Iran Izinkan Perempuan Tonton Voli
Sebelum Federasi Voli Internasional mencabut hak Iran untuk menggelar turnamen berskala dunia karena tersandung kasus pemenjaraan Ghoncheh Ghavami.
“Keputusan terkini kami ialah menyediakan bagian khusus di dalam stadion untuk perempuan. Saat ini ada tekanan terhadap Iran sebagai tuan rumah ajang olahraga. Keputusan kami ambil agar hak Iran sebagai tuan rumah tidak terancam,” kata Shahrian.
Shahrian menegaskan tekanan terhadap Iran bersifat politik, bukan olahraga. Langkah Pemerintah Iran ini ditempuh di tengah kontroversi pemenjaraan Ghoncheh Ghavami. Ghavami dijatuhi hukuman satu tahun penjara pada 2 November dengan dakwaan sengaja menyebarkan propaganda antipemerintah.
“Isunya adalah politik. Meski demikian dengan langkah ini kami menyusun jalan agar perempuan dapat menghadiri pertandingan olahraga,” lanjut Shahrian.
Ghavami ditahan setelah bersama sejumlah orang menggelar demonstrasi di sela-sela pertandingan bola voli antara tim nasional Iran melawan Italia, Juni 2014. Ghavami meminta Pemerintah Iran mengizinkan kaum hawa dibolehkan menonton voli dan olahraga lain yang diikuti oleh atlet-atlet putra.