Legenda Bayern Munchen Karl-Heinz Rummenigge Dukung VAR atau Belum Move On?
INDOSPORT.COM - Mantan presiden sekaligus legenda Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge, tampaknya masih belum move on dari kegagalan timnya lolos ke final Liga Champions musim 2025/26. Ia menilai peraturan teknologi VAR saat ini harus lebih ditingkatkan.
Mantan Timnas Jerman itu ia menilai sistem VAR masih banyak membutuhkan sejumlah perbaikan mendasar. Akan tetapi kritikan tersebut, kata Rummenigge, adalah sebuah dukungan terhadap VAR agar menjadi lebih baik.
Awalnya, perdebatan soal VAR kembali memanas di Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Kontroversi keputusan wasit video terus memicu kritik dari banyak pihak.
Salah satu sorotan muncul saat semifinal Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen. Dua insiden handball yang tidak berujung penalti dinilai memengaruhi hasil akhir laga.
PSG akhirnya melaju ke partai final untuk menghadapi Arsenal di Budapest. Keputusan tersebut memicu gelombang kritik terhadap efektivitas kerja VAR.
Di Inggris, Arsenal juga terlibat dalam polemik lain saat menghadapi West Ham United. Gol penyeimbang telat West Ham dianulir usai VAR menilai terjadi pelanggaran terhadap kiper David Raya.
Proses peninjauan berlangsung hampir lima menit di monitor tepi lapangan. Lamanya keputusan itu menuai kecaman karena dianggap mengganggu ritme pertandingan.
Rummenigge mengakui teknologi tersebut tetap penting demi keadilan pertandingan. Ia menilai VAR sejauh ini membantu meminimalisasi kesalahan fatal wasit.
“Saya masih percaya VAR membantu menciptakan penilaian yang lebih serius dan adil dalam sepak bola. Sepanjang karier sebagai pemain maupun pengurus, saya terlalu sering melihat keputusan keliru,” ujar Rummenigge dikutip dari Bavarian Football Works.
Legenda Jerman itu menyebut dirinya sejak awal mendukung teknologi tersebut. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah penyempurnaan, bukan penghapusan.
Ia menyoroti lamanya jeda antara keputusan dan penjelasan resmi di stadion. Situasi itu, menurutnya, membuat suporter menjadi gelisah dan frustrasi.
“Sering kali terlalu banyak waktu terbuang sebelum penjelasan disampaikan lewat pengeras suara stadion. Fans menjadi resah dan mulai melontarkan nyanyian protes,” katanya.
Rummenigge juga menegaskan sistem VAR adalah inovasi positif dari FIFA. Karena itu, solusi terbaik adalah evolusi sistem, bukan revolusi total.
Ia meminta proses pengambilan keputusan dipercepat dengan dukungan teknologi terbaik. Selain itu, aturan harus dibuat lebih tegas agar mengurangi unsur subjektivitas.
“Keputusan harus lebih cepat, teknologinya harus terbaik, dan kita perlu kembali pada keputusan faktual. Harus lebih banyak hitam-putih, dan mengurangi area abu-abu, terutama soal aturan handball,” tegasnya.
Menurut Rummenigge, kejelasan aturan juga akan meringankan tugas wasit di lapangan. Dengan begitu, mereka bisa memimpin pertandingan tanpa menjadi pusat perhatian.
Baginya, wasit terbaik adalah mereka yang membuat penonton lupa siapa pengadil di lapangan. Itu menjadi tanda bahwa pertandingan berjalan lancar dan profesional.