x

FIVB Minta Iran Bebaskan Wanita Inggris

Selasa, 11 November 2014 03:38 WIB
Editor: Jhon Purba

Ghavami ditahan setelah berunjuk rasa mendesak kaum perempuan diizinkan menonton kegiatan olahraga atlet-atlet putra. Media di Iran memberitakan Ghoncheh Ghavami dijatuhi hukuman satu tahun penjara pada 2 November dengan dakwaan sengaja menyebarkan propaganda antipemerintah.

“FIVB meminta agar Ghoncheh Ghavami dibebaskan dan kami sudah mengirim surat kepada Presiden Hassan Rouhani terkait permintaan tersebut," demikian pernyataan resmi FIVB.

Mencoba tidak campur tangan dalam urusan politik, FIVB menegaskan hanya memperhatikan nasib Ghavami. FIVB menegaskan tidak ingin terlibat dalam urusan dalam negeri suatu negara.

Ghavami yang berusia 25 tahun dipenjara setelah bersama sejumlah orang menggelar demonstrasi di sela-sela pertandingan voli antara Iran melawan Italia pada Juni. Sejumlah wanita tersebut ditangkap dan diduga dipukuli sebelum dibebaskan.

Saat berunjuk rasa, Ghavami meminta pemerintah Iran mengizinkan kaum hawa dibolehkan menonton pertandingan bola voli dan kegiatan olahraga lain yang diikuti oleh atlet-atlet putra.

Mulai tahun 2012, Pemerintah Iran melarang kaum perempuan untuk ikut menonton permainan voli. Larangan ini melebar dari larangan sebelumnya di pertandingan sepakbola.

Pihak berwenang Iran menyatakan perempuan membutuhkan perlindungan dari perilaku tak pantas dari sejumlah penggemar laki-laki. Soal penahanan Ghavami, Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan keprihatinan.

“Kami prihatin atas tuntutan, proses hukum selama persidangan dan perlakuan terhadap Ghavami selama dalam tahanan,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Inggris.

Ghavami kembali ditahan dan kemudian diadili. Dia melakukan aksi mogok makan pada Oktober 2014 setelah ditahan dalam sel isolasi. Lebih dari 700.000 orang telah menandatangani petisi online yang mendesak pihak berwenang untuk membebaskan Ghavami.

FIVBGhoncheh Ghavami

Berita Terkini