Suhu Udara Kejutkan Para Pembalap JIExpo Criterium 2016
Berbeda dengan konsep touring yang biasa digunakan dalam ajang balap sepeda, JIExpo Criterium menggunakan trek yang menggabungkan lintasan terbuka dan tertutup secara bersamaan. Konsep ini terbilang baru di Indonesia.
Jadi, para pembalap harus merasakan panas menyengat saat berada di lintasan outdoor, dan kemudian merasakan suhu dingin saat masuk ke lintasan indoor.
Pemenang pertama kategori Men's Amateur, Edo Bawono, mengatakan format ini sempat membuatnya kaget karena merasakan perubahan sensasi udara secara mendadak.
"Panas, tiba-tiba masuk ke lintasan indoor dan terasa dingin. Adem sebentar, terus panas lagi," ujar pembalap bernomor 119 yang mewakili tim KGB itu.
"Format ini baru kali ini di Indonesia," lanjutnya.
Juara Men's Amateur, Edo Bawono.
Sejalan dengan Edo, pembalap asal Purbalingga dari Tim Kodok, Eko Hidayat, juga mengaku terkejut dengan lintasan perlombaan. Eko yang baru pertama kali mengikuti ajang balap sepeda juga yakin, pengalaman ini akan memotivasi dirinya untuk tampil lebih baik di turnamen berikutnya.
"Pengalaman pertama ini bikin kaget sih. Tapi buat motivasi juga supaya berlatih lebih rajin," kata pembalap kelahiran 1992 itu.
"Biasanya di jalan raya. Tapi di sini, banyak tikungan. Terus pas masuk hall, tiba-tiba dingin. Biasanya udah biasa latihan panas di luar," sambung Eko.
Selain memberikan pengalaman baru buat para pembalap, Edo dan Eko berharap event ini akan terus berlanjut demi meramaikan komunitas sepeda tanah air. Seperti diketahui, acara-acara yang mempertemukan perkumpulan pecinta sepeda masih cenderung jarang dilaksanakan.
"Semoga acara ini terus berlanjut, supaya bisa meramaikan komunitas persepedaan dan bisa membina antar komunitas biar lebih erat lagi. Seru kan kayak gini," kata Edo.
JIExpo Criterium ini sendiri adalah yang kedua. Sebelumnya, PT Jakarta International Expo menyelenggarakan event ini pada tahun 2014.