain.

Glasner juga menegaskan fokus utamanya hanyalah kepentingan Palace. Ia tidak merasa bertanggung jawab atas nasib Arsenal maupun City dalam perebutan gelar.

“Saya dibayar untuk melakukan hal terbaik bagi Crystal Palace. Saya bukan pihak yang bertanggung jawab atas Arsenal atau Manchester City,” kata Glasner.

Ia menambahkan, hasil akhir kompetisi merupakan akumulasi dari 38 pertandingan. Karena itu, terlalu berlebihan jika hanya menyoroti laga terakhir sebagai penentu segalanya.

Glasner juga mengingatkan rotasi pemain adalah hal lumrah sepanjang musim. Menurutnya, banyak tim melakukan hal serupa tanpa menimbulkan polemik.

ArsenalManchester CityPep GuardiolaCrystal PalaceLiga Inggris

Berita Terkini