x

Olimpiade London 2012 Jadi Jalan Anthony Joshua Sebagai Petinju Kelas Berat Tangguh

Sabtu, 17 Juli 2021 17:36 WIB
Editor: Juni Adi
Anthony Joshua dan Andy Ruiz Jr saling pukul dalam pertarungan IBF/WBA/WBO. Al Bello/Getty Images

INDOSPORT.COM - Nama Anthony Joshua sebagai petinju ternama di kelas berat dimulai ketika ia mampu memenangkan medali emas Olimpiade London 2012.

Pesta olahraga multi event terbesar di dunia, Olimpiade Tokyo 2020 kurang dari beberapa hari lagi akan segera dimulai tepatnya pada 23 Juli hingga 08 Agustus 2021 mendatang di Jepang.

Sejatinya Olimpiade Tokyo 2020 dihelat pada tahun lalu namu karena pada saat itu sejumlah negara tengah dilanda pandemi virus corona atau Covid-19, membuat Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengundurnya ke tahun 2021.

Para atlet yang sudah menantikan bertanding di Olimpiade Tokyo 2020 pun tidak sabar untuk berlaga.

Baca Juga
Baca Juga

Pasalnya ajang Olimpiade ini bisa menjadi jalan mereka menuju kesuksesan dalam bidang olahraga yang ditekuni, dari status amatir hingga menjadi profesional.

Hal itu sudah dibuktikan oleh petinju Anthony Joshua. Sebelumnya ia merupakan petinju amatir, yang namanya tak banyak orang tahu.

Namun ketika ia sukses meraih medali emas saat tampil di Olimpiade London 2012 lalu, Joshua kini menjadi salah satu petinju kelas berat terbaik saat ini.

Lantas bagaimana perjuangan Anthony Joshua dalam meraih medali emas di Olimpiade London 2012? berikut ulasan singkatnya:


1. Anthony Joshua Raih Medali Emas

Anthony Joshua kalah dan kehilangan 4 gelar juara dunia sekaligus. Al Bello/Getty Images

Petinju amatir Anthony Joshua sukses meraih medali emas usai menaklukan lawannya Roberto Cammarelle di final cabang olahraga tinju Olimpiade London 2012, Minggu (12/08/12).

Kedua petinju bertarung sangat sengit di awal ronde babak pertama. Cammarelle yang lebih berpengalaman mampu unggul lebih dahulu dari Joshua.

Petinju asal Inggris itu kalah 6-5 dari Cammarelle di ronde pertama. Namun Anthony Joshua perlahan mulai bangkit di ronde kedua. Dirinya memperbaiki skor pukulan menjadi 13-10 atas Cammarelle.

Baca Juga
Baca Juga

Roberto Cammarelle yang lebih tua 10 tahun, tak bisa membendung kelemahan terbesarnya yakni stamina. Hal itu dimanfaatkan oleh Johsua dengan beberapa pukulan higga membuat pria asal Italia itu kalah poin di ronde ketiga 8-5.

Kemenangan Anthony Joshua dipersembahkannya untuk rekannya, Dychko yang juga kapten tim tinju Inggris di Olimpiade London 2012.

Dychko gagal meraih medali emas setelah kalah di peremafinal dan hanya meraih medali perunggu kala itu.

Kini, petinju yang akrab disapa AJ itu menjadi salah satu petinju terbaik di kelas berat saat ini. Hal tersebut dibuktikan Joshua dengan mendapatkan empat sabuk juara dunia yakni IBF, IBO, WBA, dan WBO.

Sejauh ini, Joshua sudah melakoni 24 pertarungan secara profesional. Berdasarkan catatan tersebut, dia berhasil menang 23 kali dan kalah 1 kali.

Selain itu, Joshua saat ini adalah salah satu petinju yang berpeluang menjadi juara tak terbantahkan alias undisputed champion. 

Berikut cuplikan pertandigan Anthony Joshua vs Roberto Cammarelle di final tinju Olimpiade London 2012: (Klik di Sini)

Anthony JoshuaOlimpiade London 2012TinjuOlimpiade Tokyo 2020Berita Tinju

Berita Terkini