Cetak Gol Kemenangan Arsenal vs Burnley, Havertz Bikin Arteta Cemas Dapat Kartu Merah
INDOSPORT.COM - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku sempat khawatir Kai Havertz akan diusir wasit saat timnya menang tipis atas Burnley. Insiden kontroversial itu terjadi di tengah laga menegangkan yang menjaga peluang The Gunners dalam perburuan gelar musim ini.
Kai Havertz tampil sebagai pahlawan kemenangan Arsenal vs Burnley, lewat gol tunggalnya pada babak pertama. Penyerang asal Jerman itu menanduk umpan sepak pojok Bukayo Saka pada menit ke-35 untuk membawa tuan rumah unggul.
Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat di Emirates Stadium. Meski mendominasi penguasaan bola, Arsenal kesulitan menambah keunggulan dan harus menghadapi tekanan psikologis hingga peluit panjang dibunyikan.
Ketegangan memuncak ketika laga memasuki 20 menit terakhir. Havertz melakukan tekel keras kepada gelandang Burnley, Lesley Ugochukwu, yang sedang mencoba melepaskan diri dalam serangan balik cepat.
Dalam tayangan ulang, kaki Havertz terlihat mengenai betis lawannya cukup tinggi. Wasit langsung mengeluarkan kartu kuning, sementara pemeriksaan VAR memutuskan tidak ada alasan untuk menaikkan hukuman menjadi kartu merah.
Keputusan itu memicu perdebatan besar di kalangan pengamat sepak bola Inggris. Komentator Gary Neville bahkan menilai Arsenal sangat beruntung karena Havertz lolos dari kartu merah langsung.
Neville menyebut keputusan tersebut tidak tepat jika melihat kerasnya kontak yang terjadi. Menurut mantan bek Manchester United itu, Havertz bisa saja dikeluarkan karena aksinya tergolong berbahaya.
Mikel Arteta mengakui dirinya sempat tegang saat proses peninjauan VAR berlangsung. Pelatih asal Spanyol itu menunggu keputusan dengan penuh kecemasan karena khawatir timnya harus bermain dengan sepuluh orang.
“Saya jelas khawatir ketika mereka sedang memeriksanya,” ujar Arteta dikutip dari The Standard. “Ketika saya melihat ke bangku cadangan, mereka bilang itu bukan kartu merah, tetapi saya sendiri belum melihat ulang kejadiannya.”
Tak lama setelah insiden tersebut, Arteta memutuskan menarik keluar Havertz. Ia memasukkan Viktor Gyokeres yang langsung bekerja keras menjaga tekanan Arsenal tetap stabil di lini depan.
Masuknya Gyokeres memberi tenaga baru bagi The Gunners pada fase akhir pertandingan. Penyerang asal Swedia itu tampil kuat menahan bola dan membantu tim keluar dari tekanan Burnley.
Meski hanya menang dengan selisih satu gol, Arsenal sebenarnya cukup nyaman secara statistik. Burnley sama sekali gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan berlangsung.
Namun skor tipis membuat suasana stadion tetap dipenuhi ketegangan hingga menit terakhir. Arteta bahkan melontarkan candaan soal tekanan besar yang terus menguji dirinya selama memimpin Arsenal.
“Saya pikir rambut yang saya miliki tidak akan pernah habis, tetapi pekerjaan ini benar-benar mengujinya sampai batas maksimal,” kata Arteta sambil tersenyum usai laga.
Sementara itu, kubu Burnley merasa sangat dirugikan oleh keputusan wasit. Pelatih interim Michael Jackson menilai pertandingan akan berjalan berbeda jika Havertz mendapat kartu merah.
Menurut Jackson, tekel tersebut cukup berbahaya dan berpotensi mencederai pemainnya. Ia percaya Burnley bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain andaikan Arsenal bermain dengan sepuluh orang.
“Itu akan mengubah pertandingan untuk keuntungan kami,” tegas Jackson. “Dalam sepak bola modern, itu kartu merah dan sangat berbahaya karena dia bisa saja mencederai lawan.”
Jackson juga menyoroti bagaimana Burnley tetap mampu bertahan dalam pertandingan meski berada di bawah tekanan Arsenal. Ia merasa sejumlah keputusan besar musim ini terlalu sering merugikan timnya.
“Kami bertahan selama mungkin dalam pertandingan ini,” lanjutnya. “Keputusan-keputusan besar seperti itu kadang tidak kami dapatkan, dan musim ini hal itu terlalu sering terjadi.”
Terlepas dari kontroversi tersebut, Arsenal sukses mengamankan tiga poin krusial. Kemenangan ini menjaga tekanan mereka terhadap rival-rival papan atas dalam persaingan sengit menuju akhir musim Premier League.