Drama Dua Pesepeda Telanjang yang Diserang Pengendara Mobil, Salah Siapa?
INDOSPORT.COM – Belum lama ini, seorang pengendara mobil “gila” dikabarkan meneriaki dan menyerang sepasang pesepeda telanjang yang tengah melakukan tur untuk amal.
Colin Unsworth dan Sadie Tann tengah bersepeda dari Lands End ke John O'Groats dengan tandem (sepeda yang dinaiki dua orang atau lebih) saat mereka tiba-tiba diserang orang tak dikenal.
Untungnya, pasangan asal Inggris tersebut sempat merekam serangan yang dianggap kurang ajar itu. Video mereka pun sempat viral di media sosial minggu lalu.
Saat ini, Colin dan Sadie sedang melapor ke polisi. Mereka menanggapi insiden itu dengan serius karena khawatir jika ada "percobaan pembunuhan" bagi mereka jika pelakunya ditangkap.
Insiden dramatis tersebut terjadi pada tanggal 4 Juli silam ketika mereka bersepeda melalui pedesaan di pinggiran Perth, Skotlandia.
Sebuah mobil tampak melambat dan berbelok ke arah mereka, dengan si pengendara terdengar berteriak pada pasangan yang tidak bersalah itu, “You’re a f***ing prostitute!” (Dasar kalian pelacur!).
Akibatnya, Colin dan Sadie terjatuh ke tanah. Mereka juga mengklaim bahwa mobil itu sempat berbalik untuk mengejar mereka. Tapi untungnya, mereka tidak mengalami luka parah setelahnya.
Meski begitu, Colin yang berusia 51 tahun tersebut mengatakan bahwa ia terkejut dengan agresivitas si pengemudi setelah menerima umpan balik positif sepanjang perjalanan mereka.
"Kebanyakan orang tertawa atau mengacungkan jempol kepada kami, atau mereka akan bertanya kepada kami apa yang kami lakukan,” ujar Colin seperti dikutip dari The Independent (15/07/22).
“Dan kami hanya mengatakan bahwa kami melakukan hal ini untuk amal. Lalu mereka mendoakan kami. [Tapi] di Perth, kami diserang oleh orang gila yang mengendarai mobil mereka ke arah kami.”
1. Siapa yang Salah?
Colin juga mengaku bahwa ia sudah terbiasa dengan perilaku beberapa orang yang ketakutan sampai menelepon polisi, tapi ia tidak menyangka kalau ada yang sampai menyerangnya.
"[Penyerangan] itu sangat mengguncang kami. Secara fisik kami tidak terluka, tetapi itu membuat kami lebih berhati-hati lagi,” ujarnya.
Lelaki asal Adlington, Inggris, itu juga mengatakan bahwa polisi setempat saat ini sedang menangani insiden itu dengan serius, sehingga mereka mungkin akan mengajukan tuntutan jika pelakunya sudah ditemukan.
Seorang juru bicara dari Kepolisian Skotlandia juga sudah mengkonfirmasi bahwa ada penyelidikan yang sedang berlangsung atas insiden tersebut.
"Penyelidikan polisi sedang berlangsung setelah seorang pria berusia 52 tahun dan seorang wanita berusia 31 tahun yang mengendarai sepeda tandem,
Dengan sengaja ditabrak oleh sebuah mobil di A912 dekat Bridge of Earn sekitar jam 2 siang pada hari Senin tanggal 4 Juli,” bunyi pernyataan polisi itu.
Colin dan Sadie telah memulai perjalanan 50 mil per hari untuk mengumpulkan uang bagi badan amal kesehatan mental Mind and Rewilding Britain, yang bertujuan untuk mengatasi darurat iklim.
"Sebagai naturis yang menyukai hubungan dengan alam dan menghargai kesehatan mental, kami berpikir apa yang bisa kami lakukan untuk melakukan semacam aksi untuk meningkatkan kesadaran,” ujar Colin.
Rewilding sendiri diklaim telah menerima dukungan positif sejak pasangan ini memulai perjalanan mereka, dengan orang-orang memberi mereka makan dan tempat bermalam.
Meski begitu, apakah aksi ini memang bisa diterima dengan baik? Apakah membantu badan amal harus dengan melakukan sesuatu sambil telanjang? Tapi, apakah menyerang seseorang karena kita tidak menyukai mereka juga sesuatu yang diperbolehkan? Bagaimana pendapat kalian?
2. Bike To Care 2022 Raih Rp750 Juta untuk Anak Indonesia
Beralih ke sepeda dalam negeri, perhelatan Bike To Care 2022 yang sebagai perjuangan dalam upaya menggalang dana bagi kehidupan anak-anak Indonesia bersama para pesepeda dan mitra telah usai.
Dengan tagar #BaliLoop 500KM, sebanyak 50 pesepeda telah menyelesaikan misi mengayuh sejauh 500KM mengelilingi Pulau Dewata, Bali. Tidak hanya itu, 250 pesepeda virtual telah mengayuh 500KM dari kota masing-masing semenjak bulan Februari lalu.
Laman donasi di kitabisa.com/biketocare juga sudah resmi ditutup pada 8 April 2022 kemarin dengan total donasi terkumpul sejumlah Rp 754.166.846 dari 9.228 donatur.
Dengan tagline #MengayuhUntukAnak, misi tahun ini untuk untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang kehilangan orang tua akibat pandemi Covid-19.
Sebagaimana yang kita ketahui, pandemi Covid-19 melanda seluruh negara di dunia pada 2 tahun belakangan ini, sejak pertama kali menyebar di Wuhan.
Baca selengkapnya: Keren! Bike To Care 2022 Sukses Raih Rp750 Juta untuk Kehidupan Anak Indonesia