Proliga 2017

Jaga Sportivitas di Proliga 2017, PBVSI Siapkan Aturan Ketat

Selasa, 7 Februari 2017 18:00 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Ahmad Priobudiyono
© Ian Setiawan/Indosport
Tiket Proliga Seri Malang dan suasana GOR Ken Arok Copyright: © Ian Setiawan/Indosport
Tiket Proliga Seri Malang dan suasana GOR Ken Arok

Guna menjaga serta meningkatkan nilai-nilai sportivitas dalam salah satu cabang olahraga bergengsi di Tanah Air ini, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBSI) akan memperkuat sistem dengan menerapkan aturan ketat bagi para pemain.

Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI, Hanny S. Surkatty menegaskan jika pihaknya tidak akan segan-segan untuk menjatuhkan sanksi berat terhadap para pemain yang melanggar norma atau memiliki sikap yang buruk saat bermain di lapangan ataupun ketika berada di luar lapangan.

Menurut Hanny, sanksi tersebut berlaku tanpa pandang bulu bagi seluruh pemain, baik untuk para pemain lokal mau pun para pemain asing yang turut bermain di ajang kompetisi ini.


Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI, Hanny S. Surkatty.

"Pemain yang melanggar norma akan kita skors. Dalam hal ini atitude pemain sangat kita perhatikan," ujar pria yang juga merupakan Direktur Proliga 2017.

Selain itu, Hanny Surkatty juga menjelaskan bahwa akan regulasi baru terkait penambahan pemain pada putaran ketiga kompetisi Proliga 2017. 

Setiap tim peserta diperbolehkan untuk menggaet pemain baru baik asing maupun lokal dengan persyaratan quota maksimum 18 per tim, dengan catatan setiap tim tidak bisa mengganti pemain yang sudah terdaftar sebelumnya.

"Pemain yang terdaftar di Proliga tidak bisa diganti selama satu musim. Sebelum putaran ketiga dimulai satu pemain asing dan dua pemain lokal boleh ditambahkan, jadinya tiap tim boleh 18 pemain," tutup Hanny. 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%