Ambisi Bernard Hopkins di Usia Lanjut
Dua hakim laga di Washington, AS, memberikan angka kemenangan tipis kepada Hopkins, dengan skor sama, 116-111. Sementara hakim ketiga memberikan angka kemenangan kepada Shumenov 114-113.
“Malam yang luar biasa. Saya merasa spesial seperti apa adanya. Tak ada definisi lagi untuk kata spesial,” ungkap Hopkins seusai bertanding.
Hopkins masih memegang sabuk juara kelas berat ringan IBF pada usia 49 tahun sekarang dan itu membuat dia menjadi petinju pemegang sabuk juara tertua di dunia.
Kini, setelah melibas Shumenov yang berpaspor Kazakhstan, Hopkins memiliki dua sabuk juara. Itu artinya, dia menjadi petinju tertua yang pernah memegang dua sabuk juara tinju dari dua asosiasi berbeda.
Kendati mendekati paruh baya, ambisi Hopkins menghimpun sabuk juara dari asosiasi lain masih besar. Dia mengincar sabuk juara kelas yang sama dari WBC dan menjadi juara sejati sebelum usia 50 tahun pada Januari 2015.
“Tugas saya bukan menjadi hakim. Tugas saya adalah bersiap menjadi juara tinju sejati sebelum 50 tahun,” tegas Hopkins yang dilansir AFP.
Hopkins kini memiliki rekor 55-6 plus dua kali berlaga imbang. Dari 55 kemenangan, Hopkins membukukan 32 KO. Hopkins juga sempat menganvaskan Shumenov pada ronde ke-11 pada pertarungan itu. Kekalahan angka dari Hopkins membuat rekor Shumenov menjadi 14-2.
“Saya tak memikirkan catatan angka pada scorecard. Tak masalah pula dengan pertandingan itu. Saya memilih strategi yang salah. Saya marah sekali. Itu tak akan terjadi kalau saya menang, namun saya telah buktikan sebagai petarung sejati,” tutur Shumenov.
Keunggulan Hopkins nyata terpampang pada ronde terakhir. Fans meneriakkan “B-Hop, B-Hop”, sementara Hopkins menurunkan kedua tangan, menggoyangkan badan mendekati Shumenov, dan tersenyum. Setelah lawan terlihat frustrasi, Hopkins melancarkan serangan.
“Saya petinju 15 ronde. Saya adalah seorang throwback (petinju masa lalu),” tandas Hopkins. Kemenangan di Washington Armory itu adalah kesuksesan kedua Hopkins mempertahankan gelar juara, setelah dia mengambil sabuk kampiun IBF itu dari Tavoris Cloud pada Maret 2013. Pada Oktober 2013, Hopkins juga mengandaskan ambisi penantang dia, Karo Murat.