Prioritaskan Petinju Muda
Pengiriman petinju muda jadi prioritas Pengurus Pusat Pertina ke Asian Games Incheon 2014 di Korsel, paruh September mendatang.
Senin (13/01/14), Ketua Bidang Kepelatihan Pelatnas PP Pertina, John Amanupunyo, di Makassar menyatakan, banyak petinju usia muda yang berpotensi besar memberikan kontribusi maximal.
"Kami memang tidak menutup pintu bagi atlet yang lebih senior untuk turun di Asian Games. Namun tentu harus membuktikan memang punya potensi memberi prestasi," sebut John kepada Antara.
Sebagai contoh, Pertina tetap memberi kesempatan kepada petinju senior dari Sulsel, Alex Tatontos (34). Hal itu dapat terjadi jika Alex mampu memperlihatkan kualitasnya saat seleksi atau pelatnas.
Menurut John, aturan organisasi tinju amatir AIBA tetap memperbolehkan petinju dari usia 19 hingga 40 tahun. Namun, pihaknya menilai petinju muda berkondisi fisik lebih maximal dan berusia prestasi lebih panjang.
"Selain masalah pengalaman, tampil di ajang sekelas Asian Games memang butuh kondisi fisik lebih maximal. Apalagi, pertandingan Asian Games diikuti para petinju terbaik dunia," timpal John lagi.
Siapa yang akan menghuni pelatnas tinju Asian Games 2014, mantan Direktur Teknik Pertina Sulsel itu belum bisa memastikan.
Pihaknya memiliki dua opsi rekrutmen, yakni melalui seleksi atau penunjukan berdasarkan prestasi para petinju, baik di tingkat kejurnas maupun saat memperkuat Indonesia di SEA Games Myanmar 2013.
"Kami segera membahas masalah ini dalam rapat bersama pengurus di Jakarta. Kami juga meminta seluruh atlet untuk terus berlatih meningkatkan kualitasnya agar bisa terpilih masuk timnas," tandas John.