Yayuk bersama rekan-rekannya di Komisi X yang membidangi olahraga dan pariwisata Indonesia, memang belum mengetahui soal kabar pembangunan sirkuit baru yakni MotoGP dan Formula 1 (F1) di Palembang.
Bagi Yayuk, biasanya segala hal yang berhubungan dengan urusan olahraga Indonesia pasti akan dibahas di Komisi X.
Padahal, sebelumnya beredar kabar bahwa Presiden Joko Widodo telah menunjuk pengusaha Hary Tanoesoedibyo untuk segera membangun sirkuit di Palembang.
“Sirkuit baru di Palembang itu kami belum dengar. Terus terang kita di Komisi X belum dengar kabar itu. Tapi, tentu nanti dibahas kalau berkaitan dengan olahraga,” kata Yayuk Basuki saat dihubungi INDOSPORT.

Yayuk Basuki selaku anggota Komisi X DPR RI
“Soal penunjukan untuk membangun sirkuit, kita belum tau nih seperti apa penunjukan Presiden kepada Hary Tanoe. Di internal kita juga belum ada pembicaraan,” tambahnya.
Namun meski begitu, Yayuk menegaskan bila penunjukan yang dilakukan Presiden Jokowi bersifat internal, maka DPR tidak akan ikut campur. Sebab, hal itu berarti tidak akan menggunakan anggaran negara.
“Kecuali begini, bila itu masuk dalam urusan internal (antara Presiden dan Hary Tanoe), maka artinya itu tidak menggunakan anggaran negara, ya berarti monggo,” jelasnya.
“Itu hak mereka kalau pake anggaran pribadi berarti jatuhnya profesional. Jadi negara tidak ikut andil dalam pembangunannya, dalam hal ini anggaran,” jelas mantan atlet tenis itu.

Hary Tanoesoedibjo saat akan terbang ke Palembang meninjau lahan sirkuit untuk MotoGP
Harry Tanoe sendiri memang telah melakukan kunjungan langsung ke Palembang. Ditemani oleh Gubernur Sumater Selatan Alex Noerdin, pengusaha dan juga bos media ini memantau langsung lahan yang akan dibangun sirkuit tersebut.
“Meninjau lahan di Palembang, saya diminta Presiden Joko Widodo membangun sirkuit MotoGP dan F1,” tulis Harry Tanoe di akun Facebook pribadinya.