x

FIFA Temui Federasi Sepak Bola Iran di Istanbul: Bahas Piala Dunia 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 17:17 WIB
Editor: Redaksi
Tim Nasional Iran ketika menjalani pertandingan persahabatan melawan Nikaragua di Azadi Stadium, Teheran. REUTERS/Majid Asgaripour/WANA

INDOSPORT.COM - FIFA menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Federasi Sepak Bola Iran di Istanbul, Turki. Langkah ini dilakukan untuk membahas kepastian keikutsertaan Iran pada putaran final Piala Dunia 2026.

Informasi tersebut diungkap sumber yang memahami dinamika diplomasi olahraga internasional. Sumber itu menyebut FIFA tengah berupaya memberi jaminan resmi kepada pihak Iran.

Baca Juga

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, disebut akan hadir langsung dalam pertemuan tersebut. Agenda utamanya adalah memastikan seluruh kebutuhan administratif Iran berjalan tanpa hambatan politik.

Pertemuan itu juga membahas jaminan logistik untuk tim nasional Iran. FIFA ingin memastikan partisipasi Iran tetap terlaksana sesuai regulasi turnamen.

Iran secara jadwal dan ketentuan kompetisi wajib memainkan seluruh laga fase grup di Amerika Serikat. Situasi ini menjadi sorotan karena hubungan diplomatik kedua negara sedang memanas.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar ke Iran pada akhir Februari. Kondisi itu memutus sejumlah jalur komunikasi diplomatik langsung.

Akibatnya, keikutsertaan Iran di Piala Dunia sempat dipenuhi tanda tanya. Kekhawatiran muncul karena faktor keamanan dan potensi kendala izin masuk.

Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli. Turnamen ini akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Masalah semakin rumit usai otoritas Kanada menolak visa Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj. Penolakan itu membuatnya gagal menghadiri Kongres FIFA di Vancouver awal bulan ini.

Pemerintah Kanada mengacu pada laporan yang mengaitkan Mehdi Taj dengan hubungan dekat bersama Garda Revolusi Iran. Alasan itu memunculkan tantangan protokoler bagi FIFA.

Kasus tersebut menambah kompleksitas hubungan olahraga dan politik internasional. FIFA kini harus mencari jalan tengah agar aturan turnamen tetap berjalan.

Sumber yang sama menegaskan FIFA sedang bekerja intensif dengan pemerintah tuan rumah. Koordinasi juga dilakukan bersama otoritas keamanan terkait.

Upaya itu bertujuan mengatasi seluruh hambatan diplomatik yang muncul. FIFA ingin seluruh negara yang lolos bisa tampil tanpa diskriminasi politik.

Selain itu, FIFA berusaha memastikan proses visa berjalan lancar. Semua tim peserta harus mendapatkan hak bertanding secara adil dan aman.

Lingkungan kompetisi yang aman menjadi prioritas utama federasi dunia tersebut. FIFA tidak ingin konflik geopolitik merusak integritas turnamen terbesar sepak bola.

FIFA juga berkomitmen menjaga sepak bola tetap terpisah dari konflik bersenjata. Prinsip netralitas olahraga terus menjadi pijakan organisasi tersebut.

Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi salah satu edisi terbesar sepanjang sejarah. Kehadiran 48 negara peserta membuat tantangan koordinasi jauh lebih kompleks.

Karena itu, setiap persoalan diplomatik harus diselesaikan jauh sebelum turnamen dimulai. FIFA ingin menghindari krisis mendadak menjelang kick-off.

Iran sendiri menjadi salah satu wakil kuat Asia di level internasional. Absennya mereka tentu akan menjadi pukulan besar bagi kompetisi.

Untuk saat ini, FIFA terus bergerak mencari solusi terbaik. Pertemuan di Istanbul diyakini menjadi langkah penting demi menjaga keikutsertaan Iran tetap aman di Piala Dunia 2026.

IranFIFAPiala DuniaPiala Dunia 2026

Berita Terkini