Liga Champions

Demi Menyelamatkan Diri, PSG Rela 'Korbankan' 8 Pemainnya

  • PSG terpaksa harus menjual delapan pemainnya yang dianggap tak begitu diperlukan. 
  • Berangkat dari ancaman Presiden UEFA untuk mengeluarkan PSG dari Liga Champion terkait kasus FFP.
  • Thiago Silva masuk dalam daftar delapan pemain yang dijual.
Selasa, 26 September 2017 07:59 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti | Editor: Arum Kusuma Dewi
© INDOSPORT
Paris Saint-Germain. Copyright: © INDOSPORT
Paris Saint-Germain.

Masalah yang dihadapi oleh Paris Saint-Germain terkait Financial Fair Play (FFP) yang menyeret nama mantan pemain Barcelona, Neymar masih terus berlanjut. 

Usai ancaman yang sempat diberikan oleh Presiden UEFA, Aleksander Ceferin kepada PSG untuk mengeluarkan tim elite tersebut dari Liga Champions rupanya membuat PSG gentar. 

Caption Copyright: InternetNasser Al-Khelaifi.

Dilansir Sport Bible, klub yang dinaungi oleh Nasser Al-Khelaifi itu terpaksa harus menjual delapan pemainnya yang dianggap tak begitu diperlukan. 

Transfer delapan pemain tersebut dilakukan secara terbuka dan tersedia dalam kurun waktu 48 jam saja. Sang kapten tim, Thiago Silva menjadi salah satu pemain yang masuk dalam daftar transfer 48 jam tersebut. 

Thiago Silva mengangkat trofi piala Prancis musim 2016/17. Copyright: INDOSPORTThiago Silva mengangkat trofi piala Prancis musim 2016/17.

Tujuh pemain lainnya adalah Angel Di Maria, Javier Pastore, Blaise Matuidi, Lucas Moura, Julian Draxler, Hatem Ben Arfa, dan Serge Aurier.

PSG memang tengah mengalami sejumlah masalah, dan baru-baru ini sebuah media El Pais mengungkapkan bahwa klub tersebut menyogok Edison Cavani untuk menyerahkan tendangan penaltinya pada Neymar.

Cavani diduga ditawari uang sebesar satu juta euro untuk menyerahkan posisi penendang penalti tersebut. Namun rumor tersebut akhirnya segera ditampik oleh PSG. 

Neymar sendiri merupakan pemain anyar PSG yang kontroversial akibat harga transfernya dari Barcelona yang mencapai 222 juta euro. Hal tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak UEFA.