Rival Florentino Perez Tuduh Ada Kampanye Fitnah dan Real Madrid Layak Dapat Presiden Lebih Baik
INDOSPORT.COM - Persaingan menuju kursi presiden Real Madrid semakin memanas setelah Enrique Riquelme melontarkan kritik keras kepada Florentino Perez dalam pernyataan resmi yang penuh sindiran tajam. Situasi yang awalnya sekadar persaingan politik internal klub kini berubah menjadi konflik terbuka menjelang pemilihan presiden yang digelar pada 7 Juni 2026 mendatang.
Beberapa jam setelah Florentino Perez menyampaikan presentasi pencalonannya dan mempertanyakan kredibilitas Riquelme, kandidat penantang tersebut langsung memberikan respons panjang melalui pernyataan publik. Riquelme menilai Perez sengaja membangun opini negatif terhadap dirinya dibanding membuka diskusi sehat mengenai masa depan Real Madrid.
Riquelme juga kembali menantang Florentino Perez untuk mengikuti debat terbuka di hadapan para anggota klub sebelum proses pemungutan suara dilaksanakan. Menurutnya, pemilih berhak mengetahui visi kedua kandidat secara langsung tanpa dipengaruhi serangan pribadi maupun rumor yang dianggap menyesatkan.
“Madrid pantas mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada kebohongan dan rumor demi kepentingan pribadi,” tegas Riquelme dalam pernyataannya kepada publik. Pengusaha asal Spanyol itu menilai atmosfer politik di Real Madrid saat ini tidak mencerminkan martabat institusi sebesar Los Blancos.
Riquelme kemudian menuding Florentino Perez dan orang-orang terdekatnya lebih memilih menciptakan ketegangan dibanding membangun diskusi yang elegan. Ia menyebut pendekatan yang dilakukan kubu petahana justru memperlihatkan ketakutan menghadapi persaingan terbuka dalam pemilihan presiden kali ini.
“Dalam beberapa jam terakhir, kami menyaksikan dengan sedih bagaimana Florentino Perez dan orang-orang terdekatnya memilih serangan pribadi serta ketegangan daripada menciptakan debat yang tenang dan bermartabat,” ujar Riquelme. Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan besar di kalangan pendukung Real Madrid dan media Spanyol.
Sebagian besar isi tanggapan Riquelme fokus membantah tudingan Florentino Perez terkait latar belakang bisnis dan aktivitas finansial dirinya. Ia menegaskan informasi yang disebarkan kubu Perez sepenuhnya salah dan berasal dari laporan media yang bahkan telah dikoreksi oleh penerbit terkait.
“Florentino Perez telah menyebarkan informasi yang sepenuhnya salah dengan mengutip artikel yang bahkan sudah meminta maaf kepada tim kampanye kami,” kata Riquelme. Ia menambahkan bahwa laporan tersebut sebelumnya dibuat berdasarkan informasi bias dan tidak akurat.
Konflik semakin panas ketika Riquelme mulai menyerang balik dengan membahas sosok-sosok di lingkaran dalam Florentino Perez. Ia mencoba mematahkan upaya Perez yang mengaitkannya dengan era kontroversial Ramon Calderon, karena saat periode tersebut berlangsung dirinya masih berusia 15 tahun.
Riquelme juga menyinggung nama Antonio Medina yang menjadi satu-satunya anggota tim kampanyenya yang pernah terlibat pada masa Calderon. Namun, ia menekankan Medina baru saja meninggalkan posisinya di yayasan Real Madrid sebelum resmi bergabung dalam pencalonan dirinya.
“Satu-satunya anggota tim kami yang berasal dari era tersebut adalah Antonio Medina, tetapi Perez lupa menyebut bahwa ia juga menjadi anggota dewan Yayasan Real Madrid hingga pekan lalu,” ungkap Riquelme. Pernyataan itu dianggap sebagai upaya menunjukkan inkonsistensi kubu Florentino Perez.
Tidak berhenti di situ, Riquelme juga mulai menyinggung isu sensitif mengenai transparansi figur-figur yang berada di sekitar Florentino Perez. Salah satu nama yang disebut secara langsung adalah Anas Laghari, sosok yang disebut memiliki pengaruh besar dalam sejumlah operasi strategis klub.
“Keraguan para anggota terkait hubungan bisnis sejumlah figur dekat presiden seperti Anas Laghari tidak boleh dibungkam atau dijadikan bahan ejekan,” tegas Riquelme. Ia meminta seluruh aktivitas dan relasi bisnis yang berkaitan dengan Real Madrid dijelaskan secara terbuka kepada anggota klub.
Menurut Riquelme, anggota klub berhak mengetahui seluruh fakta mengenai arah kebijakan dan hubungan bisnis yang berlangsung di internal Real Madrid. Ia menilai transparansi menjadi hal penting agar proses pemilihan presiden berjalan sehat serta menjaga citra besar klub di mata dunia.
Riquelme kemudian kembali menegaskan keinginannya untuk menggelar debat terbuka bersama Florentino Perez di televisi nasional. Untuk ketiga kalinya, ia mengundang sang presiden petahana agar bersedia menjawab pertanyaan publik secara langsung mengenai masa depan Real Madrid.
“Para anggota pantas mengetahui kebenaran tentang apa yang terjadi di dalam klub dan mengambil keputusan berdasarkan informasi lengkap serta rasa hormat terhadap institusi,” kata Riquelme. Ia menambahkan bahwa siapa pun presidennya nanti, nilai-nilai Real Madrid harus tetap berada di atas kepentingan individu.
Ketegangan politik internal Real Madrid kali ini menjadi salah satu yang paling panas dalam beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pemilihan presiden Los Blancos tidak lagi sekadar soal proyek olahraga, tetapi juga pertarungan pengaruh dan citra di balik klub terbesar Spanyol tersebut.