(VIDEO) Sima Azimi, Pelatih Wushu dan Pendobrak Norma Sosial Afghanistan

Rabu, 22 Maret 2017 07:32 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
© AP
Pelatih wushu perempuan pertama Afghanistan, Sima Azimi. Copyright: © AP
Pelatih wushu perempuan pertama Afghanistan, Sima Azimi.

Sima Azimi lebih dari sekadar atlet wushu perempuan asal Afghanistan. Ia bertekad untuk melatih calon-calon pejuang perempuan berbekal kemampuannya itu. Perempuan 20 tahun ini melatih 20 perempuan, dengan rentang usia 14-20 tahun di atas Puncak Bukit Shahrak Haji Nabi di Kota Kabul. 

Mengutip Independent, negeri konservatif tersebut membatasi aktivitas perempuan di olahraga dan kegiatan lainnya yang penuh kontak fisik karena ditakutkan akan merusak selaput dara para perempuan yang belum menikah.

"Seperti yang Anda tahu, kami tinggal di negara dengan 'omong kosong' dan ada pihak yang tak setuju jika para perempuan meningkatkan kemampuannya sendiri. Namun saya senang melawan 'omong kosong' itu dan berlatih wushu," ujar Azimi.

Azimi sendiri mulai berlatih wushu saat masih tinggal di Iran. Ia sempat meraih medali emas dan perunggu dalam dua kompetisi di negara tersebut. Ia kemudian menjadi pelatih bagi para pelajar perempuan, dan menetapkan biaya kursus 2 hingga 5 dolar AS (sekitar Rp27-67 ribu) per bulan, tergantung kemampuan masing-masing peserta.

Selain melatih para perempuan ini untuk mengikuti kompetisi internasional, Azimi ingin membekali mereka dengan kemampuan bela diri sehingga mereka bisa melindungi diri sendiri dari pelecehan.

"Saya ingin membantu para perempuan di negara saya untuk mengembangkan kemampuan mereka, sehingga mereka bisa setara dengan perempuan-perempuan di negara lain. Saya juga ingin membantu menghentikan kekerasan terhadap wanita di Afghanistan," tambahnya.